| Penulis: Ali Razi | Tanggal Penerbitan: 23/10/2015 |
Apakah mukjizat numerik Al-Qur’an itu benar? Sebagai contoh, sebagian orang mengatakan bahwa jumlah ayat yang memuat kata “Imam” atau “para Imam” ada dua belas, dan ini merupakan bukti bahwa para Imam setelah Nabi
berjumlah dua belas. Apakah penalaran seperti ini benar?
Tidak ada sesuatu pun dalam Kitab Allah kecuali memiliki hikmah, dan jumlah kata-kata di dalamnya tidak terkecuali dari kaidah ini. Akan tetapi, hal itu tidak dapat dianggap sebagai dalil untuk menetapkan suatu akidah atau amalan; karena ia tidak bersifat tegas bahkan juga tidak jelas dalam menunjukkan hal tersebut. Karena alasan ini, tidak seorang pun dari Ahlul Bait Nabi
atau para sahabat beliau yang menjadikannya sebagai dalil untuk menetapkan suatu akidah atau amalan. Orang-orang yang beriman wajib meneladani mereka, serta mencari dalil untuk akidah dan amalan mereka pada sesuatu yang lebih jelas daripada itu, yaitu nash Al-Qur’an atau makna lahiriah Al-Qur’an, atau sesuatu yang terbukti berasal dari Nabi
melalui riwayat-riwayat mutawatir. Tidak mengapa menjadikan mukjizat numerik Al-Qur’an sebagai penguat dan pendukung setelah dalil sahih, karena banyak bukti pendukung yang pengaruhnya lebih besar daripada dalil itu sendiri!
