Bagaimana mengetahui ulama paling berilmu pada suatu zaman?
Hanya orang yang mengetahui seluruh manusia yang dapat mengetahui siapa orang yang paling berilmu; karena di antara manusia, ada ulama-ulama yang tidak dikenal dan menghindari popularitas demi menjaga agamanya, dan ulama-ulama yang para penguasa zalim menghalangi manusia untuk mengenal dan menjangkau mereka, dan jelaslah bahwa tidak ada yang mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi selain Allah. Oleh karena itu, tidak ada pilihan selain kembali kepada Allah untuk mengetahui siapa orang yang paling berilmu. Dan kembali kepada Allah dapat dilakukan dengan kembali kepada Nabi-Nya; sebagaimana dahulu Bani Israil kembali kepada Nabi mereka, dan beliau menunjukkan kepada mereka siapa yang paling berilmu di antara mereka dengan sebuah wahyu dari Allah, orang itu adalah Talut; sebagaimana Nabi mereka berkata: ﴿إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ﴾[1]; “Sesungguhnya Allah telah memilihnya atas kalian dan menganugerahinya kelebihan dalam ilmu dan fisik.” Demikian pula, umat ini diberi petunjuk tentang siapa yang paling berilmu di antara mereka oleh Nabinya melalui wahyu dari Allah, dan beliau adalah khalifah Nabi dari kalangan Ahlul Baitnya; sebagaimana beliau bersabda: «انْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِي الثَّقَلَيْنِ: كِتَابُ اللَّهِ طَرَفٌ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَطَرَفٌ بِأَيْدِيكُمْ فَاسْتَمْسِكُوا بِهِ لَا تَضِلُّوا، وَالْآخَرُ عِتْرَتِي، وَإِنَّ اللَّطِيفَ الْخَبِيرَ نَبَّأَنِي أَنَّهُمَا لَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ، وَسَأَلْتُ ذَلِكَ لَهُمَا رَبِّي، فَلَا تَقْدُمُوهُمَا فَتَهْلَكُوا، وَلَا تَقْصُرُوا عَنْهُمَا فَتَهْلَكُوا، وَلَا تُعَلِّمُوهُمْ فَإِنَّهُمْ أَعْلَمُ مِنْكُمْ»[2]; “Perhatikanlah bagaimana kalian memperlakukan dua pusaka yang kutinggalkan sepeninggalku: Kitab Allah, yang satu ujungnya berada di tangan Allah Azza wa Jalla, sedangkan ujung lainnya berada di tangan kalian. Maka berpegangteguhlah kepadanya agar kalian tidak tersesat. Dan yang kedua adalah keluargaku. Sesungguhnya Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui telah memberitahuku bahwa keduanya tidak akan pernah berpisah hingga keduanya datang menemuiku di Telaga, dan aku telah memohon kepada Tuhanku agar keduanya tidak pernah terpisah. Karena itu, janganlah kalian mendahului keduanya, sebab kalian akan binasa, jangan pula kalian tertinggal dari keduanya, sebab kalian akan binasa, dan jangan mengajari keduanya, karena sesungguhnya mereka lebih berilmu daripada kalian”, dan bersabda: «لَا تُعَلِّمُوا أَهْلَ بَيْتِي فَهُمْ أَعْلَمُ مِنْكُمْ»[3]; “Janganlah kalian mengajari Ahlul Baitku, karena mereka lebih berilmu daripada kalian.” Namun, umat ini tidak menerima petunjuk Nabi mereka, sebagaimana Bani Israil dahulu tidak menerima petunjuk Nabi mereka; sebagaimana mereka berkata: ﴿أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ﴾[4]; “Bagaimana mungkin Talut memiliki kerajaan atas kami, padahal kami lebih berhak atas kerajaan daripada dia?!” Berdasarkan hal ini, tidak diragukan lagi bahwa yang paling berilmu pada setiap zaman adalah Imam pada zamannya dari keturunan Nabi
, dan pada zaman ini, beliau adalah al-Mahdi, yang tentangnya Nabi
bersabda: «الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي»[5]; “Al-Mahdi berasal dari keluargaku.” Akan tetapi, beliau hidup dalam keadaan tersembunyi dan tidak dikenal; karena beliau mengkhawatirkan keselamatannya dari para zalim, dan keadaan ini akan terus berlangsung hingga beliau merasa aman, yaitu ketika hati, lisan, dan tangan bersatu untuk menolong beliau, sebagaimana dijelaskan oleh Mansur dalam kitab-kitab beliau yang penuh cahaya serta dalam nasihat-nasihat beliau yang mulia
Adapun jika yang Anda maksud adalah ulama-ulama yang dikenal masyarakat selain al-Mahdi, maka manusia dapat mengetahui siapa yang paling berilmu di antara mereka dengan membandingkan pendapat dan amal perbuatan mereka; karena di antara mereka ada yang memiliki pandangan yang lebih dekat kepada akal dan Syariat serta lebih jauh dari dugaan, dan amal yang lebih dekat kepada keadilan dan ketakwaan dan lebih jauh dari keberpihakan kepada para penguasa zalim. Maka, beliaulah yang paling berilmu. Barang siapa mencari beliau dengan kejujuran dan sikap adil, niscaya Allah akan menunjukkan beliau kepadanya; karena keutamaan beliau atas ulama-ulama lainnya bagaikan keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang. Kami percaya bahwa beliau adalah Mansur, tanpa ada seorang pun yang menandinginya, dan segala karunia berada di tangan Allah; ﴿يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ﴾[6]; “Dia menganugerahkannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”