Minggu, 19 April 2026 / 1 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ يَقُولُ: إِذَا سَكَتَ الْعَالِمُ عَنْ قَوْلِ الْحَقِّ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ، وَإِذَا قَالَ بَاطِلًا غَضِبَ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata: “Apabila seorang ulama diam dari mengatakan kebenaran, Allah mengunci hatinya, dan apabila dia mengatakan kebatilan, Dia murka kepadanya, melaknatnya, dan menyiapkan baginya azab yang besar!”

2 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: قَالَ لِيَ الْمَنْصُورُ: كَيْفَ وَجَدْتَنِي عِنْدَ قَوْمِكَ؟ يَعْنِي أَهْلَ إِيرَانَ، قُلْتُ: أَمَّا عُلَمَاؤُهُمْ فَيَسْكُتُونَ عَنْكَ، وَأَمَّا جُهَّالُهُمْ فَيَقَعُونَ فِيكَ! قَالَ: لَا تَسْتَغْرِبْ ذَلِكَ، فَقَدْ بَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ أَهْلَ بَيْتٍ كَانَتْ لَهُمْ كَلْبَةٌ فِي دَارِهِمْ، فَضَافَهُمْ ضَيْفٌ، فَقَالَتِ الْكَلْبَةُ: وَاللَّهِ لَا أَنْبَحُ ضَيْفَ أَهْلِيَ اللَّيْلَةَ، فَنَبَحَ جِرَاؤُهَا فِي بَطْنِهَا! فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: هَذَا مَثَلُ قَوْمٍ يَكُونُونَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ، يَغْلِبُ جُهَّالُهُمْ عُلَمَاءَهُمْ!

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Ibrahim as-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata kepadaku: “Bagaimana pendapat tentang diriku di tengah kaummu?” Maksudnya adalah penduduk Iran. Aku berkata: “Adapun ulama mereka, mereka diam tentangmu, sedangkan orang-orang bodoh mereka, mereka berbicara buruk tentangmu!” Beliau berkata: “Jangan heran akan hal itu; karena telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) menyebut suatu keluarga yang memiliki seekor anjing betina di rumahnya. Kemudian (suatu malam) datang seorang tamu kepada mereka, maka anjing betina itu berkata: ‘Demi Allah, aku tidak akan menggonggong tamu tuanku malam ini.’ Tetapi anak-anaknya menggonggong dari dalam perutnya! Maka Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) bersabda: ‘Ini adalah perumpamaan suatu kaum di akhir zaman, di mana orang-orang bodoh mereka mengalahkan para ulama mereka.’”

3 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: كَانَ فِيمَا مَضَى مِنَ الْأُمَمِ رَجُلٌ حَكِيمٌ، فَرَأَى كَلْبَةً حَوْلَهَا جِرَاءٌ يَنْبَحُونَ، وَأُمُّهُمْ سَاكِتَةٌ، فَقَالَ: هَذَا مَثَلٌ! سَيَأْتِي زَمَانٌ يَنْطِقُ أَهْلُ الْجَهْلِ، وَيَصْمُتُ الْعُلَمَاءُ!

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Pada umat terdahulu ada seorang lelaki yang bijak. Kemudian (suatu hari) dia melihat seekor anjing betina yang di sekelilingnya ada anak-anaknya yang menggonggong, sementara induknya diam. Maka dia berkata: ‘Ini adalah perumpamaan! Akan datang suatu zaman di mana orang-orang bodoh berbicara, sedangkan para ulama diam!’”

4 . أَخْبَرَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّبْزَوَارِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: لَقَدْ أَتْعَبَنَا مُجَادَلَةُ الْجُهَّالِ فِيكَ! فَقَالَ: لَوْ أَنَّ الْعُلَمَاءَ تَكَلَّمُوا لَسَكَتَ الْجُهَّالُ، وَلَكِنَّهُمْ سَكَتُوا فَتَكَلَّمَ الْجُهَّالُ، وَلَا يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا عُلَمَاؤُهُمْ سُكُوتٌ وَجُهَّالُهُمْ يَتَكَلَّمُونَ! أَوْ قَالَ: وَكَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ؟! الشَّكُّ مِنْ صَالِحِ بْنُ مُحَمَّدٍ.

