1 . أَخْبَرَنَا جُبَيْرُ بْنُ عَطَاءٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: رَأَى الْمَنْصُورُ حَجَرًا فِي عُنُقِ رَجُلٍ فَقَالَ لَهُ: مَا هَذَا؟! قَالَ: حَجَرٌ يَدْفَعُ عَنِّي الْبَلَاءَ! فَأَخَذَهُ مِنْ عُنُقِهِ وَأَلْقَاهُ فِي النَّهْرِ ثُمَّ قَالَ: مَا دَفَعَ عَنْ نَفْسِهِ الْبَلَاءَ فَكَيْفَ يَدْفَعُهُ عَنْكَ؟! تَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا.
Terjemahan ucapan:
Jubair bin Ata’ al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur melihat sebuah batu tergantung di leher seorang lelaki. Maka, beliau bertanya kepadanya: “Apa ini?” Dia berkata: “Ini batu yang menolak bala dariku!” (Mansur) kemudian mengambilnya dari lehernya dan melemparkannya ke dalam parit. Kemudian beliau berkata: “Ia tidak mampu menolak bala dari dirinya sendiri, maka bagaimana ia akan menolaknya darimu?! Bertawakallah kepada Allah, karena Allah cukup sebagai Pelindung.”
2 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: إِيَّاكُمْ وَهَذِهِ التَّمَائِمَ؛ فَإِنَّهَا بَقِيَّةٌ مِنَ الْأَوْثَانِ.
Terjemahan ucapan:
Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata kepada para pendampingnya: “Jauhilah benda-benda gantungan ini; karena ia adalah sisa-sisa dari berhala.”
Penjelasan ucapan:
«تمائم»; “Tama’im” adalah bentuk jamak dari «تمیمة»; “Tamimah”, yaitu manik-manik atau benda semisalnya yang digantungkan pada tangan, leher, atau tempat lain untuk menolak bala, mencegah ‘ain, atau menarik kebaikan. Menurut pandangan Yang Mulia, hal itu termasuk sesuatu yang tersisa dari berhala; karena berhala merupakan benda-benda semacam itu yang diyakini oleh kaum musyrik dapat menolak keburukan atau mendatangkan manfaat.
Untuk penjelasan lebih lanjut tentang hal ini, silakan rujuk Tanya Jawab 164 dalam situs bahasa Inggris.