Senin, 20 April 2026 / 2 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّالَقَانِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: مَنْ أَزْهَدُ النَّاسِ فِي الدُّنْيَا؟ فَقَالَ: مَنْ لَا أَمَلَ لَهُ فِيهَا، ثُمَّ قَالَ: لَيْسَ الزَّاهِدُ مَنْ يُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَهُ، لَكِنَّ الزَّاهِدَ مَنْ كَانَ هَمُّهُ الْآخِرَةَ، وَلَيْسَ شَيْءٌ مِنْ مَتَاعِ الدُّنْيَا يُفْرِحُهُ إِذَا وَجَدَهُ، وَلَا يُحْزِنُهُ إِذَا فَقَدَهُ، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: ﴿لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ.[1]

Terjemahan ucapan:

Ahmad bin Abdurahman at-Taloqani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Siapakah manusia yang paling zuhud di dunia?” Maka beliau berkata: “Orang yang tidak memiliki harapan terhadap dunia.” Kemudian beliau berkata: “Orang zuhud bukanlah orang yang mengharamkan apa yang Allah halalkan baginya, tetapi orang zuhud adalah orang yang tujuannya adalah Akhirat, dan tidak ada kesenangan dunia yang membuatnya bergembira ketika dia mendapatkannya atau membuatnya bersedih ketika dia kehilangannya. Sesungguhnya, Allah Ta’ala berfirman: ‘Agar kalian tidak bersedih atas apa yang luput dari kalian dan tidak pula terlalu bergembira atas apa yang Dia berikan kepada kalian.’

2 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: أَتَرَانِي أَكُونُ مِنْ أَصْحَابِ الْمَهْدِيِّ؟ فَقَالَ: إِنَّكَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ، وَلَا يَكُونُ مِنْ أَصْحَابِهِ إِلَّا مَنْ زَهِدَ فِي الدُّنْيَا وَقَدْ زُيِّنَتْ لَهُ كَمَا تُزَيَّنُ الْعَرُوسُ لَيْلَةَ الزِّفَافِ، قُلْتُ: وَمَنْ زَهِدَ فِيهَا؟ فَقَالَ: مَنْ وَقَفَ نَفْسَهُ عَلَى الْآخِرَةِ، قُلْتُ: وَمَا عَلَامَتُهُ؟ فَقَالَ: مَؤُونَتُهُ خَفِيفَةٌ، وَآمَالُهُ قَصِيرَةٌ، وَأَمْوَالُهُ مَبْذُولَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، قُلْتُ: وَمَا؟ فَقَالَ: لَا يَطْلُبُ الرِّئَاسَةَ، وَلَا يَكْسِبُ فَوْقَ الْحَاجَةِ، بَدَنُهُ مِنْهُ فِي تَعَبٍ، وَالنَّاسُ مِنْهُ فِي رَاحَةٍ، إِنْ شَهِدَ لَمْ يُعْرَفْ، وَإِنْ غَابَ لَمْ يُفْتَقَدْ، إِذَا خَلَا بِنَفْسِهِ ذَكَرَ اللَّهَ، وَإِذَا خَالَطَ النَّاسَ ذَكَّرَهُمْ بِهِ، قَلِيلٌ ضَحْكُهُ وَطَعَامُهُ وَنَوْمُهُ، وَكَثِيرٌ بُكَاؤُهُ وَتَهَجُّدُهُ وَصَوْمُهُ، لَا يَخَافُ فِي اللَّهِ قَتْلًا وَلَا سِجْنًا وَلَا لَوْمَةَ لَائِمٍ، لَا يَعْمَلُ لِلسُّلْطَانِ وَلَا يَسْأَلُ غَيْرَ الْإِخْوَانِ وَإِنْ مَاتَ جُوعًا، لَوْ قِيلَ لَهُ: اخْرُجِ السَّاعَةَ لَخَرَجَ وَلَمْ يَنْظُرْ إِلَى مَا خَلْفَهُ، هَذَا مَنْ زَهِدَ فِي الدُّنْيَا، وَإِنْ عَاشَ وَاسْتَقَامَ سَيَكُونُ مِنْ أَصْحَابِ الْمَهْدِيِّ.

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Apakah engkau berpikir bahwa aku akan menjadi sahabat al-Mahdi?” Maka beliau berkata “Engkau adalah seorang mukmin, tetapi tidaklah termasuk sahabat beliau kecuali orang yang zuhud terhadap dunia, padahal dunia itu telah dihiasi baginya sebagaimana pengantin dihiasi pada malam pernikahan.” Aku berkata: “Siapakah orang zuhud di dunia?” Maka beliau berkata: “Orang yang mengabdikan dirinya untuk Akhirat.” Aku berkata: “Apa tandanya?” Maka beliau berkata: “Pengeluarannya sedikit, harapannya pendek, dan hartanya digunakan di jalan Allah.” Aku berkata: “Apa lagi?” Maka beliau berkata: “Dia tidak mencari kepemimpinan, tidak mencari harta melebihi kebutuhannya; tubuhnya berada dalam kepayahan karena dirinya sendiri, manusia merasa nyaman darinya; jika dia hadir, dia tidak dikenal dan jika dia tidak hadir, dia tidak dicari; ketika dia sendiri, dia mengingat Allah, dan ketika bergaul dengan manusia, dia mengingatkan mereka kepada-Nya; sedikit tertawanya, makannya, dan tidurnya, banyak tangisnya, salat malamnya, dan puasanya; di jalan Allah, dia tidak takut terhadap pembunuhan, penjara, maupun celaan orang yang mencela; dia tidak bekerja untuk pemerintah dan tidak meminta kecuali kepada saudara-saudaranya meskipun dia mati karena lapar; seandainya dikatakan kepadanya: ‘Keluarlah (dari rumah dan kehidupanmu) sekarang’, niscaya dia akan keluar tanpa menoleh kepada apa yang ditinggalkannya. Inilah orang yang zuhud di dunia, dan jika dia hidup dan saleh, maka dia akan menjadi sahabat al-Mahdi.”

Penjelasan ucapan:

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sifat-sifat para sahabat al-Mahdi, silakan rujuk Tanya Jawab 126 dalam situs bahasa Arab.

↑[1] . Al-Hadid/ 23
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]