Minggu, 19 April 2026 / 1 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنِ اللِّحْيَةِ، فَقَالَ: هِيَ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ، أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَ هَارُونَ عَلَيْهِ السَّلَامُ لِأَخِيهِ: ﴿يَا ابْنَ أُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِي وَلَا بِرَأْسِي[1]؟! فَكَانَ لَهُ لِحْيَةٌ، وَقَدْ قَالَ اللَّهُ: ﴿أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ[2]، وَقَالَ: ﴿لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ[3]، فَأُحِبُّ لِلرَّجُلِ الْمُسْلِمِ أَنْ يَكُونَ لَهُ لِحْيَةٌ.

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang janggut. Maka beliau berkata: “Ia termasuk sunah para Rasul. Tidakkah engkau mendengar ucapan Harun (Alaihis Salam) kepada saudaranya: ‘Wahai anak ibuku! Jangan engkau pegang janggutku dan jangan pula kepalaku’?! Maka Harun memiliki janggut dan Allah telah berfirman: ‘Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka’, dan berfirman: ‘Sungguh pada diri mereka terdapat teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah dan Hari Akhir’. Karena itu aku menyukai agar seorang lelaki Muslim memiliki janggut.”

2 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ الْخُرَاسَانِيُّ، قَالَ: رَأَى الْمَنْصُورُ رَجُلًا فِي الْمَسْجِدِ قَدْ حَلَقَ لِحْيَتَهُ، فَقَالَ لَهُ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَتْرُكَ مِنْ لِحْيَتِكَ شَيْئًا تَتَزَيَّنَ بِهِ وَتَتَشَبَّهَ بِالصَّالِحِينَ؟ قَالَ الرَّجُلُ وَهُوَ مُغْضَبٌ: لَا أَجِدُ آيَةً فِي كِتَابِ اللَّهِ تَأْمُرُ بِذَلِكَ، وَلَا أَتَّبِعُ إِلَّا مَا أُمِرَ بِهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ! فَقَالَ الْمَنْصُورُ: أَنْتَ مِنْ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ قُرْآنِيُّونَ؟ قَالَ الرَّجُلُ: نَعَمْ، فَقَالَ الْمَنْصُورُ: كَذَبُوا وَكَذَبْتَ! أَمَا قَالَ اللَّهُ: ﴿يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ[4]؟! إِنَّهُ قَدْ زَيَّنَ الرِّجَالَ بِاللِّحَى وَالنِّسَاءَ بِالذَّوَائِبِ، فَلَا يَنْبَغِي لِلرِّجَالِ أَنْ يَحْلِقُوا وُجُوهَهُمْ، وَلَا يَنْبَغِي لِلنِّسَاءِ أَنْ يَحْلِقْنَ رُؤُوسَهُنَّ، ثُمَّ قَالَ: كَمْ مِنْ جَاهِلٍ مُتَكَبِّرٍ يَزْعُمُ أَنَّهُ قُرْآنِيٌّ وَهُوَ أَبْعَدُ النَّاسِ مِنَ الْقُرْآنِ!

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf al-Khorasani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur melihat seorang lelaki di masjid yang telah mencukur janggutnya. Maka beliau berkata kepadanya: “Apa yang menghalangimu untuk menyisakan sesuatu dari janggutmu agar engkau berhias dengannya dan menyerupai orang-orang saleh?” Lelaki itu marah dan berkata: “Aku tidak menemukan satu ayat pun dalam Kitab Allah yang memerintahkan hal itu, dan aku tidak mengikuti kecuali apa yang diperintahkan dalam Kitab Allah!” Kemudian Mansur berkata: “Apakah engkau termasuk orang-orang yang mengaku sebagai Qur’aniyyun?” Lelaki itu berkata: “Ya.” Maka Mansur berkata: “Mereka berdusta dan engkau pun berdusta! Bukankah Allah berfirman: ‘Wahai anak Adam! Pakailah perhiasanmu setiap kali memasuki masjid’?! Allah telah menghiasi laki-laki dengan janggut dan perempuan dengan rambut kepang. Maka tidak sepantasnya laki-laki mencukur wajah mereka dan tidak sepantasnya perempuan mencukur kepala mereka!” Kemudian beliau berkata: “Betapa banyak orang bodoh yang sombong mengaku sebagai Qur’aniyyun, padahal mereka adalah orang yang paling jauh dari Al-Qur’an!”

3 . أَخْبَرَنَا وَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ السِّجِسْتَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: لَا تَكْرَهُوا خَلْقَ اللَّهِ وَلَا تُغَيِّرُوهُ، فَإِنَّكُمْ لَا تَخْلُقُونَ شَيْئًا أَحْسَنَ مِمَّا خَلَقَ اللَّهُ، قُلْتُ: أَرَأَيْتَ الَّذِي يَحْلِقُ لِحْيَتَهُ، أَهُوَ مِمَّنْ يُغَيِّرُ خَلْقَ اللَّهِ؟ قَالَ: نَعَمْ، إِذَا دَاوَمَ عَلَى ذَلِكَ فَلَمْ يَتْرُكْهَا تَنْبُتُ كَأَنَّهُ امْرَأَةٌ.

