أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: قَالَ الْمَنْصُورُ: الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ: طَلَبُهُ، وَالْعَمَلُ بِهِ، وَنَشْرُهُ بَيْنَ النَّاسِ، فَمَنْ لَمْ يَطْلُبْهُ فَهُوَ جَاهِلٌ، وَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِهِ فَهُوَ جَاهِلٌ، وَمَنْ لَمْ يَنْشُرْهُ بَيْنَ النَّاسِ فَهُوَ جَاهِلٌ، وَجَاهِلٌ فِي الْقَوْمِ كَثَقْبَةٍ فِي السَّفِينَةِ، إِنْ لَمْ يَسُدَّهَا أَهْلُهَا أَغْرَقَتْهُمْ، وَإِنْ لَمْ تُغْرِقْهُمْ أَفْسَدَتْ مَتَاعَهُمْ.
Terjemahan ucapan:
Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata: “Ilmu itu terbagi tiga: mencarinya, mengamalkannya, dan menyebarkannya di tengah manusia. Maka, barang siapa tidak mencarinya, dia adalah orang bodoh, barang siapa tidak mengamalkannya, dia adalah orang bodoh, dan barang siapa tidak menyebarkannya di tengah manusia, dia adalah orang bodoh. Dan orang bodoh di tengah manusia itu seperti lubang pada sebuah kapal; jika manusia di dalam kapal tidak menutupnya, niscaya dia akan menenggelamkan mereka, dan jika tidak menenggelamkan mereka, (setidaknya) dia akan merusak barang-barang mereka.”