Terjemahan ucapan:

Salih bin Muhammad as-Sabzawari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Kami lelah berdebat dengan orang-orang bodoh tentangmu!” Maka beliau berkata: “Seandainya para ulama berbicara, niscaya orang-orang bodoh akan diam. Tetapi mereka diam, maka orang-orang bodoh pun berbicara. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada suatu kaum yang ulama mereka diam dan orang-orang bodoh mereka berbicara!” Atau beliau berkata: “Dan bagaimana Allah memberi petunjuk?!” Keraguan ini dari Salih bin Muhammad.

5 . أَخْبَرَنَا حَمْزَةُ بْنُ جَعْفَرٍ الْقُمِّيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: بَلَّغْتُ قَوْلَكَ عَالِمَيْنِ مِنْ عُلَمَاءِ قُمَّ، فَكَذَّبَهُ أَحَدُهُمَا وَسَكَتَ الْآخَرُ! قَالَ: هَلَكَ الْأَوَّلُ، وَنَظَرَ الْآخَرُ لِنَفْسِهِ! أَلَا إِنَّهُ لَوْ دَامَ عَلَى سُكُوتِهِ هَلَكَ! وَيْلَهُ، كَيْفَ يَسْكُتُ؟! وَلَا يَرَى إِلَّا جَمِيلًا! ثُمَّ قَالَ: لَيْسَ مَنْ سَرَقَ عِلْمًا عَالِمًا، وَلَكِنَّ الْعَالِمَ مَنْ مَلَكَهُ وَأَحْرَزَهُ فِي قَلْبِهِ.

Terjemahan ucapan:

Hamzah bin Ja’far al-Qomi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Aku telah menyampaikan perkataanmu kepada dua orang ulama Qom, kemudian salah satu dari mereka mendustakannya dan yang lain diam!” Beliau berkata: “Yang pertama binasa, dan yang kedua memberi dirinya waktu! Ketahuilah, jika dia tetap diam, dia pun akan binasa! Celakalah dia! Bagaimana dia tetap diam?! Padahal dia tidak melihat kecuali kebaikan!” Kemudian beliau berkata: “Orang yang mencuri ilmu bukanlah seorang ulama, tetapi ulama adalah orang yang memilikinya dan menjaganya dalam hatinya.”

6 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ الْمَنْصُورِ عُلَمَاءُ إِيرَانَ، فَقَالَ: هَلْ بَلَغَتْهُمْ دَعْوَتِي؟ قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: فَمَا لَهُمْ لَا يَتَكَلَّمُونَ؟! قُلْتُ: هُمْ أَصْنَافٌ مُخْتَلِفَةٌ: مِنْهُمْ جَاحِدٌ يُرِيدُ إِنْسَاءَ ذِكْرِكَ، وَمِنْهُمْ مُسْتَكْبِرٌ يَسْتَضْعِفُكَ وَيَزْدَرِيكَ، وَمِنْهُمْ حَاسِدٌ يَحْسُدُكَ وَيَعْلُو عَلَيْكَ، وَمِنْهُمْ شَاكٌّ يَشُكُّ فِيكَ وَيَتَرَبَّصُ بِكَ، وَمِنْهُمْ خَائِفٌ يَخَافُ أَنْ يَمَسَّهُ سُوءٌ مِنْ أَعْدَائِكَ! فَقَالَ: قَاتَلَ اللَّهُ هَؤُلَاءِ الْفُسَّاقَ الْأَخْبَاثَ الَّذِينَ قَدْ أَجْمَعُوا عَلَى إِطْفَاءِ نُورِ اللَّهِ! يَقُولُ اللَّهُ: أَبِي يَغْتَرُّونَ؟! أَمْ إِيَّايَ يُخَادِعُونَ؟! أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِؤُونَ؟! فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ فِتْنَةً يُتْرَكُ الْحَلِيمُ فِيهَا حَيْرَانَ، وَقَدْ فَعَلَ، وَنَحْنُ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِهِ وَسَطْوَتِهِ.

