Terjemahan ucapan:
Ketika Yang Terhormat, semoga Allah Ta‘ala menolongnya, melihat para ulama di Iran mendengar seruan beliau, tetapi mereka meremehkan dan mendustakannya demi memadamkan cahayanya dan menaati para penguasa zalim, beliau menegur mereka dengan berkata:
Ketahuilah, wahai para ulama munafik, yang mabuk oleh khamar kekuasaan dan bersekongkol dengan orang-orang zalim! Kalian telah membelakangiku, seakan-akan berkata: “Kami tidak mendengar”, dan memilih diam terhadapku, seakan-akan berkata: “Kami tidak peduli!” Tidak lama lagi kalian akan menghadapkan seluruh wajah kalian kepadaku sambil menjerit seperti jeritan perempuan yang sedang melahirkan! Tidakkah kalian melihat bahwa manusia tidak menyembah Allah, melainkan mereka menyembah kalian dan mereka tidak menaati Khalifah-Nya melainkan menaati kalian?! Ya, demi Allah, kalian melihat hal itu dan kalian menyukainya, sebagaimana seorang pelacur menyukai sentuhan lelaki bejat sehingga dia tidak menolak tangan lelaki itu, dan dengan demikian diketahui bahwa dia adalah seorang pelacur! Apakah kalian benar-benar mengira bahwa Allah telah menyerahkan kekuasaan-Nya kepada kalian dan manusia tidak berhak mempertanyakan apa yang kalian perbuat, sehingga siapa pun yang bertanya kepada kalian dianggap sesat dan menyebabkan fitnah?! Ataukah kalian mengira bahwa hukum kalian atas mereka seperti hukum Allah dan Rasul-Nya, sehingga kalian tidak perlu menunjukkan bukti?! Ataukah kalian mengira bahwa harta Allah dan khalifah-Nya di bumi telah diserahkan kepada kalian, sehingga kalian mengambilnya sesuka hati dan tidak seorang pun berhak mengawasi kalian?! Ataukah kalian mengira bahwa siapa yang berteman dengan kalian berarti berteman dengan Allah, dan siapa yang memusuhi kalian berarti memusuhi Allah, sehingga tidak ada kehormatan lagi bagi harta, jiwa, dan reputasinya?! Ataukah kalian mengira bahwa kalian adalah teman-teman Allah selain manusia lainnya, dan bahwa Dia hanya mengkhususkan rahmat-Nya kepada kalian, sehingga kalian iri kepada hamba-Nya?! Ataukah kalian mengira bahwa kalian telah mencapai puncak ilmu, puncak petunjuk, dan ujung kebenaran, sehingga tidak ada lagi sesuatu di balik apa yang telah kalian capai yang bisa dicapai oleh selain kalian?! Ataukah kalian mengira bahwa kepentingan kalian lebih utama daripada hukum Allah, sehingga yang haram bagi orang lain adalah halal bagi kalian?! Tidak, demi Allah! Bahkan kalian tahu bahwa kalian telah mengada-adakan kebohongan atas nama Allah, bersekutu melawan-Nya, memperbudak hamba-hamba-Nya, dan tenggelam dalam cinta dunia hingga tidak tersisa harapan bagi keselamatan kalian! Maka celakalah kalian karena telah menghalangi hamba-hamba Allah dari kerajaan-Nya dan membelenggu mereka dengan kekuasaan kalian; sungguh api murka-Nya telah menyala atas kalian dan tidak ada yang dapat memadamkannya! Aku katakan kepada kalian kebenaran: kerajaan-Nya telah dekat, sebagaimana badai mendekati sebuah negeri, dan demi Allah, kalian tidak akan sanggup menghadapinya! Ia mencabut gunung-gunung dari tempatnya, memenuhi lembah-lembah, dan apabila ia melewati lautan, ia membuatnya menjadi daratan! Maka selamatkanlah kulit dan tulang kalian dan larilah, jangan berdiri di hadapannya atau kalian akan binasa! Apakah kalian bersandar pada para penjilat kalian dan tertipu oleh para pengikut bayaran kalian?! Padahal mereka tidak akan dapat menolong kalian sedikit pun dari Allah ketika kerajaan-Nya datang, bahkan mereka akan berlepas diri dari kalian dan menjadi musuh kalian! Tidak adakah di antara kalian orang-orang berakal yang bersedia mendengar nasihat dari sang pemberi nasihat, atau tidak adakah di antara kalian orang-orang rendah hati yang bersedia menerima peringatan sang pemberi peringatan?! Sesungguhnya, kebodohan kepala tidak tertutupi oleh sorban, kesesatan hati tidak tersembunyi di balik jubah, keledai tidak menjadi manusia hanya karena memikul kitab, dan burung beo tetaplah hewan meskipun dapat berbicara!
Penjelasan ucapan:
Khutbah yang sangat fasih dan berpengaruh ini, meskipun disampaikan mengenai para ulama Iran karena sikap diam mereka dalam membenarkan hamba saleh ini, penolakan mereka untuk menolong beliau, dan kerja sama mereka dengan musuh-musuh beliau, namun juga termasuk seluruh ulama yang bersikap pasif dan melakukan hal yang sama dengan mereka dan tidak menunaikan apa yang Allah wajibkan atas mereka berupa membenarkan kebenaran, menolong kebenaran, dan bekerja sama dalam kebajikan dan ketakwaan, karena mereka takut tertimpa bahaya dalam kehidupan dunia; maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan memperbaiki amal mereka sebelum datang kepada mereka kerajaan Allah, atau datang kepada mereka azab sebelum itu, atau datang kepada mereka kematian. Kata «الملكوت»; “kerajaan” berasal dari «المُلك»; “kekuasaan/kerajaan” dalam bentuk penegasan, dan yang dimaksud dengannya adalah “pemerintahan global” yang tidak layak bagi siapa pun kecuali Allah, yang telah terwujud di langit, namun tidak akan terwujud di bumi kecuali ketika bumi dikuasai oleh Khalifah-Nya. Oleh karena itu, yang dimaksud Mansur, semoga Allah Ta‘ala menjaganya, dengan kerajaan Allah dalam khutbah ini adalah kerajaan Khalifah Allah di bumi, yang akan segera datang seperti badai besar, yang akan menghancurkan seluruh pemerintahan zalim, dan menghukum para pendukung serta sekutu mereka dari kalangan ulama munafik dan pengkhianat yang telah menyembunyikan kebenaran, menjualnya dengan harga murah, menghalangi jalan-Nya, dan berusaha merusaknya; ﴿أُولَئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ﴾[1]; “bagi mereka laknat dan bagi mereka tempat kembali yang buruk.”