Kamis, 29 Januari 2026 / 10 Sya’ban 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Sebuah ucapan dari Yang Mulia dalam menjelaskan nilai hikmah (kebijaksanaan) dan celaan terhadap orang-orang yang tidak mengambil manfaat darinya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا وَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ السِّجِسْتَانِيُّ، قَالَ: كَتَبْتُ إِلَى الْمَنْصُورِ الْهَاشِمِيِّ الْخُرَاسَانِيِّ أَسْأَلُهُ عَمَّا يَفْعَلُ النَّاسُ فِي الْحِدَادِ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، فَكَتَبَ إِلَيَّ: لَا بَأْسَ بِذِكْرِ أَهْلِ بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَوَصْفِ أَعْمَالِهِمْ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِمْ بِالْحَقِّ، وَيَحْرُمُ الْكِذْبُ فِيهِمْ وَالْإِفْتِرَاءُ عَلَيْهِمْ قَطْعًا، وَلَا بَأْسَ بِالْبُكَاءِ عَلَى مَصَائِبِهِمْ وَإِنْشَادِ الشِّعْرِ فِيهِمْ إِذَا كَانَ صِدْقًا، وَيُكْرَهُ ضَرْبُ الرُّؤُوسِ وَالْخُدُودِ وَالصُّدُورِ وَالظُّهُورِ كَمَا يَفْعَلُ الْعَامَّةُ؛ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الْخُدُودَ، وَشَقَّ الْجُيُوبَ، وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ»، وَقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «أَنَا بَرِيءٌ مِمَّنْ حَلَقَ وَسَلَقَ وَخَرَقَ»، وَإِنَّمَا الْمَرْغُوبُ فِيهِ الْبُكَاءُ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ شَيْءٌ مَشْرُوعٌ؛ لِقَوْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّهُ مَهْمَا كَانَ مِنَ الْعَيْنِ وَمِنَ الْقَلْبِ فَمِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمِنَ الرَّحْمَةِ، وَمَا كَانَ مِنَ الْيَدِ وَمِنَ اللِّسَانِ فَمِنَ الشَّيْطَانِ»، وَكَذَلِكَ الضَّرْبُ فِي الْأَرْضِ بِآلَاتِ اللَّهْوِ مَعَ الرَّايَاتِ وَالْأَعْلَامِ الْمُبْتَدَعَةِ، فَكُلُّ ذَلِكَ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ سَبِيلُهَا إِلَى النَّارِ، وَلَا بَأْسَ بِالْإِجْتِمَاعِ فِي الْمَسَاجِدِ وَالْبُيُوتِ لِمَدْحِهِمْ وَذِكْرِ مَصَائِبِهِمْ وَالْبُكَاءِ عَلَيْهِمْ وَتَعْزِيَةِ ذَوِي مَوَدَّتِهِمْ مَا لَمْ يَكُنْ مَعَهُ كِذْبٌ أَوْ فُحْشٌ أَوْ ضَرْبٌ أَوْ جَرْحٌ أَوْ تَبْذِيرٌ أَوْ تَأْخِيرُ صَلَاةٍ عَنْ أَوَّلِ وَقْتِهَا، وَقَدْ بَكَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ عَلَى وَلَدِهِ إِبْرَاهِيمَ، وَذَكَرَ خَدِيجَةَ عَلَيْهَا السَّلَامُ فَمَدَحَهَا وَبَكَى عَلَيْهَا، وَحَثَّ عَلَى الْبُكَاءِ عَلَى حَمْزَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَبَكَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَمَدَحَتْهُ، وَكَانَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُمْدَحُ عِنْدَ قَبْرِهِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَسْمَعُ فَلَا يَنْهَى عَنْهُ، فَكُلُّ هَذَا سُنَّةٌ، وَإِنَّمَا الْحَرَامُ الْبِدْعَةُ.

