Minggu, 19 April 2026 / 1 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا جُبَيْرُ بْنُ عَطَاءٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: إِنَّ صَاحِبَكُمْ لَا يَخْرُجُ حَتَّى يَرَى الَّذِي يُحِبُّ، وَلَوْ صَارَ أَنْ يَأْكُلَ أَغْصَانَ الشَّجَرِ! قُلْتُ: وَمَا الَّذِي يُحِبُّ؟ قَالَ: اجْتِمَاعُ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى نُصْرَتِهِ، قُلْتُ: وَمَا فِي اجْتِمَاعِهِمْ، وَهُمُ الضُّعَفَاءُ وَالْفُقَرَاءُ؟! قَالَ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا فِيهِ، فِيهِ مِفْتَاحُ أَبْوَابِ السَّمَاءِ!

Terjemahan ucapan:

Jubair bin Ata’ al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Sesungguhnya, pemimpin kalian tidak akan bangkit sampai beliau melihat apa yang beliau cintai, meskipun sampai harus memakan ranting-ranting pohon!” Aku berkata: “Apa yang beliau cintai?” Beliau berkata: “Berkumpulnya orang-orang yang beriman untuk menolong beliau” Aku berkata: “Apa yang ada pada berkumpulnya mereka, sementara mereka lemah dan miskin?!” Beliau berkata: “Engkau tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya. Di dalamnya terdapat kunci pintu-pintu langit!”

2 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنِ الْمَهْدِيِّ كَيْفَ يَغْلِبُ الظَّالِمِينَ، وَلَهُمْ مَا تَرَى مِنَ الْقُوَّةِ؟ قَالَ: يَنْصُرُهُ اللَّهُ بِجُنْدٍ مِنَ الْأَرْضِ، وَجُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ، فَوَاللَّهِ لَوْ أَطَاقُوا جُنْدَ الْأَرْضِ لَا طَاقَةَ لَهُمْ بِجُنْدِ السَّمَاءِ! قُلْتُ: مَتَى يَنْزِلُ عَلَيْهِ جُنْدُ السَّمَاءِ؟ قَالَ: إِذَا حُشِرَ لَهُ جُنْدُ الْأَرْضِ.

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang al-Mahdi, bagaimana beliau mengalahkan orang-orang zalim padahal mereka memiliki kekuatan seperti yang engkau lihat? Beliau berkata: “Allah akan menolong beliau dengan pasukan dari bumi dan pasukan dari langit, maka demi Allah, jika mereka mampu menghadapi pasukan bumi, mereka tidak akan mampu menghadapi pasukan langit!” Aku berkata: “Kapan pasukan langit turun kepada beliau?” Beliau berkata: “Ketika pasukan bumi telah berkumpul untuk beliau.”