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Disebutkan di hadapan Mansur tentang ulama Iran, maka beliau berkata: “Apakah seruanku telah sampai kepada mereka?” Aku berkata: “Ya.” Beliau berkata: “Lalu ada apa dengan mereka, mengapa mereka tidak berbicara?!” Aku berkata: “Mereka terbagi menjadi berbagai macam golongan: di antara mereka ada yang mengingkari dan ingin agar engkau dilupakan, di antara mereka ada yang sombong, menganggap engkau lemah dan tidak menghormatimu, di antara mereka ada yang dengki, iri kepadamu dan merasa lebih tinggi darimu, di antara mereka ada yang ragu, memiliki keraguan terhadapmu, dan di antara mereka ada yang takut dan khawatir akan tertimpa keburukan dari musuh-musuhmu!” Maka beliau berkata: “Semoga Allah membinasakan orang-orang fasik ini, yang telah bersepakat untuk memadamkan cahaya Allah! Allah berfirman: ‘Apakah mereka berlaku sombong terhadap-Ku?! Ataukah kalian ingin menipu-Ku?! Ataukah kalian bertindak lancang terhadap-Ku?! Maka Aku bersumpah demi diri-Ku, Aku pasti akan menimpakan kepada mereka suatu fitnah yang membuat orang yang paling bijak di antara mereka menjadi bingung’, dan Dia telah melakukannya, dan kami berlindung kepada Allah dari murka dan kemarahan-Nya.