Terjemahan ucapan:

Walid bin Mahmud as-Sajistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku menulis surat kepada Mansur Hasyimi Khorasani dan menanyakan kepada beliau tentang apa yang dilakukan orang-orang saat berkabung untuk Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam). Maka beliau menulis balasan kepadaku: “Tidak ada yang salah dengan mengingat Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam), menggambarkan amal-amal mereka, dan memuji mereka dengan benar. Namun, jelas diharamkan untuk berbohong tentang mereka dan membuat-buat sesuatu atas nama mereka, dan tidak ada yang salah dengan menangisi musibah-musibah mereka atau melantunkan syair tentang mereka selama syair itu benar. Adapun memukul kepala, wajah, dada, dan punggung sebagaimana yang dilakukan kebanyakan orang merupakan hal yang dibenci; karena Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) bersabda: “Barang siapa memukul wajah, merobek baju, dan menyeru (manusia) kepada cara-cara masa jahiliyah, maka bukan golongan kami”, dan sabda beliau yang mulia (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam): “Aku berlepas diri dari siapa pun yang mencukur rambutnya, menjerit-jerit, dan merobek-robek (pakaiannya sebagai bentuk ratapan)”, dan satu-satunya hal yang dianjurkan adalah menangis, dan tidak ada amalan syar’i lain setelah itu; karena sabda Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam): “Segala yang berasal dari mata dan hati adalah dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung dan merupakan bagian dari kasih sayang, sedangkan apa pun yang keluar dari tangan dan dari lisan adalah dari setan”, begitu pula memukul-mukul tanah dengan bendera-bendera yang diada-adakan dan tanda-tanda, semuanya adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan membawa menuju neraka. Tidak ada yang salah dengan berkumpul di masjid dan rumah untuk memuji mereka, menyebut musibah-musibah mereka, menangisi mereka, dan menghibur siapa pun yang mencintai mereka selama tidak disertai kebohongan, kata-kata keji, pukulan, melukai tubuh, pemborosan, atau menunda salat dari awal waktunya. Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) sendiri pernah menangisi putranya, Ibrahim, mengingat Khadijah (AS) serta memuji dan menangisinya, dan menganjurkan (manusia) untuk menangisi Hamzah (semoga Allah meridainya), dan Fatimah (AS) menangisi Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dan memuji beliau, dan Sa’d bin Mu’adz (semoga Allah meridainya) juga pernah dipuji di dekat kuburnya sementara Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) mendengarnya dan tidak melarangnya, maka semua ini adalah sunah, dan yang diharamkan hanyalah bid’ah.”

2 . أَخْبَرَنَا وَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: إِنِّي حَدَّثْتُ فَرِيقًا مِنْ هَؤُلَاءِ الشِّيعَةِ بِنَهْيِكَ عَنْ لَطْمِ الْوُجُوهِ وَشَقِّ الْجُيُوبِ فِي الْمَأْتَمِ لِأَهْلِ الْبَيْتِ، فَكَبُرَ عَلَيْهِمْ وَاسْتَصْعَبُوهُ وَقَالُوا: إِنَّ زَيْنَبَ بِنْتَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا لَطَمَتْ وَجْهَهَا وَشَقَّتْ جَيْبَهَا عَلَى قَتْلِ أَخِيهَا! قَالَ: كَذَبُوا عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ عَلِيٍّ! أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ أَخَاهَا أَوْصَى إِلَيْهَا لَيْلَةَ عَاشُورَاءَ وَأَقْسَمَ عَلَيْهَا بِأَنْ لَا تَلْطَمِي عَلَيَّ وَجْهًا وَلَا تَشُقِّي عَلَيَّ جَيْبًا إِذَا أَنَا هَلَكْتُ؟! أَفَحَسِبُوا أَنَّهَا عَصَتْ أَخَاهَا وَلَمْ تَعْمَلْ بِوَصِيَّتِهِ؟! لَا وَاللَّهِ، بَلْ أَطَاعَتْهُ، وَكَانَتْ صَالِحَةً تَقِيَّةً، ثُمَّ قَالَ: مَنْ كَانَ عَارِفًا بِحَقِّ الْحُسَيْنِ فَلَا يَلْطِمَنَّ عَلَيْهِ وَجْهًا وَلَا يَشُقَّنَّ عَلَيْهِ جَيْبًا، وَلْيَعْمَلْ بِوَصِيَّتِهِ كَمَا عَمِلَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ عَلِيٍّ.

