Senin, 24 Agustus 2026 / 11 Rabiul Awal 1448 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Pertanyaan baru: Para Imam Ahlul Bait tidak pernah mengambil emas untuk diri mereka sendiri walaupun hanya seberat satu mitsqal selama mereka masih hidup. Bagaimana mungkin makam-makam mereka dipenuhi dengan emas?! Klik di sini untuk membaca jawaban. Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Tanya Jawab
 

Apa pendapat Allamah Khorasani tentang al-Abdal?

Yang dimaksud dengan “al-Abdal” adalah sejumlah wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang saleh. Mereka dinamakan demikian karena setiap kali salah seorang dari mereka wafat, Allah menggantinya dengan orang lain, sehingga bumi tidak pernah kosong dari mereka, atau karena mereka merupakan pengganti para Nabi. Keyakinan tentang adanya al-Abdal telah terkenal di kalangan ulama salaf, tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwa seorang pun dari mereka mengingkarinya, padahal pembahasan ini telah tersebar luas di tengah mereka. Oleh karena itu, sebagian ulama menganggapnya sebagai ijma’ salaf. Akan tetapi, para ulama belakangan berbeda pendapat mengenai keberadaan al-Abdal. Sebagian mengingkarinya dan sebagian lagi menpercayainya. Di antara yang mengingkarinya adalah Ibnu al-Jawzi (w. 597 H); sebagaimana dia memasukkan riwayat-riwayat tentang al-Abdal ke dalam bukunya dalam bagian hadis palsu dan mengkritik satu per satu riwayat tersebut[1]. Demikian pula Ibnu Taimiyyah (w. 728 H), sebagaimana dia mengingkari bahwa kata “al-Abdal” terdapat dalam hadis sahih maupun hadis dhaif yang masih mungkin diterima, kecuali sebuah riwayat yang sanadnya terputus[2]. Pernyataan ini dikritik keras oleh al-Manawi (w. 1031 H), dia berkata: «قَدْ أَبَانَتْ هَذِهِ الدَّعْوَى عَنْ تَهَوُّرِهِ وَمُجَازَفَتِهِ، وَلَيْتَهُ نَفَى الرُّؤْيَةَ، بَلْ نَفَى الْوُجُودَ، وَكَذَّبَ مَنِ ادَّعَى الْوُرُودَ»[3]; “Klaim ini menunjukkan sikap kecerobohan dan keberaniannya yang berlebihan. Seandainya dia hanya mengingkari kemungkinan melihat (al-Abdal), tetapi dia justru mengingkari keberadaan mereka, bahkan mendustakan orang yang menyatakan bahwa riwayat tentangnya memang ada.” Di antara mereka yang meyakini keberadaan al-Abdal adalah as-Suyuti (w. 911 H), sebagaimana dia mengatakan dalam al-Nukat al-Badi‘at: “Riwayat tentang al-Abdal adalah sahih, bahkan bisa dikatakan mutawatir. Aku telah menulis sebuah karya khusus yang menghimpun seluruh jalur hadis yang berkaitan dengan masalah ini. Kesimpulannya adalah Ibnu Asakir meriwayatkannya dari Umar melalui dua jalur periwayatan. Ahmad, at-Tabarani, al-Hakim, dan lainnya meriwayatkannya dari Ali melalui lebih dari sepuluh jalur periwayatan, beberapa di antaranya memenuhi syarat kesahihan. Juga diriwayatkan dari Anas melalui enam jalur periwayatan, salah satunya terdapat dalam al-Mu‘jam al-Awsat karya at-Tabarani. Al-Haitsami menilainya hasan dalam Majma‘ al-Zawa’id. Ahmad meriwayatkannya dari Ubadah bin Samit dengan sanad sahih, serta dari Ibnu Abbas dengan sanad sahih dalam Kitab al-Zuhd. Diriwayatkan dari Ibnu Umar melalui tiga jalur periwayatan dalam al-Mu‘jam al-Kabir karya at-Tabarani, Karamat al-Awliya’ karya al-Khallal, dan al-Hilyat karya Abu Nu’aim. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud melalui dua jalur periwayatan dalam al-Mu‘jam al-Kabir dan al-Hilyat. At-Tabarani meriwayatkannya dari Auf bin Malik dengan sanad hasan. Ad-Daylami meriwayatkannya dari Mu’adz bin Jabal. Al-Baihaqi meriwayatkannya dari Abu Sa’id al-Khudri dalam Shu‘ab al-Iman. Diriwayatkan dari Abu Hurairah melalui jalur selain yang disebutkan oleh Ibnu al-Jawzi, yaitu jalur yang diriwayatkan al-Khallal dalam Karamat al-Awliya’. Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baihaqi, dan lainnya meriwayatkannya dari Ummu Salamah ... Semua ini, tanpa diragukan lagi mencapai derajat mutawatir secara makna, sehingga menghasilkan keyakinan yang pasti tentang keberadaan al-Abdal.”