3 . أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّالَقَانِيُّ، قَالَ: ذَكَرْنَا عِنْدَ الْمَنْصُورِ ضَعْفَنَا فِي قُوَّةِ الظَّالِمِينَ، فَقُلْنَا: جُعِلْنَا فِدَاكَ، إِنَّا لَا نَرْجُو غَلَبَةً، وَإِنَّمَا نَرْجُو فَكَاكَ رِقَابِنَا مِنَ النَّارِ، فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، لِمَ لَا تَرْجُوا غَلَبَةً؟! أَتَحْسَبُونَ اللَّهَ عَاجِزًا أَوْ بَخِيلًا؟! فَمَنْ يَمْلَأُ الْأَرْضَ عَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا إِنْ لَمْ تَغْلِبُوا؟! ثُمَّ قَالَ: إِنَّكُمْ سَتَغْلِبُونَ، قُلْنَا: كَيْفَ يَكُونُ ذَلِكَ جُعِلْنَا فِدَاكَ؟! وَقَدْ تَرَى ضَعْفَنَا فِي قُوَّةِ الظَّالِمِينَ! قَالَ: وَيْحَكُمْ، أَتَنْظُرُونَ إِلَى ضَعْفِكُمْ فِي قُوَّةِ الظَّالِمِينَ، وَلَا تَنْظُرُونَ إِلَى ضَعْفِهِمْ فِي قُوَّةِ اللَّهِ؟! إِنَّكُمْ إِذًا لَغَافِلُونَ! ثُمَّ قَالَ: مَاذَا تُرِيدُونَ؟! أَتُرِيدُونَ أَنْ أَقُولَ لَكُمْ: «سَتَغْلِبُونَ فِي سَنَةِ كَذَا، وَبِطَرِيقَةِ كَذَا؟!» لَا وَاللَّهِ، لَمْ يَقُلْ ذَلِكَ نَبِيٌّ وَلَا وَصِيٌّ لِأَصْحَابِهِ! وَلَكِنِّي أَقُولُ لَكُمْ: «سَتَغْلِبُونَ»، فَإِنْ غَلَبْتُمْ بِمَا آتَاكُمُ اللَّهُ مِنَ الْأَسْبَابِ فَقَدْ غَلَبْتُمْ، وَإِنْ لَمْ تَغْلِبُوا بِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِجُنُودٍ مِنَ السَّمَاءِ يُهْلِكُونَ أَعْدَاءَكُمْ كَمَا أَهْلَكُوا عَادًا وَثَمُودَ، ثُمَّ أَنْتُمْ غَالِبُونَ! فَلَا تَحْسَبُوا اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ، وَلَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَتِهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْجَاهِلِينَ!

Terjemahan ucapan:

Ahmad bin Abdurahman at-Taloqani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Kami menyebutkan kelemahan kami di tengah kekuatan orang-orang zalim di hadapan Mansur, maka kami berkata: “Kami rela berkorban untukmu, kami tidak berharap kemenangan dan kami hanya berharap keselamatan dari neraka.” Maka beliau berkata: “Subhanallah! Mengapa kalian tidak berharap kemenangan?! Apakah kalian mengira bahwa Allah lemah atau kikir?! Siapa yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman jika kalian tidak menang?!” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya, kalian akan menang!” Kami berkata: “Kami rela berkorban untukmu, bagaimana hal itu bisa terjadi sementara engkau melihat kelemahan kami di hadapan kekuatan orang-orang zalim?!” Beliau berkata: “Celakalah kalian! Apakah kalian melihat kelemahan kalian di hadapan kekuatan orang-orang zalim, tetapi tidak melihat kelemahan mereka di hadapan kekuatan Allah?! Kalian benar-benar lalai!” Kemudian beliau berkata: “Apa yang kalian inginkan?! Apakah kalian ingin aku mengatakan kepada kalian: ‘Kalian akan menang pada tahun sekian dan dengan cara demikian’?! Tidak, demi Allah, tidak ada Nabi maupun penerus Nabi yang mengatakan demikian kepada para pendampingnya! Akan tetapi, aku mengatakan kepada kalian: ‘Kalian akan menang’, jika kalian menang dengan sebab-sebab yang Allah berikan kepada kalian, maka kalian menang, dan jika kalian tidak menang dengannya, maka Allah akan mendatangkan pasukan dari langit yang membinasakan musuh-musuh kalian sebagaimana Dia membinasakan ‘Ad dan Tsamud, kemudian kalian akan menjadi pemenang! Maka, janganlah kalian mengira Allah menyelisihi janji-Nya kepada para Rasul-Nya, dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat-Nya di dunia dan Akhirat, dan janganlah kalian termasuk orang-orang yang bodoh!”