Terjemahan ucapan:

Walid bin Mahmud mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Aku telah menyampaikan kepada sekelompok orang dari kalangan Syiah tentang laranganmu tentang menampar wajah dan merobek pakaian saat berkabung atas Ahlul Bait, maka hal itu terasa berat dan sulit bagi mereka (untuk menerimanya) dan berkata: ‘Zainab putri Ali (semoga Allah meridainya) menampar wajahnya dan merobek pakaiannya atas terbunuhnya saudaranya!’” Beliau berkata: “Mereka telah berdusta atas nama Zainab putri Ali! Tidakkah mereka mengetahui bahwa saudaranya telah berwasiat kepadanya pada malam Asyura dan bersumpah kepadanya (dengan berkata), ‘Saat aku terbunuh, jangan menampar wajah atau merobek pakaian karenaku’?! Maka, apakah mereka mengira bahwa beliau durhaka kepada saudaranya dan tidak mengamalkan wasiatnya?! Tidak, demi Allah! Beliau menaati saudaranya, dan beliau adalah seorang wanita yang salehah dan bertakwa.” Kemudian beliau berkata: “Barang siapa mengenal hak Husain, maka janganlah dia menampar wajah atau merobek pakaian karena beliau dan hendaklah dia mengamalkan wasiat beliau sebagaimana Zainab putri Ali telah mengamalkannya.”

3 . أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْجُوزَجَانِيُّ، قَالَ: دَخَلَ عَلَيْهِ رِجَالٌ مِنَ الشِّيعَةِ وَسَأَلُوهُ عَنْ فِعَالِهِمْ فِي الشَّهْرَيْنِ مُحَرَّمٍ وَصَفَرٍ، فَقَالَ لَهُمْ: إِنَّكُمْ تُرِيدُونَ مِنِّي أَنْ أَرْقَصَ بِمِزْمَارِكُمْ، وَلَكِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا الْحَقَّ! فَاذْكُرُوا سَيِّدَ شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَابْكُوا عَلَيْهِ، وَلَا تَضْرِبُوا عَلَيْهِ رَأْسًا وَلَا صَدْرًا وَلَا ظَهْرًا، فَإِنَّهُ وَاللَّهِ لَوْ كَانَ فِيكُمْ لَنَهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ كَمَا نَهَى أُخْتَهُ زَيْنَبَ! فَخَرَجَ الرِّجَالُ وَهُمْ غَضْبَى، فَقُلْتُ لَهُ: لَوْ تَرَكْتَهُمْ يَضْرِبُونَ رُؤُوسَهُمْ حَتَّى يَمُوتُوا! أَلَا تَرَى أَنَّهُمْ يَنْقِمُونَ مِنْكَ؟! قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ! فَأَيْنَ النَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ؟!

Terjemahan ucapan:

Isa bin Abd al-Hamid al-Jowzajani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Beberapa orang dari kalangan Syiah datang menemui beliau dan bertanya kepada beliau tentang perbuatan-perbuatan mereka pada bulan Muharram dan Safar. Maka beliau berkata kepada mereka: “Kalian ingin agar aku menari mengikuti nada kalian, tetapi aku tidak mengatakan kecuali kebenaran! Maka ingatlah pemimpin para pemuda penghuni surga dan menangislah atas beliau, dan janganlah kalian memukul kepala, dada, ataupun punggung karena beliau, karena demi Allah, seandainya beliau berada di tengah-tengah kalian, beliau akan melarang kalian dari perbuatan itu sebagaimana beliau telah melarang saudari perempuannya, Zainab!” Orang-orang itu pun keluar dalam keadaan marah. Kemudian aku berkata kepada beliau: “Seandainya engkau membiarkan saja mereka memukul kepala mereka hingga mati! Tidakkah engkau melihat bahwa mereka menaruh kebencian kepadamu?!” Beliau berkata: “Maha Suci Allah! Lalu di manakah nahi munkar?!”

4 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ، قَالَ: دَخَلَ عَلَيْهِ رَجُلٌ مِنَ الشِّيعَةِ وَقَالَ لَهُ: أَنْتَ الَّذِي كَرِهْتَ لَطْمَ الْخُدُودِ وَضَرْبَ الرُّؤُوسِ -يَعْنِي فِي الْمَأْتَمِ لِلْحُسَيْنِ؟! قَالَ: لَا، وَلَكِنْ كَرِهَهُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ! قَالَ الرَّجُلُ: أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ نِسَاءَ الْحُسَيْنِ لَمَّا قُتِلَ تِلْكَ الْقَتْلَةَ خَرَجْنَ لَاطِمَاتِ الْوُجُوهِ؟! قَالَ: كَانَ يَنْهَاهُنَّ عَنْ ذَلِكَ! قَالَ الرَّجُلُ: وَلَكِنَّهُنَّ فَعَلْنَ! قَالَ: إِذًا لَا نُطِيعُهُنَّ فِي عِصْيَانِهِنَّ! قَالَ الرَّجُلُ: كَانَتْ فِيهِنَّ زَيْنَبُ بِنْتُ عَلِيٍّ! قَالَ: وَمَا يُدْرِيكَ مَنْ كَانَتْ فِيهِنَّ يَا لُكَعُ؟! كَانَتْ وَاللَّهِ أَتْقَى لِلَّهِ مِنْ أَنْ تَعْصِيَ أَخَاهَا فَتَلْطِمَ خَدَّهَا أَمَامَ الرِّجَالِ! ثُمَّ قَالَ: مَا أُمِرْنَا بِطَاعَتِهَا، وَلَكِنْ أُمِرْنَا بِطَاعَةِ الْحُسَيْنِ!

