Jum’at, 26 Juni 2026 / 11 Muharam 1448 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Pertanyaan baru: Apa alasan Mansur Hasyimi Khorasani menggunakan panji-panji hitam? Klik di sini untuk membaca jawaban. Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Tanya Jawab
 

Kebenaran Yang Mulia Mansur lebih jelas daripada matahari. Tolong beri tahu saya bagaimana saya bisa bergabung dengan beliau? Ke mana saya harus datang? Apakah saya harus datang ke Afghanistan atau Tajikistan? Apa yang perlu saya bawa? Apakah kalian memiliki tempat di mana saya bisa tinggal? Apakah saya bisa membawa istri dan anak-anak saya? Mengingat mereka semua sepakat dengan saya, Alhamdulillah, dan mereka adalah pelayan Yang Mulia Mansur. Saya ingin menjadi salah seorang yang menyertai panglima tertinggi Khorasan untuk menolong al-Mahdi. Tolong bantu saya.

Wahai saudara mukmin!

Kebenaran Yang Mulia Mansur lebih jelas daripada matahari bagi orang-orang seperti Anda, yang berpegang pada kriteria untuk mengetahui dan terbebas dari hambatan-hambatan untuk mengetahui, serta tidak memiliki keterikatan dengan dunia. Adapun orang-orang yang telah memasukkan kepala mereka ke palung kekuasaan, kekayaan, atau ketenaran, dan dikelilingi oleh seribu bentuk kebodohan, fanatisme, dan kesombongan, maka mereka tidak melihat kebenaran ulama agung ini meskipun sangat jelas, bahkan mereka tidak ingin melihatnya. Mereka adalah orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah dan rida dengan para pelindung mereka. Maka, para pelindung itu telah mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan dan menjadikan mereka setan-setan dalam bentuk manusia. Mereka melakukan fitnah, berdusta, menyembunyikan kebenaran dan menutupinya dengan kebatilan, serta membelokkan manusia dari jalan Allah demi menyenangkan para pelindung mereka, dan meskipun dengan seluruh kefasikan ini, mereka mengira bahwa mereka sedang berbuat baik! Tidak diragukan lagi, akhir mereka akan sama dengan akhir orang-orang yang dahulu memerangi teman Allah dan bersekutu melawan mereka bersama para penguasa zaman mereka, dan akhir mereka tidak lain hanyalah laknat abadi di dunia dan azab abadi di Akhirat. Seandainya mereka tidak berdiri menentang dakwah para Nabi dan anak-anak para Nabi atau menghalangi manusia dari menjawab seruan itu, niscaya bumi tidak akan dipenuhi kezaliman sedemikian rupa. Bahkan, mungkin bumi telah dipenuhi keadilan sejak dahulu dengan mudah. Namun sayangnya, orang-orang celaka ini memusuhi kebenaran dan menentangnya dengan seluruh kekuatan mereka, meskipun kelalaian orang-orang yang beriman dalam mendukung kebenaran juga memiliki pengaruh besar terhadap dominasi kezaliman; karena banyak orang-orang yang beriman tidak menjalankan peran mereka dalam mendukung kebenaran. Dengan sikap diam serta ketidakhadiran mereka, mereka membiarkan lapangan kosong untuk pergerakan orang-orang yang celaka tersebut dan membuka jalan bagi pelanggaran mereka lebih dari sebelumnya. Padahal, seandainya mereka merasakan tanggung jawab mereka terhadap kebenaran dan bangkit membelanya di hadapan kebatilan, niscaya keseimbangan akan berubah berpihak kepadanya dan kondisi untuk mewujudkan tujuan para Nabi dan anak-anak para Nabi akan benar-benar menjadi siap.