4 . أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ دَاوُودَ الْفَيْض‌آبَادِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: إِنِّي كُلَّمَا تَأَمَّلْتُ كَثْرَةَ الظَّالِمِينَ وَسَعَةَ بِلَادِهِمْ وَقُوَّةَ جُنُودِهِمْ وَأَسْلِحَتِهِمْ أَخَذَنِي شِبْهُ الْيَأْسِ! فَقَالَ: مِمَّنْ؟ فَسَكَتُّ وَلَمْ أَدْرِ مَا أَقُولُ، فَقَالَ: إِنْ كَانَ يَأْسُكَ مِنْكَ وَمِنْ إِخْوَانِكَ الْمُسْتَضْعَفِينَ فَكُنْ آيِسًا وَأَنَا مَعَكَ، وَإِنْ كَانَ يَأْسُكَ مِنَ اللَّهِ فَلَا! أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِمْ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا؟ ﴿وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِنْ شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا[1]، فَمَكَثَ سَاعَةً، ثُمَّ قَالَ: هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ يَابْنَ دَاوُودَ! إِنَّ صَلَاحَ الْأَرْضِ يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ[2]، فَاسْتَنْزِلُوا أَهْلَ السَّمَاءِ يُصْلِحُوا لَكُمْ أَهْلَ الْأَرْضِ! قُلْتُ: كَيْفَ نَسْتَنْزِلُ أَهْلَ السَّمَاءِ جُعِلْتُ فِدَاكَ؟ قَالَ: بِإِخْلَاصِ النِّيَّةِ، وَبَذْلِ الطَّاقَةِ، وَلُزُومِ الْجَمَاعَةِ، وَالصَّبْرِ عَلَى الْمِحْنَةِ! قُلْتُ: إِذًا يَنْزِلُونَ؟ قَالَ: إِي وَاللَّهِ يَنْزِلُونَ كَمَا نَزَلُوا عَلَى أَهْلِ بَدْرٍ، وَلَا تَزَالُ يَدُ اللَّهِ مَبْسُوطَةً!

Terjemahan ucapan:

Ali bin Dawud al-Fayzabadi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Setiap kali aku merenungkan banyaknya orang-orang zalim, luasnya negeri mereka, dan kuatnya pasukan serta persenjataan mereka, aku merasa putus asa!” Beliau berkata: “Dari siapa?” Maka aku diam dan tidak tahu apa yang harus aku katakan. Kemudian beliau berkata: “Jika keputusasaanmu dari dirimu dan saudara-saudaramu yang lemah, maka berputus asalah, dan aku bersamamu, tetapi jika keputusasaanmu dari Allah, maka tidak! Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah membinasakan sebelum mereka orang-orang yang lebih kuat dan lebih banyak jumlahnya? ‘Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang dapat melemahkan Allah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.’” Kemudian beliau diam sejenak, dan berkata: “Jauh, jauh (dari sangkaanmu itu) wahai anak Dawud! Sesungguhnya, perbaikan bumi turun dari langit, dan itulah firman-Nya: ‘Dan di langit terdapat rezeki kalian dan apa yang dijanjikan kepada kalian.’ Maka mintalah agar penduduk langit turun untuk memperbaiki bagi kalian penduduk bumi!” Aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, bagaimana kami dapat meminta agar penduduk langit turun?” Beliau berkata: “Dengan memurnikan niat, mengerahkan kemampuan, berpegang pada jamaah[3], dan bersabar atas cobaan!” Aku berkata: “Maka mereka akan turun?” Beliau berkata: “Ya, demi Allah, mereka turun sebagaimana mereka turun kepada ahli Badar, dan tangan Allah senantiasa terbuka!”

5 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ الْمَنْصُورِ، فَدَخَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ وَسَأَلَهُ عَنِ الْقِيَامِ، فَقَالَ: وَيْحَكَ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّهُ لَا يَقُومُ أَحَدٌ يَدْفَعُ شَرًّا وَلَا يَدْعُو إِلَى خَيْرٍ إِلَّا صَرَعَتْهُ الْبَلِيَّةُ، حَتَّى تَقُومَ عِصَابَةٌ شَهِدُوا بَدْرًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، لَا يُوَارَى قَتِيلُهُمْ، وَلَا يُدَاوَى جَرِيحُهُمْ؟ قَالَ: مَنْ هُمْ؟ قَالَ: الْمَلَائِكَةُ، قَالَ: مَتَى يَقُومُونَ؟ قَالَ: إِذَا اجْتَمَعَ الْمُؤْمِنُونَ إِلَى يَعْسُوبِهِمْ، كَمَا يَجْتَمِعُ قَزَعُ الْخَرِيفِ.

