Senin, 20 April 2026 / 2 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ يَقُولُ: الْعِلْمُ لَا يُبَاعُ -يَعْنِي الْعِلْمَ بِالدِّينِ- وَمَنْ بَاعَهُ فَقَدِ اشْتَرَى بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا، قُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، وَاللَّهِ إِنَّهُمْ لَيَبِيعُونَهُ، ثُمَّ يَمْنَعُونَ النَّاسَ مِنْ نَشْرِهِ حِرْصًا عَلَى الرِّبْحِ! فَقَالَ: أُولَئِكَ الَّذِينَ ﴿اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[1].

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata: “Ilmu tidak boleh diperjualbelikan (yakni ilmu agama) dan barang siapa menjualnya, maka dia telah menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit.” Aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu! Demi Allah, mereka benar-benar menjualnya, kemudian melarang manusia untuk menyebarkannya karena tamak terhadap keuntungan.” Maka beliau berkata: “Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit dan kemudian menghalangi (manusia) dari jalan-Nya. Sesungguhnya, amat buruk apa yang mereka kerjakan.”

2 . أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الدَّامْغَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: إِنَّ مِنْ أَبْغَضِ عِبَادِ اللَّهِ إِلَيْهِ عَبْدًا آتَاهُ اللَّهُ عِلْمًا فَأَرَادَ بِهِ مَنْفَعَةَ الدُّنْيَا، فَمَنَعَهُ مِنَ الْفُقَرَاءِ وَعَرَضَهُ عَلَى الْأَغْنِيَاءِ، لِيَشْتَرِيَ بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا وَيَصُدَّ عَنْ سَبِيلِهِ، ﴿أُولَئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ[2].

Terjemahan ucapan:

Ali bin Isma’il ad-Damghani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata: “Sesungguhnya, termasuk hamba Allah yang paling dibenci oleh-Nya adalah seorang hamba yang Allah beri ilmu, kemudian dia menginginkan dengannya keuntungan dunia, maka dia menahannya dari orang-orang fakir dan menawarkannya kepada orang-orang kaya, agar dia menukar ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit dan menghalangi dari jalan-Nya! ‘Mereka itu tidaklah memasukkan ke dalam perut mereka selain api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka dan tidak pula menyucikan mereka pada hari Kiamat, dan bagi mereka azab yang pedih.’

3 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْهَرَوِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنِ الرَّجُلِ يَبِيعُ كِتَابًا أَوْ شَيْئًا آخَرَ لَا يُوجَدُ عِنْدَ غَيْرِهِ، فَيَشْتَرِطُ عَلَى الْمُشْتَرِي أَنْ لَا يَبِيعَهُ وَلَا يَهَبَهُ أَحَدًا، لِيَرْجِعَ النَّاسُ إِلَيْهِ فَيَشْتَرُوا مِنْهُ، قَالَ: لَمْ يَبِعْهُ إِذًا، قُلْتُ: أَلَيْسَ قَدْ جَاءَ: «الْمُسْلِمُونَ عِنْدَ شُرُوطِهِمْ»؟ قَالَ: بَتَرْتَ الْحَدِيثَ، إِنَّمَا جَاءَ: «الْمُسْلِمُونَ عِنْدَ شُرُوطِهِمْ، إِلَّا شَرْطًا حَرَّمَ حَلَالًا أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا»، ثُمَّ قَالَ: مَنِ اشْتَرَى شَيْئًا اشْتَرَى بَيْعَهُ وَهِبَتَهُ.

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Abdurahman al-Harawi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang seseorang yang menjual sebuah buku atau sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, kemudian dia mensyaratkan kepada pembeli agar tidak menjualnya dan tidak memberikannya kepada siapa pun supaya orang-orang kembali kepadanya dan membeli darinya. Beliau berkata: “Berarti dia belum benar-benar menjualnya.” Aku berkata: “Bukankah telah diriwayatkan: ‘Umat muslim terikat dengan syarat-syarat mereka’?” Beliau berkata: “Engkau memotong Hadis itu. Telah diriwayatkan: ‘Umat muslim terikat dengan syarat-syarat mereka, kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.’” Kemudian beliau berkata: “Barang siapa membeli sesuatu, maka dia juga telah membeli (kemungkinan) untuk menjualnya kembali dan menghibahkannya.”

4 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدصَادِقٍ الْإِصْفَهَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنِ الرَّجُلِ يَكُونُ لَهُ عِلْمٌ، فَيَكْتُبُ كِتَابًا، أَلَهُ أَنْ يَبِيعَهُ مِنَ النَّاسِ فَيَرْبَحَ عَلَيْهِمْ؟ قَالَ: لَا يَنْبَغِي لَهُ ذَلِكَ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ كِتَابًا يَنْفَعُهُمْ فِي دُنْيَاهُمْ، قُلْتُ: أَلَهُ أَنْ يَشْتَرِطَ عَلَيْهِمْ أَنْ يَكْتُمُوهُ، فَلَا يَبِيعُوهُ وَلَا يَهَبُوهُ، لِيَزْدَادَ بِذَلِكَ رِبْحًا، إِنْ كَانَ كِتَابًا يَنْفَعُهُمْ فِي دُنْيَاهُمْ؟ قَالَ: لَيْسَ لَهُ أَنْ يَشْتَرِطَ مَا يُخَالِفُ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، قُلْتُ: فَمَنْ يَرْغَبُ بَعْدَ هَذَا فِي الْكِتَابَةِ؟! قَالَ: إِنَّمَا يَرْغَبُ فِيهَا مَنْ يَبْتَغِي فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا، وَهُوَ أَحَقُّ بِهَا وَأَهْلُهَا، وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى، فَمَكَثَ هُنَيَّةً ثُمَّ قَالَ: عَلَى الْإِمَامِ أَنْ يُنْفِقَ عَلَيْهِ مِنْ بَيْتِ الْمَالِ، أَوْ يَجْعَلَ لَهُ جَائِزَةً، إِنْ كَانَ كِتَابُهُ مِمَّا يَنْفَعُ النَّاسَ، ﴿إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ[3].