Adapun pernyataan Anda tentang kesiapan berhijrah kepada Yang Mulia Mansur merupakan langkah ke arah tersebut. Oleh karena itu, kami menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda sebagai berikut: Hijrah orang-orang yang beriman ke Khorasan adalah suatu perkara yang tidak dapat dihindari; sebagaimana Yang Mulia Mansur berkata dalam sebagian hikmahnya: «لَا يَخْرُجُ الْمَهْدِيُّ حَتَّى يَنْزِلَ الْمَلَائِكَةُ، وَلَا يَنْزِلُونَ حَتَّى يَجْتَمِعَ الْمُؤْمِنُونَ بِخُرَاسَانَ، وَالْمُنَافِقُونَ بِالشَّامِ»[1]; “Al-Mahdi tidak akan muncul hingga para Malaikat turun, dan mereka tidak akan turun hingga orang-orang yang beriman berkumpul di Khorasan dan orang-orang munafik berkumpul di Syam.” Inilah yang dipahami dari riwayat-riwayat mutawatir terkait hal ini; sebagaimana diriwayatkan dari Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) merujuk kepada tokoh Khorasani yang mempersiapkan jalan bagi kemunculan al-Mahdi: «فَأْتُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ»[2]; “Datangilah dia walaupun kalian harus merangkak di atas salju.” Namun, sekarang belum waktunya untuk itu; karena orang-orang yang beriman masih sedikit, dan dalam keadaan seperti ini, mereka tinggal di negeri mereka masing-masing lebih bermanfaat daripada berhijrah ke Khorasan; mengingat secara alami mereka lebih mampu berdakwah di negeri mereka sendiri jika mereka ingin menolong. Jika mereka tidak mampu melakukannya di negeri mereka, maka di Khorasan mereka akan lebih tidak mampu lagi! Oleh karena itu, mereka harus menyeru kepada Allah dan khalifah-Nya di negeri mereka masing-masing, serta mengumpulkan sebanyak mungkin keluarga dan kaum mereka. Kemudian barulah memikirkan hijrah ke Khorasan; karena orang yang tidak dapat memberi manfaat kepada Imamnya di negerinya sendiri, tempat di mana dia merasa nyaman dan memiliki kenalan serta fasilitas, bagaimana mungkin dia dapat memberi manfaat kepada beliau di negeri asing?! Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: ﴿وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ[3]; “Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat”, dan berfirman: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ[4]; “Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang dekat dengan kalian”, dan berfirman: ﴿أَتَى أَمْرُ اللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ[5]; “Perintah Allah telah datang, maka janganlah kalian meminta agar ia disegerakan.” Ya, apabila orang-orang yang beriman telah menunaikan kewajiban mereka di negeri mereka masing-masing hingga keberadaan mereka di sana tidak lagi bermanfaat, maka jalan bagi hijrah mereka ke Khorasan akan dipersiapkan, dan pada saat itu, seluruh informasi yang diperlukan untuk tujuan tersebut akan diberikan kepada mereka, InSyaAllah.

Semoga Allah meneguhkan kaki orang-orang yang beriman di atas iman dan memberi mereka taufik untuk berhijrah dan berjihad di jalan-Nya; karena Dia mencintai orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya dan mengutamakan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya atas orang-orang yang duduk diam; sebagaimana Dia berfirman: ﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ[6]; “Orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka memiliki derajat yang lebih tinggi di sisi Allah, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Berbahagialah orang-orang yang keluar dari rumah mereka untuk menolong al-Mahdi; karena mereka tidak akan kembali ke rumah mereka dalam keadaan malu, dan celakalah orang-orang yang tetap tinggal di rumah mereka demi menolong yang lain, karena mereka akan diusir dari rumah-rumah mereka dalam keadaan hina, dan bumi adalah warisan bagi orang-orang saleh.

↑[1] . Ucapan 84, bagian 1
↑[2] . Untuk konten ini dalam sumber terpenting Sunni, lihat al-Fitn oleh Ibnu Hammad, hal. 188; Musannaf Ibnu Abi Shaybah, vol. 8, hal. 697; Musnad Ahmad, vol. 5, hal. 277; Sunan Ibnu Majah, vol. 2, hal. 1366; Sunan Abu Dawud, vol. 2, hal. 311; Musnad al-Bazzar, vol. 4, hal. 310; al-Musnad oleh as-Syasyi, vol. 1, hal. 347; al-Mu‘jam al-Awsat oleh at-Tabarani, vol. 6, hal. 29; al-Kamil oleh Ibnu Adi, vol. 4, hal. 227; al-Mustadrak Ala al-Sahihain oleh al-Hakim, vol. 4, hal. 464; Dala’il al-Nubuwwah oleh al-Bayhaqi, vol. 6, hal. 516; dan dalam sumber terpenting Syiah, lihat Manaqib Amir al-Mu’minin oleh Muhammad bin Sulaiman al-Kufi, vol. 2, hal. 110; Dala’il al-Imamah oleh at-Tabari al-Imami, hal. 442 dan 446; al-Ghaybah oleh an-Nu’mani, hal. 281; Sharh al-Akhbar Fi Fada’il al-A’immah al-Athar oleh Ibnu Hayyun, vol. 3, hal. 401; al-Malahim Wa al-Fitan oleh Sayyid bin Tawus, hal. 119; al-Dur al-Nazim oleh Ibnu Abi Hatim, hal. 798, 799, dan 800.
↑[3] . Asy-Syu‘ara’/ 214
↑[4] . At-Taubah/ 123
↑[5] . An-Nahl/ 1
↑[6] . At-Taubah/ 20
Pusat Informasi Kantor Mansur Hasyimi Khorasani Bagian menjawab pertanyaan
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]
Ajukan Pertanyaan
Pengguna yang terhormat! Anda dapat menuliskan pertanyaan terkait pendapat Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (semoga Allah melindunginya) pada formulir di bawah ini dan mengirimkannya kepada kami untuk dijawab di bagian ini.
Perhatian: Nama Anda mungkin akan ditampilkan sebagai penulis pertanyaan ini di situs web.
Perhatian: Dikarenakan tanggapan kami akan dikirimkan ke alamat email Anda dan tidak akan dipublikasikan di situs web, maka penting untuk menuliskan alamat email Anda dengan benar.