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bersama Mansur, kemudian seorang lelaki menemui beliau dan bertanya kepada beliau tentang kebangkitan, maka beliau berkata: “Celakalah engkau! Tidakkah engkau mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang bangkit untuk menolak kemungkaran atau mengajak kepada kebaikan, melainkan dia ditimpa berbagai cobaan, hingga bangkit suatu kelompok yang pernah hadir dalam Perang Badar bersama Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) sementara orang-orang yang gugur dari mereka belum dimakamkan dan yang terluka di antara mereka belum sembuh?” Lelaki itu berkata: “Siapa mereka?” Beliau berkata: “Para Malaikat.” Lelaki itu berkata: “Kapan mereka bangkit?” Beliau berkata: “Ketika orang-orang yang beriman berkumpul kepada pemimpin mereka, sebagaimana awan-awan musim gugur berkumpul.”

6 . أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْجُوزَجَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورُ يَقُولُ: لَا يَقُومُ الْقَائِمُ حَتَّى يَكُونَ اللَّهُ ﴿هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ[4]، قُلْتُ: بَعْدَ صَالِحِ الْمُؤْمِنِينَ؟ قَالَ: نَعَمْ، أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ[5]?

Terjemahan ucapan:

Isa bin Abd al-Hamid al-Jowzjani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Al-Qa’im tidak akan bangkit hingga Allah, ‘Jibril, dan orang-orang beriman yang saleh menjadi penolongnya, dan para Malaikat setelah itu akan menolongnya.’” Aku berkata: “Setelah orang-orang beriman yang saleh?” Beliau berkata: “Ya, tidakkah engkau mendengar firman Allah Ta‘ala: ‘Jika kalian bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kalian dengan segera, niscaya Tuhan kalian akan membantu kalian dengan lima ribu malaikat yang diberi tanda’?”

7 . أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّالَقَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: لَا يَخْرُجُ الْمَهْدِيُّ حَتَّى يَنْزِلَ الْمَلَائِكَةُ، وَلَا يَنْزِلُونَ حَتَّى يَجْتَمِعَ الْمُؤْمِنُونَ بِخُرَاسَانَ، وَالْمُنَافِقُونَ بِالشَّامِ.

Terjemahan ucapan:

Ahmad bin Abdurahman at-Taloqani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Al-Mahdi tidak akan bangkit hingga para Malaikat turun, dan mereka tidak akan turun hingga orang-orang yang beriman berkumpul di Khorasan, dan orang-orang munafik di Syam.”

8 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ الْخُرَاسَانِيُّ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى الْمَنْصُورِ وَقَدْ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهِ رِجَالٌ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ شِبْهَ الْمُغْضَبِ: مَنْ يَعْذِرُنِي مِنْ قَوْمٍ يَأْمُرُونِي بِالْقِيَامِ وَلَمَّا تَنْزِلِ الْمَلَائِكَةُ؟! وَلَئِنْ قُمْتُ قَبْلَ أَنْ تَنْزِلَ الْمَلَائِكَةُ لَكُنْتُ أَضَلَّ مِنْ حِمَارِ أَهْلِي!

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf al-Khorasani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku pergi menemui Mansur setelah beberapa lelaki meninggalkan beliau, kemudian aku mendengar beliau berkata dengan marah: “Siapa yang akan memaafkanku perihal suatu kaum yang menyuruhku untuk bangkit, padahal para Malaikat belum turun?! Dan jika aku bangkit sebelum para Malaikat turun, niscaya aku lebih sesat daripada keledai di rumahku!”

Penjelasan ucapan:

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang syarat turunnya Malaikat, rujuk buku “Geometri Keadilan” dan pembahasan “Bagaimana Manusia Menyebabkan Kemunculan al-Mahdi” dalam buku “Kembali ke Islam”.

↑[1] . Fatir/ 44
↑[2] . Az-Zariyat/ 22
↑[3] . [perkumpulan kebenaran]
↑[4] . At-Tahrim/ 4
↑[5] . Ali ‘Imran/ 125
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]