Bagaimanapun juga, tidak sepatutnya diragukan bahwa bumi tidak pernah kosong dari wali-wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang saleh, baik riwayat-riwayat tentang al-Abdal itu sahih maupun tidak; karena Allah Ta’ala berfirman: ﴿وَمِمَّنْ خَلَقْنَا أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِالْحَقِّ وَبِهِ يَعْدِلُونَ[4]; “Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan terdapat suatu golongan yang memberi petunjuk dengan kebenaran dan dengan kebenaran itu pula mereka berlaku adil.” Yang paling pasti termasuk dalam golongan ini adalah para khalifah Allah di bumi; karena merekalah pengganti para Nabi. Setiap kali salah seorang dari mereka wafat, Allah menggantikannya dengan yang lain, sehingga bumi tidak pernah kosong dari mereka. Hal ini juga ditegaskan oleh firman Allah Ta’ala: ﴿إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً[5]; “Sesungguhnya, Aku Yang Menetapkan seorang khalifah di bumi”; sebagaimana diriwayatkan dari Khalid bin al-Haitsam al-Farisi, dia berkata: «قُلْتُ لِأَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا عَلَيْهِ السَّلَامُ: إِنَّ النَّاسَ يَزْعُمُونَ أَنَّ فِي الْأَرْضِ أَبْدَالًا، فَمَنْ هَؤُلَاءِ الْأَبْدَالُ؟ قَالَ: صَدَقُوا، الْأَبْدَالُ هُمُ الْأَوْصِيَاءُ، جَعَلَهُمُ اللَّهُ فِي الْأَرْضِ بَدَلَ الْأَنْبِيَاءِ إِذَا رُفِعَ الْأَنْبِيَاءُ وَخُتِمُوا بِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ»[6]; “Aku berkata kepada Abu al-Hasan ar-Rida (Alaihis Salam): ‘Sesungguhnya, orang-orang mengatakan bahwa di bumi ada al-Abdal. Siapakah al-Abdal itu?’ Beliau berkata: ‘Mereka benar. al-Abdal adalah para wasi. Allah menjadikan mereka di bumi sebagai pengganti para Nabi setelah para nabi diangkat dan ditutup dengan Muhammad (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam).’”

↑[1] . Lihat al-Mawdu‘at oleh Ibnu al-Jawzi, vol. 3, hal. 152.
↑[2] . Lihat Majmu‘ah al-Rasa’il Wa al-Masa’il oleh Ibnu Taimiyyah, vol. 1, hal. 46.
↑[3] . Fayd al-Qadir oleh al-Manawi, vol. 3, hal. 170
↑[4] . Al-A‘raf/ 181
↑[5] . Al-Baqarah/ 30
↑[6] . Al-Ihtijaj oleh at-Tabarsi, vol. 2, hal. 231
Pusat Informasi Kantor Mansur Hasyimi Khorasani Bagian menjawab pertanyaan
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Ajukan Pertanyaan
Pengguna yang terhormat! Anda dapat menuliskan pertanyaan terkait pendapat Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (semoga Allah melindunginya) pada formulir di bawah ini dan mengirimkannya kepada kami untuk dijawab di bagian ini.
Perhatian: Nama Anda mungkin akan ditampilkan sebagai penulis pertanyaan ini di situs web.
Perhatian: Dikarenakan tanggapan kami akan dikirimkan ke alamat email Anda dan tidak akan dipublikasikan di situs web, maka penting untuk menuliskan alamat email Anda dengan benar.