Terjemahan ucapan:

Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum mengabarkan kepada kami, dia berkata: Seorang laki-laki dari kalangan Syiah datang menemui beliau dan berkata kepada beliau: “Engkaukah orang yang membenci menampar pipi dan memukul kepala (maksudnya dalam berkabung untuk Husain)?!” Beliau berkata: “Bukan, tetapi Allah dan Rasul-Nya yang membencinya!” Lelaki itu berkata: “Tidakkah engkau mengetahui bahwa para wanita keluarga Husain keluar sambil menampar wajah mereka ketika beliau terbunuh dengan cara seperti itu?!” Beliau berkata: “Beliau melarang mereka dari perbuatan itu!” Lelaki itu berkata: “Tetapi mereka tetap melakukannya!” Beliau berkata: “Kalau begitu, kami tidak menaati mereka dalam kemaksiatan mereka!” Lelaki itu berkata: “Di antara mereka ada Zainab putri Ali!” Beliau berkata: “Bagaimana engkau tahu siapa saja yang ada di antara mereka, wahai orang bodoh?! Demi Allah, beliau lebih bertakwa kepada Allah daripada harus mendurhakai saudaranya lalu menampar pipinya di hadapan para lelaki!” Kemudian beliau berkata: “(Seandainya seperti itu) kita tidak diperintahkan untuk menaati Zainab, tetapi kita diperintahkan untuk menaati Husain!”

5 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: مَرَّ الْمَنْصُورُ عَلَى جَمَاعَةٍ مِنَ الشِّيعَةِ وَهُمْ يَضْرِبُونَ ظُهُورَهُمْ بِالسَّلَاسِلِ، فَقَالَ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟! قُلْنَا: جَمَاعَةٌ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ مِنْ شِيعَةِ الْحُسَيْنِ! قَالَ: كَذَبُوا! لَوْ كَانُوا مِنْ شِيعَتِهِ لَاتَّبَعُوهُ! أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ كَانَ يَنْهَى عَنْ مِثْلِ هَذَا؟! قُلْنَا: إِنَّ لَهُمْ عُلَمَاءَ بِإِيرَانَ وَهُمْ يَأْمُرُونَهُمْ بِهَذَا! قَالَ: نَعَمْ، شِنْشِنَةٌ أَعْرِفُهَا مِنْ أَخْزَمَ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur melewati sekelompok orang dari kalangan Syiah yang sedang memukul punggung mereka dengan rantai. Maka beliau berkata: “Siapakah mereka ini?!” Kami berkata: “Sekelompok orang yang mengaku bahwa mereka termasuk pengikut Husain!” Beliau berkata: “Mereka berdusta! Seandainya mereka benar-benar termasuk pengikut beliau, niscaya mereka akan mengikuti beliau! Tidakkah mereka mengetahui bahwa beliau melarang perbuatan semacam ini?!” Kami berkata: “Mereka memiliki para ulama di Iran yang memerintahkan mereka melakukan hal ini!” Beliau berkata: “Ya, itu memang kebiasaan buruk yang aku kenal sejak Akhzam!”

Penjelasan ucapan:

Ucapan beliau: “itu memang kebiasaan buruk yang aku kenal sejak Akhzam” merupakan sebuah peribahasa di kalangan orang Arab. “Akhzam” adalah nama seorang lelaki dari kabilah Tayy, dan peribahasa ini bermakna bahwa beliau mengetahui tentang pendekatan para ulama di Iran yang berlebihan dan bersifat tradisional.

