Bagaimana saya dapat mengetahui fatwa Allamah Mansur Hasyimi Khorasani mengenai berbagai persoalan seperti salat, puasa, dan lainnya?
Apakah beliau tidak memiliki buku kumpulan fatwa?
Bagaimana saya dapat mengetahui fatwa Allamah Mansur Hasyimi Khorasani mengenai berbagai persoalan seperti salat, puasa, dan lainnya?
Apakah beliau tidak memiliki buku kumpulan fatwa?
Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani
percaya bahwa beramal berdasarkan fatwa seorang fakih tanpa mengetahui dalilnya merupakan taklid buta yang tidak dibolehkan dalam Islam[1]. Oleh karena itu, mengamalkan kumpulan fatwa yang hanya memuat fatwa-fatwa seorang fakih tanpa menyertakan dalil-dalilnya tidaklah mencukupi, dan untuk mengetahui hukum agama, seorang mukallaf (orang yang telah dibebani kewajiban hukum Syariat) tidak memiliki pilihan selain merujuk secara langsung kepada Al-Qur’an dan Sunah sehingga dia dapat melihat dengan matanya sendiri hukum yang terdapat di dalam keduanya. Bahkan apabila dia mengaku tidak memiliki kemampuan atau waktu untuk melakukan hal itu, maka setidaknya dia harus bersungguh-sungguh meminta kepada seorang fakih yang adil agar menjelaskan hukum agama beserta dalilnya, sehingga dia dapat menelitinya. Jika dalil tersebut mencukupi, maka dia harus mengamalkannya, dan jika tidak mencukupi, maka di satu sisi dia harus berusaha mencapai Khalifah Allah di bumi, dan di sisi lain mengamalkan kaidah-kaidah hukum yang bersifat dasar dan praktis.
Dari sini dapat dipahami bahwa Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani
tidak memiliki kumpulan fatwa, dan memang tidak patut bagi beliau memiliki buku semacam itu. Buku seperti itu hanyalah milik para ulama yang keliru, yang tidak mengetahui bahwa taklid buta tidak dibolehkan dalam Islam, sementara larangannya sudah jelas sehingga tidak perlu dibuktikan! Oleh karena itu, fatwa Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani
hanya dipublikasikan dengan menyertakan dalil-dalil yang mencukupi dari Al-Qur’an dan Sunah. Siapa pun yang ingin mengetahui fatwa beliau mengenai suatu persoalan hendaknya mengunjungi bagian “Tanya Jawab” pada situs resmi kantor beliau, kemudian mencarinya dalam “Pokok Bahasan” atau menggunakan fitur “Cari”. Apabila tidak menemukannya melalui kedua cara tersebut, maka dapat mengirimkan pertanyaan melalui email yang tersedia di situs atau mengisi formulir ”Ajukan Pertanyaan” pada bagian Tanya Jawab, sehingga kami dapat memberikan bimbingan kepadanya, InSyaAllah. Jelas bahwa ini merupakan upaya paling minimal dalam menuntut ilmu. Barang siapa menganggap usaha sekecil ini terlalu berat, maka dia tidak memiliki kelayakan untuk memperoleh ilmu. Dan barang siapa tidak memiliki kelayakan untuk memperoleh ilmu, maka dia tidak memiliki kelayakan untuk memperoleh Surga; karena Surga bukanlah tempat tinggal bagi orang-orang bodoh atau malas!