Jum’at, 26 Juni 2026 / 11 Muharam 1448 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Pertanyaan baru: Apa alasan Mansur Hasyimi Khorasani menggunakan panji-panji hitam? Klik di sini untuk membaca jawaban. Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Tanya Jawab
 

Apakah mukjizat numerik Al-Qur’an itu benar? Sebagai contoh, sebagian orang mengatakan bahwa jumlah ayat yang memuat kata “Imam” atau “para Imam” ada dua belas, dan ini merupakan bukti bahwa para Imam setelah Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) berjumlah dua belas. Apakah penalaran seperti ini benar?

Tidak ada sesuatu pun dalam Kitab Allah kecuali memiliki hikmah, dan jumlah kata-kata di dalamnya tidak terkecuali dari kaidah ini. Akan tetapi, hal itu tidak dapat dianggap sebagai dalil untuk menetapkan suatu akidah atau amalan; karena ia tidak bersifat tegas bahkan juga tidak jelas dalam menunjukkan hal tersebut. Karena alasan ini, tidak seorang pun dari Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) atau para sahabat beliau yang menjadikannya sebagai dalil untuk menetapkan suatu akidah atau amalan. Orang-orang yang beriman wajib meneladani mereka, serta mencari dalil untuk akidah dan amalan mereka pada sesuatu yang lebih jelas daripada itu, yaitu nash Al-Qur’an atau makna lahiriah Al-Qur’an, atau sesuatu yang terbukti berasal dari Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) melalui riwayat-riwayat mutawatir. Tidak mengapa menjadikan mukjizat numerik Al-Qur’an sebagai penguat dan pendukung setelah dalil sahih, karena banyak bukti pendukung yang pengaruhnya lebih besar daripada dalil itu sendiri!

Pusat Informasi Kantor Mansur Hasyimi Khorasani Bagian menjawab pertanyaan
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]
Ajukan Pertanyaan
Pengguna yang terhormat! Anda dapat menuliskan pertanyaan terkait pendapat Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (semoga Allah melindunginya) pada formulir di bawah ini dan mengirimkannya kepada kami untuk dijawab di bagian ini.
Perhatian: Nama Anda mungkin akan ditampilkan sebagai penulis pertanyaan ini di situs web.
Perhatian: Dikarenakan tanggapan kami akan dikirimkan ke alamat email Anda dan tidak akan dipublikasikan di situs web, maka penting untuk menuliskan alamat email Anda dengan benar.