7 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ الْمَنْصُورِ عُلَمَاءُ زَمَانِهِ، فَذَمَّهُمْ عَلَى تَغَافُلِهِمْ عَنْ دَعْوَتِهِ، وَقَالَ: إِنَّ أَحَدَهُمْ لَيَهْتَمُّ بِمَا لَا يَنْفَعُ مِنَ الْعِلْمِ، وَيَخُوضُ فِي الْأَمْرِ الْهَيِّنِ، وَيَتَكَلَّمُ عَنِ الشَّيْءِ التَّافِهِ، وَيُضْجِرُ النَّاسَ بِالْإِطَالَةِ وَالْإِعَادَةِ، ثُمَّ إِذَا بَلَغَتْهُ دَعْوَتِي إِلَى خَلِيفَةِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ ﴿وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا[1]، أَوْ كَأَنِّي أَنْعِقُ ﴿بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ[2]! أَفَيُنْكِرُونَ خَلِيفَةَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ؟! أَمْ يَسْتَخِفُّونَ بِهِ؟! أَمْ يُرِيدُونَ أَنْ يَكْتُمُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ كَمَا كَتَمَ الْيَهُودُ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ؟! أَمْ يَكْرَهُونَ خُرُوجَهُ، فَيُعَرْقِلُونَهُ؟! أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَسْلُبَهُمْ مَكَانَتَهُمْ إِذَا مَلَكَ، فَيَصُدُّونَهُ؟! أَمْ يَحْسُدُونَنِي عَلَى أَنْ دَعَوْتُهُمْ إِلَيْهِ، وَهُمْ أَصْحَابُ دَعْوَةٍ، فَيَسْتَكْبِرُونَ عَلَيَّ؟! وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ! أَمْ لَا يَرَوْنَ مَعِي جُنُودًا، فَيَسْتَضْعِفُونَنِي؟! ﴿وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ[3]! أَمْ جِئْتُهُمْ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُهُمْ، فَيُكَذِّبُونَنِي؟! ﴿وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ[4]! أَمْ يُرْضُونَ الْجَبَابِرَةَ وَالْجُهَّالَ بِإِعْرَاضِهِمْ عَنِّي؟! وَاللَّهُ وَخَلِيفَتُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ! أَمْ يَخَافُونَ أَنْ يَمَسَّهُمْ سُوءٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا إِنِ اسْتَجَابُوا لِي؟! ﴿وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ[5]، أَفَلَا يَعْقِلُونَ؟! أَمْ ﴿يَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا[6]؟! وَ﴿لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ[7]! وَإِذَا ذُكِرَ خَلِيفَةُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُهُمْ، وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ! ﴿أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ أَنَّ عَلَيْهِمْ لَعْنَةَ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ[8]، وَ﴿أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ[9]!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Disebutkan di hadapan Mansur tentang ulama pada zamannya. Kemudian beliau mencela mereka karena mereka berpura-pura lalai dari seruannya, dan berkata: “Setiap dari mereka sibuk dengan ilmu yang tidak bermanfaat, tenggelam dalam perkara yang ringan, berbicara tentang hal yang remeh, dan membuat manusia bosan dengan panjang lebar dan pengulangan, tetapi ketika sampai kepadanya seruanku kepada Khalifah Allah di bumi, ‘dia berpaling dengan sombong seakan-akan dia tidak mendengarnya, seakan-akan di kedua telinganya ada sumbatan’, atau seakan-akan aku berseru ‘kepada sesuatu yang tidak mendengar selain sekadar panggilan dan teriakan. Mereka tuli, bisu, buta, maka mereka tidak menggunakan akal!’ Apakah mereka mengingkari Khalifah Allah di bumi?! Ataukah mereka meremehkan beliau?! Ataukah mereka ingin menyembunyikan apa yang Allah turunkan tentang beliau sebagaimana orang-orang Yahudi menyembunyikan apa yang Allah turunkan tentang Muhammad (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam)?! Ataukah mereka membenci kemunculan beliau, sehingga mereka menghalanginya?! Ataukah mereka takut beliau akan mengambil kedudukan mereka ketika beliau berkuasa, sehingga mereka menghalanginya?! Ataukah mereka dengki kepadaku karena aku mengajak mereka kepada beliau, padahal mereka adalah para pemilik dakwah, maka mereka menyombongkan diri terhadapku?! Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong! Ataukah mereka tidak melihat pasukan bersamaku, maka mereka menganggapku lemah?! ‘Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi!’ Ataukah aku datang kepada mereka dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan mereka, maka mereka menuduhku berdusta?! ‘Dan jika kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka, niscaya binasalah langit dan bumi dan siapa yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah mendatangkan kepada mereka Dzikir mereka, tetapi mereka berpaling dari Dzikir mereka!’ Ataukah mereka mencari rida para penguasa zalim dan orang-orang bodoh dengan berpaling dariku?! Padahal rida Allah dan Khalifah-Nya lebih berhak untuk didapatkan jika mereka beriman! Ataukah mereka takut akan tertimpa keburukan di kehidupan dunia jika mereka menjawab seruanku?! ‘Padahal kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, dan negeri Akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.’ Apakah mereka tidak berpikir?! Ataukah ‘mereka berkata: Kami akan diampuni’?! Padahal ‘amat buruk apa yang mereka persiapkan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah atas mereka dan mereka kekal dalam azab!’ Dan apabila disebut Khalifah Allah di bumi, hati mereka merasa benci, tetapi apabila disebut selain beliau, mereka bergembira! ‘Balasan atas mereka adalah laknat Allah, para malaikat, dan manusia seluruhnya’, dan ‘amal mereka sia-sia di dunia dan di Akhirat, dan mereka itulah orang-orang yang merugi!’

↑[1] . Luqman/ 7
↑[2] . Al-Baqarah/ 171
↑[3] . Al-Fath/ 7
↑[4] . Al-Mu’minun/ 71
↑[5] . Al-An‘am/ 32
↑[6] . Al-A‘raf/ 169
↑[7] . Al-Ma’idah/ 80
↑[8] . Ali ‘Imran/ 87
↑[9] . At-Taubah/ 69
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]