Terjemahan ucapan:

Walid bin Mahmud as-Sajistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Janganlah kalian membenci ciptaan Allah dan jangan mengubahnya; karena kalian tidak akan menciptakan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang Allah ciptakan.” Aku berkata: “Menurut pendapatmu, apakah orang yang mencukur janggutnya termasuk orang yang mengubah ciptaan Allah?” Beliau berkata: “Ya, jika dia terus-menerus melakukan hal itu dan tidak membiarkannya tumbuh, maka dia menjadi seperti perempuan.”

4 . أَخْبَرَنَا جُبَيْرُ بْنُ عَطَاءٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنْ حَلْقِ اللِّحْيَةِ، أَهُوَ فِسْقٌ؟ قَالَ: لَا، وَلَكِنَّهُ سُنَّةُ الْفَاسِقِينَ، ثُمَّ قَالَ: لَا تَجِدُ حَالِقَ اللِّحْيَةِ إِلَّا كَافِرًا، أَوْ فَاسِقًا، أَوْ سَفِيهًا رَقِيقَ الدِّينِ، أَوْ خَائِفًا عَلَى نَفْسِهِ.

Terjemahan ucapan:

Jubair bin Ata’ al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang mencukur janggut, “Apakah itu termasuk dosa?” Beliau berkata: “Tidak, tetapi itu adalah tradisi para pendosa (fasik).” Kemudian beliau berkata: “Engkau tidak akan mendapati orang yang mencukur janggut kecuali dia seorang kafir, atau fasik, atau orang bodoh yang lemah agamanya, atau orang yang takut terhadap keselamatan dirinya.”

5 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: فِي بَلَدِنَا سُلْطَانٌ يَحْلِقُ لِحْيَةَ الرِّجَالِ وَيَكْشِفُ قِنَاعَ النِّسَاءِ! قَالَ: أَقِيلُوهُ، قُلْتُ: لَا سَبِيلَ لَنَا إِلَى إِقَالَتِهِ! فَقَالَ: تُسَلِّطُونَ جَبَّارًا عَلَيْكُمْ، حَتَّى إِذَا طَغَى وَاسْتَأْسَدَ، فَحَلَقَ لِحْيَةَ رِجَالِكُمْ وَكَشَفَ قِنَاعَ نِسَائِكُمْ تَأْتُونَنِي فَتَقُولُونَ: لَا سَبِيلَ لَنَا إِلَى إِقَالَتِهِ؟! لَا وَاللَّهِ لَا يَنْبَغِي لِبَلَدِكُمْ أَنْ يُسْكَنَ!

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: Di negeri kami (Tajikistan), ada seorang penguasa yang mencukur janggut para lelaki dan membuka kerudung para perempuan!” Beliau berkata: “Singkirkan dia!” Aku berkata: “Kami tidak mempunyai jalan untuk menyingkirkannya!” Maka beliau berkata: “Kalian menyerahkan kekuasaan kepada seorang tiran atas diri kalian, hingga dia menjadi sewenang-wenang dan bertindak bengis. Lalu dia mencukur janggut para lelaki kalian dan membuka kerudung para perempuan kalian. Setelah itu kalian datang kepadaku dan berkata: ‘Kami tidak mempunyai jalan untuk menyingkirkannya!’ Tidak, demi Allah, negeri kalian tidak pantas untuk dihuni!”

6 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: رَأَى الْمَنْصُورُ فِي لِحْيَتِي شُعُوثَةً، فَقَالَ: مِنَ الْمُرُوءَةِ اعْتِدَالُ اللِّحْيَةِ، قُلْتُ: هَلْ لِلرَّجُلِ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ لِحْيَتِهِ؟ قَالَ: لَا جُنَاحَ عَلَيْهِ مَا لَمْ يَحْلِقْ فَيَتَشَبَّهْ بِالْفَاسِقِينَ، قُلْتُ: إِنَّهُمْ يَقُولُونَ لَا يُؤْخَذُ مِنْهَا شَيْءٌ وَإِنْ بَلَغَتِ الرُّكْبَةَ! قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ! هَذَا قَوْلُ الْكُهَّانِ وَالْجُوكِيَّةِ، بَلْ يَأْخُذُ مِنْهَا وَيَتَجَمَّلُ.

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur melihat janggutku dalam keadaan tidak rapi. Maka beliau berkata: “Termasuk muru’ah (kehormatan diri) adalah merapikan janggut.” Aku berkata: “Apakah boleh bagi seorang lelaki memotong sebagian janggutnya?” Beliau berkata: “Tidaklah berdosa selama dia tidak mencukurnya habis sehingga menyerupai orang-orang fasik.” Aku berkata: “Mereka mengatakan tidak boleh memotong sedikit pun meskipun telah sampai ke lutut!” Beliau berkata: “Subhanallah! Ini adalah ucapan para dukun dan para Yogi[5]. Bahkan, hendaknya dia memotong sebagian darinya dan memperindah penampilannya.”

Penjelasan ucapan:

Untuk membaca penjelasan atas ucapan-ucapan yang murni ini, silakan rujuk Tanya Jawab 60 beserta lampiran-lampirannya dalam situs bahasa Arab.

↑[1] . Taha/ 94
↑[2] . Al-An‘am/ 90
↑[3] . Al-Mumtahanah/ 6
↑[4] . Al-A‘raf/ 31
↑[5] . Sebuah sekte dalam agama Hindu yang berlebihan dalam praktik asketisme (kezuhudan). Sebagian dari mereka tidak memotong rambut mereka.
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]