6 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: كُنَّا مَعَ الْمَنْصُورِ فِي طَرِيقٍ، فَمَرَّ عَلَيْنَا رِجَالٌ مِنَ الشِّيعَةِ وَهُمْ يَضْرِبُونَ صُدُورَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ يَا حُسَيْنُ! لَبَّيْكَ يَا حُسَيْنُ! فَأَقْبَلَ عَلَيْنَا وَقَالَ: أَلَا إِنَّ الْحُسَيْنَ لَبَرِيءٌ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّأَ مِنْهُمْ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ! قُلْنَا: وَهَلْ تَبَرَّأَ مِنْهُمْ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ؟! قَالَ: نَعَمْ، بَلَغَهُ أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْكُوفَةِ يَقُولُونَ: لَبَّيْكَ يَا جَعْفَرَ بْنَ مُحَمَّدٍ لَبَّيْكَ! فَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ وَقَالَ: مَا كَانَتْ تَلْبِيَةُ الْأَنْبِيَاءِ هَكَذَا! إِنَّمَا لَبَّيَتْ بِلَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ! ثُمَّ قَالَ الْمَنْصُورُ: أَمَا وَاللَّهِ لَوْلَا هَؤُلَاءِ السَّفْلَةُ لَدَخَلَ النَّاسُ فِي هَذَا الْأَمْرِ أَفْوَاجًا، وَلَكِنَّهُمْ بَدَّلُوهُ وَقَبَّحُوهُ وَبَغَّضُوهُ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Kami sedang bersama Mansur di sebuah jalan. Kemudian lewat di hadapan kami beberapa orang dari kalangan Syiah yang memukul-mukul dada dan punggung mereka sambil berkata: “Kami di sini, wahai Husain! Kami di sini, wahai Husain!” Kemudian beliau menghadap kepada kami dan berkata: “Ketahuilah bahwa Husain berlepas diri dari mereka, sebagaimana Ja’far bin Muhammad berlepas diri dari mereka!” Kami berkata: “Apakah Ja’far bin Muhammad benar-benar berlepas diri dari mereka?!” Beliau berkata: “Ya. Telah sampai kepada beliau bahwa beberapa orang dari penduduk Kufah berkata: ‘Kami di sini, wahai Ja’far bin Muhammad! Kami di sini!’ Maka beliau berlepas diri dari mereka dan berkata: ‘Talbiyah para nabi tidaklah seperti ini! Mereka akan berkata: Labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu)!’” Kemudian Mansur berkata: “Ketahuilah bahwa demi Allah, seandainya bukan karena orang-orang rendahan ini, manusia akan masuk ke dalam perkara ini[1] secara berbondong-bondong, tetapi mereka mengubahnya, memperburuknya, dan membuat orang-orang membencinya!”

7 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: إِنَّا نَجْتَمِعُ فِي الْبُيُوتِ فَنَذْكُرُ مَا أَصَابَ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ بِكَرْبَلَاءَ، قَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ، قُلْتُ: وَنُنْشِدُ فِيهِ شِعْرًا، قَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ، قُلْتُ: وَنَبْكِي عَلَيْهِ، قَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ، قُلْتُ: وَنَلْعَنُ قَاتِلَهُ، قَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ، قُلْتُ: وَنَضْرِبُ صُدُورَنَا وَرُؤُوسَنَا، قَالَ: أَمَّا هَذَا فَلَا؛ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَى عَنْهُ، ثُمَّ قَالَ: أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ تَفْعَلُوا مَا أُمِرْتُمْ بِهِ وَتَتْرُكُوا مَا نُهِيتُمْ عَنْهُ فَتُلَاقُوا الْحُسَيْنَ فِي الْجَنَّةِ؟!

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Ibrahim al-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Kami berkumpul di rumah-rumah untuk mengingat apa yang menimpa Husain bin Ali di Karbala.” Beliau berkata: “Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.” Aku berkata: “Dan kami melantunkan syair tentang beliau.” Beliau berkata: “Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.” Aku berkata: “Dan kami menangisi beliau.” Beliau berkata: “Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.” Aku berkata: “Dan kami melaknat pembunuh beliau.” Beliau berkata: “Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.” Aku berkata: “Dan kami memukul dada dan kepala kami.” Beliau berkata: “Adapun yang ini, maka tidak boleh; karena Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) melarang hal tersebut.” Kemudian beliau berkata: “Tidakkah kalian rela untuk melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian dan meninggalkan apa yang dilarang atas kalian, sehingga kalian akan bertemu Husain di surga?!”

