Minggu, 25 Januari 2026 / 6 Sya’ban 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Empat belas ucapan dari Yang Mulia tentang berkabung atas Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) serta hukum-hukumnya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

Terjemahan ucapan:

Salah satu sahabat kami mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku melihat Mansur Hasyimi Khorasani bersandar pada pohon murbei, menasihati sekelompok orang, beliau berkata:

Wahai hamba-hamba Allah yang sibuk mengumpulkan harta dan berlomba-lomba meraih kekuasaan! Ketahuilah bahwa hidup kalian tidak pasti dan kematian kalian sudah dekat. Kubur telah digali untuk kalian dan kain kafan telah dipotong untuk kalian. Tak lama lagi dunia yang karenanya kalian bersusah payah, berbuat zalim, berdusta, dan merampas kehormatan orang lain, akan berpaling dari kalian dan meninggalkan kalian. Ia tidak akan menyesali diamnya kalian setelah gerak kalian berhenti, dan tidak pula bersedih atas dinginnya kalian setelah kehangatan kalian mereda. Ia tidak akan berduka atas anak-anak kalian yang menjadi yatim, dan tidak akan mengasihani istri-istri kalian yang menjadi janda; sebab dalam tabiatnya tidak diletakkan rasa belas kasihan dan dalam fitrahnya tidak ada kasih sayang. Ia telah menginjak leher bayi-bayi, menaburkan debu ke kepala para pengantin yang gagal, dan tidak menyisakan para pemuda yang penuh ambisi maupun orang-orang tua yang serba membutuhkan. Betapa banyak orang yang dizalimi menangis meminta tolong namun tidak didengar, dan betapa banyak yang terjatuh namun tidak diulurkan tangan kepadanya! Jeritan yang karenanya naik ke langit, dan air mata yang karenanya mengalir ke bumi! Kalian adalah pewaris orang-orang sebelum kalian, dan orang-orang setelah kalian akan menjadi pewaris kalian. Kalian tinggal di rumah-rumah orang yang kini menjadi penghuni kubur, dan kalian menduduki jabatan-jabatan orang yang kini dagingnya telah hancur dari tulangnya. Betapa banyak wajah cantik yang membengkak dan meledak, dan betapa banyak tubuh kekar yang membusuk dan hancur! Maka kepada apa kalian terpaut pada dunia ini, dan apa yang kalian harapkan darinya?! Padahal apa yang kalian kumpulkan akan tercerai-berai, dan apa yang kalian bangun akan runtuh. Kalian menggemukkan tubuh kalian untuk cacing-cacing, dan menghabiskan harta kalian untuk rayap-rayap. Jiwa kalian bergantung pada seteguk minuman, dan napas kalian terikat pada sesuap makanan. Anggota tubuh kalian lemah, sementara bencana-bencana dunia mengintai. Ke mana pun kalian pergi, kerah baju kalian berada dalam genggaman kematian, dan kalian tidak akan mampu melarikan diri darinya. Kalian tidak akan aman darinya di puncak gunung, dan tidak pula tersembunyi darinya di ceruk-ceruk lembah. Sekarang, selagi kalian memiliki kesempatan dan kemampuan, persiapkanlah bekal untuk Akhirat dan paksakanlah diri kalian pada amal yang bermanfaat bagi kalian.

Pada saat itu, seorang pemuda dari kumpulan orang-orang berkata: “Wahai Guru! Apakah bekal terbaik untuk Akhirat dan apakah amal yang paling bermanfaat bagi kami?” Maka Yang Terhormat memandangnya dan berkata:

Kalian akan terdidik dengan ajaranku dan akan terbimbing dengan bimbinganku; karena lisanku berbicara hikmah dan dan ilmu memancar dari dalam diriku. Bekal terbaik untuk Akhirat adalah takwa, dan amal yang paling bermanfaat bagi kalian adalah menolong Khalifah Allah; karena menjauhi keburukan didahulukan atas melakukan kebaikan, dan menolong Khalifah Allah lebih utama daripada menolong selain beliau. Waspadalah! Janganlah kalian menolong orang zalim hingga kalian menumpahkan darah orang-orang yang dizalimi, dan janganlah kalian berpihak kepada para penguasa sehingga kalian meninggalkan pihak al-Mahdi! Siapakah yang lebih celaka daripada orang yang menjual Akhiratnya demi dunia orang lain, dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengutamakan wakilnya sendiri atas wakil Allah?! Kesedihan akan menjalar ke seluruh anggota tubuhnya seperti darah, dan penyesalan akan menyelimuti dirinya dari kepala hingga kaki seperti kulit ketika kematian turun kepadanya laksana seekor elang yang menancapkan cakar-cakarnya yang seperti anak panah ke dalam jiwanya, lalu membawanya ke sebuah alam yang amat mengerikan dan penuh penderitaan, yang darinya tidak ada kemungkinan untuk kembali.

Kemudian beliau berpaling kepada orang-orang dan berseru dengan suara lantang:

Wahai manusia! Berpalinglah dari dunia sebelum ia berpaling dari kalian, dan menghadaplah kepada Akhirat sebelum ia menghadap kepada kalian. Paksa diri kalian untuk bertakwa dan jangan biasakan diri kalian dengan kenikmatan. Persulitlah dunia atas diri kalian agar akhirat menjadi mudah bagi kalian; karena demi Allah, kesulitan dunia akan berakhir, tetapi kesulitan Akhirat kekal abadi; sebagaimana kenikmatan dunia tidak lama, sedangkan kenikmatan akhirat pun abadi. Ketahuilah bahwa Surga yang kekal adalah bagi orang-orang yang telah membayarnya, dan betapa beruntung orang-orang yang menjual yang fana demi yang abadi! Selamat bagi mereka dan berbahagialah keadaan mereka! Semoga keridaan Allah dan pahala-pahala-Nya menjadi milik mereka!

Kemudian beliau bangkit untuk pergi, lalu pemuda itu mendatangi beliau dan berkata: “Wahai guru! Izinkan aku untuk ikut bersama murid-muridmu; karena aku tidak lagi memiliki ketertarikan pada dunia!” Maka Yang Terhormat memandangnya lalu berkata:

Sekarang engkau memutuskan diri dari dunia, ikutlah bersamaku dan aku akan membimbingmu menuju Akhirat; karena aku mengetahui jalan pintas dan metode-metode yang baik.

Maka pemuda itu menyertai Yang Terhormat dan bergabung dengan para murid beliau untuk dididik dalam rangka menolong al-Mahdi.

Untuk membaca ucapan dalam bahasa aslinya, klik di sini.
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]