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Muhammad Sadiq al-Isfahani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Yang Mulia tentang seseorang yang memiliki ilmu lalu menulis sebuah buku, apakah dia boleh menjualnya kepada orang-orang untuk mendapatkan keuntungan? Beliau berkata: “Tidak pantas baginya melakukan itu, kecuali jika buku itu bermanfaat bagi urusan dunia mereka.” Aku berkata: “Jika buku itu bermanfaat bagi dunia mereka, apakah dia boleh mensyaratkan agar mereka merahasiakannya sehingga mereka tidak menjualnya dan tidak menghibahkannya agar dengan itu keuntungannya bertambah?” Beliau berkata: “Tidak halal baginya mensyaratkan sesuatu yang bertentangan dengan Kitab Allah ‘Azza wa Jalla.” Aku berkata: “Kalau begitu, siapa yang tertarik untuk menulis setelah ini?!” Beliau berkata: “Yang tertarik menulis hanyalah orang yang mencari karunia dan keridaan Allah, dan dialah yang paling berhak dan paling pantas melakukannya, dan apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik dan lebih kekal.” Kemudian beliau diam sejenak lalu berkata: “Menjadi kewajiban Imam untuk memberi nafkah kepadanya dari Baitul Mal atau memberikan hadiah kepadanya jika bukunya termasuk yang bermanfaat bagi manusia, ‘sesungguhnya, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.’

5 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَمَّا رُوِيَ عَنْ أَهْلِ الْبَيْتِ أَنَّ رِبْحَ الْمُؤْمِنِ عَلَى الْمُؤْمِنِ رِبًا، فَقَالَ: لَا أَعْرِفُهُ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ فِي الْعِلْمِ، فَإِنَّهُ لَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَرْبَحَ عَلَيْهِ فِيمَا يُعْطِيهِ مِنْ كِتَابٍ أَوْ شَيْءٍ فِيهِ قُرْآنٌ أَوْ سُنَّةٌ، وَلَكِنْ يَسْأَلُ مَا أَنْفَقَ، أَوْ يَحْتَسِبُ.

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Ibrahim as-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang riwayat dari Ahlul Bait bahwa keuntungan seorang mukmin atas mukmin lainnya adalah riba, maka beliau berkata: “Aku tidak mengetahuinya, kecuali dalam hal ilmu, karena tidak halal baginya mengambil keuntungan darinya melalui apa yang dia berikan berupa buku atau sesuatu yang di dalamnya terdapat Al-Qur’an atau Sunah, tetapi dia boleh meminta (sekadar) apa yang telah dia keluarkan (biayanya), atau dia mengikhlaskannya (mengharap pahala dari Allah).”

6 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ الْخُرَاسَانِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: رُبَّمَا يَقُولُ أَحَدُهُمْ بِبَعْضِ قَوْلِكَ وَلَا يُسْنِدُهُ إِلَيْكَ كَأَنَّهُ شَيْءٌ رَآهُ، فَقَالَ: هُوَ عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الْكَاذِبِينَ، ثُمَّ قَالَ: بَلَغَ جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ أَنَّ رَبِيعَةَ الرَّأْيِ يَقُولُ: مِنْ رَأْيِي أَنَّ الْقُرُوءَ فِي كِتَابِ اللَّهِ أَطْهَارٌ، فَقَالَ: «كَذَبَ، مَا هُوَ مِنْ رَأْيِهِ، إِنَّمَا هُوَ شَيْءٌ بَلَغَهُ عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ».

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf al-Khorasani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Mungkin salah seorang dari mereka mengucapkan sebagian dari ucapanmu tetapi tidak menisbatkannya kepadamu, seakan-akan itu adalah pendapatnya sendiri.” Maka beliau berkata: “Di sisi Allah, dia termasuk orang-orang yang berdusta.” Kemudian beliau berkata: “Telah sampai kepada Ja’far bin Muhammad bahwa Rabi’ah ar-Ra’yi berkata: ‘Menurut pendapatku, kata al-quru’ dalam Kitab Allah berarti masa-masa suci.’ Maka beliau berkata: ‘Dia berdusta, itu bukan dari pendapatnya, melainkan sesuatu yang sampai kepadanya dari Ali (Alaihis Salam).’

Penjelasan ucapan:

Untuk penjelasan ucapan-ucapan yang penting dan mencerahkan ini, rujuk Tanya Jawab 90 dalam situs bahasa Arab.

↑[1] . At-Taubah/ 9
↑[2] . Al-Baqarah/ 174
↑[3] . At-Taubah/ 120
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]