8 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: دَخَلَ الْمَنْصُورُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَهُمْ يَتَذَاكَرُونَ، فَقَالَ لَهُمْ: رَحِمَ اللَّهُ امْرَءً مِنْكُمْ ذَكَرَ ابْنَ بِنْتِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فِي هَذَا الْيَوْمِ فَبَكَى عَلَيْهِ! أَلَا وَاللَّهِ قَتَلُوهُ وَهُوَ يَدْعُوهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ وَهُمْ يَدْعُونَهُ إِلَى النَّارِ! قَالَ: فَاجْتَمَعْنَا عِنْدَهُ وَذَكَرْنَا الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ وَبَكَيْنَا عَلَيْهِ، وَكَأَنِّي بِدُمُوعِ الْمَنْصُورِ تَجْرِي عَلَى خَدَّيْهِ وَلَا يُسْمَعُ مِنْهُ أَنِينٌ وَلَا عَوِيلٌ!

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur pergi menemui para pendamping beliau pada hari Asyura, sementara mereka sedang berdiskusi. Kemudian beliau berkata kepada mereka: “Semoga Allah merahmati siapa pun di antara kalian yang mengingat cucu Nabi-Nya (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) lalu menangisi beliau! Ketahuilah, demi Allah, mereka membunuh beliau padahal beliau mengajak mereka menuju Surga, sementara mereka mengajak beliau menuju neraka!” (Yunus) berkata: “Maka kami pun berkumpul di sisi beliau, mengingat Husain bin Ali dan menangisi beliau, dan seakan-akan aku melihat air mata Mansur mengalir di kedua pipi beliau, namun tidak terdengar rintihan ataupun ratapan keras dari beliau!”

9 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: دَخَلَ الْمَنْصُورُ بَيْتًا فِيهِ جَمَاعَةٌ مِنَ الشِّيعَةِ يَذْكُرُونَ مَصَائِبَ حُسَيْنٍ وَيَبْكُونَ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ فِيهِمْ حَتَّى قَالَ قَائِلُهُمْ: أَنَا كَلْبُ حُسَيْنٍ! فَلَمَّا قَالَ ذَلِكَ قَامَ الْمَنْصُورُ وَخَرَجَ وَهُوَ يَقُولُ: وَاللَّهِ مَا جَاءَهُمْ حُسَيْنٌ لِيَكُونُوا كِلَابًا! أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا يَدْخُلُونَ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ؟! ثُمَّ ذَهَبَ حَتَّى دَخَلَ بَيْتًا آخَرَ فِيهِ جَمَاعَةٌ مِنَ الشِّيعَةِ يَذْكُرُونَ مَصَائِبَ حُسَيْنٍ وَيَبْكُونَ عَلَيْهِ، فَجَلَسَ فِيهِمْ حَتَّى وَضَعُوا ثِيَابَهُمْ وَضَرَبُوا صُدُورَهُمْ فِي صَفٍّ وَاحِدٍ، فَلَمَّا فَعَلُوا ذَلِكَ قَامَ الْمَنْصُورُ وَخَرَجَ وَهُوَ يَقُولُ: نُرَافِقُكُمْ فِي السُّنَّةِ وَنُفَارِقُكُمْ فِي الْبِدْعَةِ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur memasuki sebuah rumah yang di dalamnya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah yang sedang menyebut-nyebut musibah Husain dan menangisi beliau. Maka beliau duduk bersama mereka, hingga salah seorang dari mereka berkata: “Aku adalah anjing Husain!” Maka ketika dia mengucapkan hal itu, Mansur berdiri dan keluar sambil berkata: “Demi Allah, Husain tidak datang kepada mereka agar mereka menjadi anjing! Tidakkah mereka mengetahui bahwa para malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing?!” Kemudian beliau pergi ke rumah lain yang di dalamnya ada sekelompok orang dari kalangan Syiah yang sedang menyebut-nyebut musibah Husain dan menangisi beliau. Maka beliau duduk bersama mereka, sampai mereka membuka pakaian mereka dan memukul-mukul dada mereka dalam satu barisan. Maka ketika mereka melakukan hal itu, Mansur berdiri dan keluar sambil berkata: “Kami bersama kalian dalam Sunah, dan kami berpisah dengan kalian dalam bid’ah!”

