Minggu, 25 Januari 2026 / 6 Sya’ban 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Empat belas ucapan dari Yang Mulia tentang berkabung atas Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) serta hukum-hukumnya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

Terjemahan ucapan:

Sejumlah sahabat kami mengabarkan kepada kami, mereka berkata: Mansur Hasyimi Khorasani singgah di sebuah desa untuk mengajak penduduknya kepada Allah dan Khalifah-Nya di bumi. Penduduk desa menyambut beliau, dan beliau menjadi tamu mereka selama tiga hari. Kemudian, ketika beliau hendak pergi, mereka bergegas mendatangi beliau, mengelilinginya, dan berkata: “Wahai teman Allah! Berilah kami nasihat sebelum engkau pergi; karena kami tidak pernah mendengar darimu selain tutur kata penuh hikmah, dan ucapanmu mampu menggetarkan batu-batu!” Maka Yang Mulia berdiri di tepi kolam agar semua orang dapat melihatnya dan berkata:

Wahai manusia! Ketahuilah bahwa tidak ada modal yang lebih bermanfaat bagi kalian selain ilmu, dan manusia itu terbagi dalam tiga kelompok: orang yang mengetahui, orang yang belajar, dan orang yang bukan siapa-siapa. Wahai manusia! Jangan tenggelam dalam kehidupan kalian dan jangan tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dunia dan akhirat kalian. Ketidakpedulian pada zaman ini adalah dosa yang sangat besar. Carilah kenyamanan dengan al-Qur’an dan amalkanlah. Kenalilah sunah Rasulullah dan keluarganya, lalu ikutilah. Gunakan akal kalian dan pertimbangkanlah perkataan orang-orang ini (dan beliau menunjuk para ulama dan tetua desa); jika kalian mendapati perkataan mereka sesuai dengan akal kalian serta selaras dengan al-Qur’an dan sunah, maka terimalah. Namun, jika tidak, bantingkanlah ia ke dinding, dan apa pun dosa yang ditimbulkannya menjadi tanggunganku. Jangan kalian anggap siapa pun layak ditaati selain Allah dan para Khalifah-Nya di bumi; karena kaum Yahudi telah sesat akibat menaati para ulama dan pembesar mereka; sebagaimana telah difirmankan dalam al-Qur’an: ﴿اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ[1]. Taqlid membuat layu akar akal dan tidak menyisakan ruang untuk berpikir. Jangan fanatik terhadap keyakinan lama kalian atau pandangan salah kalian, karena itu adalah salah satu gerbang menuju Neraka. Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling banyak pemahamannya, bukan yang paling banyak salat dan puasanya. Iman dan amal saleh saling berkaitan seperti dua jari ini (beliau menyatukan jari telunjuk dan jari tengah) tidak satu pun darinya bermanfaat bagi kalian tanpa yang lain. Iman adalah kalian memiliki akidah yang benar, dan orang yang tidak memiliki akidah yang benar tidak akan berhasil meskipun dia paling rajin beribadah. Oleh karena itu, letakkan keyakinan kalian pada timbangan akal dan cocokkanlah ia dengan al-Qur’an dan sunnah, agar kalian tidak tersesat. Jangan terpikat oleh dunia dan jangan jual akhirat kalian untuknya; karena barang siapa menjual akhiratnya demi dunia, maka dia telah melakukan transaksi yang merugikan dan bangkrut. Jangan ikuti hawa nafsu kalian, sebab hawa nafsu tidak memiliki akhir. Tetapi dengarkanlah suara nurani, karena itu tidak akan membuat kalian menyesal. Ucapan terakhirku kepada kalian adalah, kenalilah Imam zaman kalian; karena barang siapa tidak mengenal Imam zamannya, maka dia tidak mengenal agamanya, dan dalam dirinya tidak ada kebaikan[2]. Aku telah menjadi tamu kalian selama beberapa hari, dan kini aku pergi meninggalkan kalian. Kalian telah menjadi tuan rumah yang baik bagiku, semoga Allah membalas kebaikan kalian; apakah aku telah menjadi tamu yang baik bagi kalian?

Maka orang-orang dari segala arah menjawab: “Engkau adalah tamu terbaik yang pernah kami miliki.” Kemudian beliau berkata:

Jika demikian, maka jangan lupakan aku dan ucapanku, saling mengingatkanlah tentangnya, dan sampaikanlah kepada mereka yang tidak mengenal aku dan ucapanku. Mudah-mudahan Allah memberi manfaat kepada mereka. Allah akan menanyakan kepada kalian mengenai aku, “Apakah kalian mendengarkan ucapan hamba-Ku yang Aku kirimkan kepada kalian?!” Aku serahkan kalian semua kepada Allah Yang Maha Penyayang, dan aku berharap takdir-Nya akan mempertemukan aku kembali dengan kalian atau mempertemukan kalian kembali denganku. Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah.

Kemudian beliau turun dari tepi kolam dan mendatangi para ulama dan tetua desa yang berdiri di samping dan mendengarkan ucapan beliau dengan kemarahan, lalu beliau menenangkan mereka; karena beliau tahu mereka telah menyimpan dendam terhadapnya. Setelah itu, beliau dan para pendampingnya pergi meninggalkan desa untuk melanjutkan perjalanan di bumi dan mengajak manusia menuju Allah dan Khalifah-Nya.

↑[1] . At-Taubah/ 31
↑[2] . Yang beliau maksud dengan “Imam zaman” adalah seseorang yang telah ditetapkan Allah sebagai Imam bagi manusia pada zamannya, yaitu al-Mahdi (Alaihis Salam).
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]