10 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ بَخْتِيَارَ، قَالَ: سَمِعَ الْمَنْصُورُ أَنَّ رَجُلًا أَعْرَسَ بِيَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: أُفٍّ أُفٍّ! أَلَا يَعْلَمُ أَنَّ هَذَا يَوْمٌ غَضِبَ اللَّهُ فِيهِ عَلَى أَهْلِ الْأَرْضِ؟! أَمَا وَاللَّهِ لَوْ قُتِلَ فِي هَذَا الْيَوْمِ ابْنُهُ مَا أَعْرَسَ فِيهِ، وَلَكِنْ قُتِلَ فِيهِ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ! ثُمَّ قَالَ: اجْعَلُوهُ يَوْمَ حُزْنِكُمْ، فَإِنَّ قَوْمًا مِنْ قَبْلِكُمْ جَعَلُوهُ يَوْمَ فُرْحَتِهِمْ فَسَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ -يَعْنِي بَنِي أُمَيَّةَ!

Terjemahan ucapan:

Abd al-Hamid bin Bakhtiar mengabarkan kepada kami, dia berkata: “Mansur mendengar bahwa ada seorang lelaki yang melangsungkan pernikahan pada hari Asyura. Maka beliau berkata: “Ah! Ah! Tidakkah dia mengetahui bahwa ini adalah hari di mana Allah murka kepada penduduk bumi?! Demi Allah, seandainya yang terbunuh pada hari ini adalah anaknya sendiri, dia tidak akan menikah pada hari ini, tetapi yang terbunuh pada hari ini adalah putra Rasulullah!” Kemudian beliau berkata: “Jadikanlah hari ini sebagai hari kesedihan kalian; karena suatu kaum sebelum kalian menjadikannya sebagai hari kegembiraan mereka, maka Allah murka kepada mereka, yaitu Bani Umayyah!”

11 . أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الدَّامْغَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: لَا بَأْسَ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: لَا تَصُمْهُ إِلَّا أَنْ تَصُومَ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ، وَلَا تَصُمْهُ مُتَيَمِّنًا بِهِ، فَإِنَّمَا تَيَمَّنَ بِهِ الْيَهُودُ وَالَّذِينَ ظَلَمُوا، وَلَا بَأْسَ بِالنِّكَاحِ فِيهِ إِذَا صَادَفَهُ، وَإِنَّمَا يُكْرَهُ لِمَكَانِ الدُّفِّ.

Terjemahan ucapan:

Ali bin Isma’il al-Damghani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang puasa pada hari Asyura. Maka beliau berkata: “Tidak mengapa melakukannya.” Kemudian beliau berkata: “Janganlah berpuasa pada hari itu kecuali jika engkau juga berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya, dan janganlah berpuasa pada hari itu karena melihat pertanda baik padanya; karena hanya orang-orang Yahudi dan orang-orang zalim yang melihatnya sebagai pertanda baik, dan tidak mengapa melakukan pernikahan pada hari itu jika kebetulan bertepatan dengannya, namun hal itu dibenci karena adanya tabuhan rebana (perayaan dan kebahagiaan).”

12 . أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ عُبَيْدٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْعَالِمَ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ[2]، فَقَالَ: يَوْمٌ بَعَثَ اللَّهُ فِيهِ نَبِيَّهُ مِنْهَا، وَيَوْمٌ هَاجَرَ فِيهِ إِلَى الْمَدِينَةِ مِنْهَا، وَيَوْمُ بَدْرٍ مِنْهَا، وَيَوْمُ الْأَحْزَابِ مِنْهَا، وَيَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ مِنْهَا، وَذَكَرَ أَيَّامًا أُخْرَى، ثُمَّ قَالَ: وَيَوْمُ عَاشُورَاءَ مِنْهَا، وَفِيهِ قُتِلَ الزَّكِيُّ التَّقِيُّ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَى شَاطِئِ الْفُرَاتِ! قُلْتُ: مَا بَالُهُ خَرَجَ وَقَدْ نَهَاهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ؟! قَالَ: إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ نَهَاهُ عَنِ الْمَعْرُوفِ!

Terjemahan ucapan:

Hasyim bin Ubaid al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada seorang ulama (Mansur) tentang firman Allah Ta’ala: “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.” Maka beliau berkata: “Termasuk di antaranya adalah hari ketika Allah mengutus Nabi-Nya, hari ketika beliau berhijrah ke Madinah, hari Perang Badar, hari Perang Ahzab, hari penaklukan Makkah”, dan beliau menyebutkan hari-hari lainnya. Kemudian beliau berkata: “Dan termasuk di antaranya adalah hari Asyura, yang pada hari itu dibunuhlah Husain bin Ali, orang yang suci lagi bertakwa, di tepi Sungai Eufrat!” Aku berkata: “Mengapa beliau bangkit, padahal Abdullah bin Umar telah melarang beliau (untuk melakukannya)?!” Beliau berkata: “Abdullah bin Umar melarang beliau untuk melakukan perbuatan yang benar!”

13 . أَخْبَرَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّبْزَوَارِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: لَا تَزْنُوا، فَوَاللَّهِ مَا قَتَلَ النَّبِيِّينَ إِلَّا أَوْلَادُ زِنَا، وَمَا قَتَلَ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ إِلَّا وَلَدُ زِنَا! ثُمَّ هَمَسَ بِحَدِيثِهِ فَقَالَ: مَا لَقِيَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مِنَ الْكَلْبِ الْأَبْقَعِ!

Terjemahan ucapan:

Salih bin Muhammad as-Sabzawari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Jangan berzina; karena demi Allah, tidak ada yang membunuh para Nabi kecuali anak-anak hasil zina, dan tidak ada yang membunuh Husain bin Ali kecuali anak hasil zina!” Kemudian beliau merendahkan suara beliau dan berkata: “Betapa besar penderitaan yang dialami Abu Abdullah karena anjing belang itu!”

14 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنْ زِيَارَةِ قَبْرِ الْحُسَيْنِ فَقَالَ: زُرْهُ، وَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَسَلِ اللَّهَ حَاجَتَكَ، قُلْتُ: كَيْفَ أُسَلِّمُ عَلَيْهِ عِنْدَ قَبْرِهِ؟ قَالَ: قُلْ: السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَا عَبْدِ اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَابْنَ رَسُولِ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّكَ أَقَمْتَ الصَّلَاةَ وَآتَيْتَ الزَّكَاةَ وَأَمَرْتَ بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَيْتَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَجَاهَدْتَ فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ حَتَّى أَتَاكَ الْيَقِينُ، فَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ قَتَلَكَ، وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ أَمَرَ بِهِ، وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ بَلَغَهُ ذَلِكَ فَرَضِيَ بِهِ، أَنَا إِلَى اللَّهِ مِنْهُمْ بَرِيءٌ! قُلْتُ: فَأَطُوفُ بِقَبْرِهِ؟ قَالَ: لَا، وَلَا تُصَلِّ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَلَكِنْ تَنَحَّ نَاحِيَةً، وَصَلِّ فِي بَعْضِ الرُّوَاقَاتِ.

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang ziarah ke makam Husain. Maka beliau berkata: “Berziarahlah, ucapkan salam kepada beliau, dan mohonlah kepada Allah kebutuhanmu.” Aku berkata: “Bagaimana aku memberi salam kepada beliau di makam beliau?” Beliau berkata: “Ucapkanlah: ‘Salam atasmu, wahai Abu Abdullah. Salam atasmu, wahai putra Rasulullah. Aku bersaksi bahwa engkau telah menegakkan salat, menunaikan zakat, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, serta berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad sampai datang kepadamu kematian. Maka semoga Allah melaknat orang yang membunuhmu, melaknat orang yang memerintahkannya, dan melaknat orang yang hal itu sampai kepadanya lalu dia rida dengannya. Aku berlepas diri kepada Allah dari mereka!’” Aku berkata: “Apakah aku harus mengelilingi makam beliau?” Beliau berkata: “Tidak, dan jangan salat di hadapannya, tetapi menjauhlah ke satu sisi dan salatlah di salah satu serambi (ruang) di sekitarnya.”

Penjelasan ucapan:

Siapa saja yang memiliki akal sehat dan terbebas dari hambatan-hambatan untuk mengetahui akan menyadari bahwa ajaran-ajaran Mansur Hasyimi Khorasani seluruhnya merupakan ajaran yang murni dan autentik dari Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dan barang siapa mengamalkannya, maka dia adalah pengikut sejati Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) yang telah terbebas dari sikap berlebihan dan sikap meremehkan, serta diberi petunjuk kepada jalan pertengahan dan lurus dalam Islam. Terbuktilah bahwa ulama yang jujur ini tidak menyimpang dari jalan Nabi dan Ahlul Bait beliau dalam satu pun dari keyakinan dan perbuatan beliau, dan beliau menjelaskan jalan yang penuh berkah ini kepada manusia dan memerangi berbagai bid’ah serta penyimpangan yang telah umum terjadi di kalangan umat Muslim, baik dari golongan Syiah maupun Sunni.

↑[1] . Artinya adalah Syiah yang sejati dari Ahlul Bait
↑[2] . Ibrahim/ 5
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]