Rabu, 18 Februari 2026 / 30 Sya’ban 1447 H
Hilal bulan Ramadan belum terlihat.
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Sebuah ucapan dari Yang Mulia dalam menjelaskan nilai hikmah (kebijaksanaan) dan celaan terhadap orang-orang yang tidak mengambil manfaat darinya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ عَنِ الشَّهِيدِ، فَقَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي طَاعَةِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَخَيْرُ الشُّهَدَاءِ مَنْ قُتِلَ مَعَ خَلِيفَةِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ وَهُوَ يَضْرِبُ بِسَيْفِهِ أَوْ يَرْمِي بِسَهْمِهِ، ثُمَّ قَالَ: لَوْ سَأَلْتَ هَؤُلَاءِ الْجَبَابِرَةَ عَنْ قَتْلَاهُمْ لَقَالُوا إِنَّمَا قُتِلُوا فِي طَاعَةِ اللَّهِ! أَلَا فَمَنْ قُتِلَ فِي طَاعَةِ سُلْطَانٍ غَيْرِ خَلِيفَةِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ فَإِنَّمَا قُتِلَ فِي طَاعَةِ الشَّيْطَانِ! فَلَا يَغُرَّنَّكُمْ هَؤُلَاءِ الْجَبَابِرَةُ لِيَأْكُلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالْبَاطِلِ كَمَا يَأْكُلُونَ أَمْوَالَكُمْ! فَإِنَّ أَمْوَالَكُمْ قَدْ تُخْلَفُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا، وَلَا تُخْلَفُ أَنْفُسُكُمْ إِلَّا فِي النَّارِ!

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur Hasyimi Khorasani tentang syahid, maka beliau berkata: “Barang siapa terbunuh dalam ketaatan kepada Allah, maka dia adalah syahid, dan sebaik-baik para syahid adalah orang yang terbunuh bersama Khalifah Allah di bumi, sementara dia menebaskan pedangnya atau melepaskan anak panahnya.” Kemudian beliau berkata: “Seandainya engkau bertanya kepada para tiran ini tentang orang-orang mereka yang terbunuh, niscaya mereka akan berkata bahwa mereka terbunuh dalam ketaatan kepada Allah! Ketahuilah, barang siapa terbunuh dalam ketaatan kepada seorang penguasa selain Khalifah Allah di bumi, maka sesungguhnya dia terbunuh dalam ketaatan kepada setan! Maka, jangan sampai para tiran ini menipu kalian sehingga mereka memakan hidup kalian dengan cara yang batil, sebagaimana mereka memakan harta-harta kalian! Karena harta-harta kalian masih mungkin diganti di kehidupan dunia, tetapi hidup kalian tidak akan diganti kecuali di dalam neraka!”

2 . أَخْبَرَنَا أَبُو إِبْرَاهِيمَ السَّمَرْقَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: أَلَا تَتَعَجَّبُونَ مِنْهُمْ؟! يُسَمُّونَ قَتِيلَ هَذَا شَهِيدًا وَقَتِيلَ هَذَا شَهِيدًا، وَمَا هُمَا إِلَّا جِيفَتَانِ تَهُبُّ عَلَيْهِمَا الرِّيَاحُ! أَلَا وَاللَّهِ مَا الشَّهِيدُ إِلَّا أَنَا وَأَصْحَابِي، وَإِنْ مِتْنَا عَلَى فُرُشِنَا.

Terjemahan ucapan:

Abu Ibrahim as-Samarqandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata kepada para pendamping beliau: “Tidakkah kalian merasa heran terhadap mereka?! Mereka menamakan orang yang terbunuh ini sebagai syahid dan orang yang terbunuh itu sebagai syahid, padahal keduanya hanyalah dua bangkai yang diterpa angin! Ketahuilah, demi Allah, tidak ada syahid kecuali aku dan para pendampingku, meskipun kami mati di atas tempat tidur kami.”

Penjelasan ucapan:

Dari dua hikmah yang mencerahkan ini dapat dipahami bahwa kesyahidan memiliki tingkatan-tingkatan, dan setiap orang yang terbunuh atau wafat dalam mengerjakan suatu amal yang diperintahkan Allah, dalam keadaan beriman, maka dia memperoleh satu derajat darinya sesuai dengan keutamaan amal tersebut dan hasilnya, dan tingkatan yang paling tinggi adalah bagi orang yang terbunuh dalam keadaan berjihad bersama Khalifah Allah di bumi, baik untuk menegakkan maupun mempertahankan pemerintahan beliau, dan dia sudah pasti syahid. Adapun orang-orang yang saat ini terbunuh demi menegakkan atau mempertahankan pemerintahan pemimpin ISIS atau pemimpin Taliban, pemimpin Suriah, atau pemimpin Iran, atau pemimpin lain dari para kepala negara atau partai, maka mereka adalah hanyalah orang-orang mati, dan penamaan mereka sebagai syahid tidak lain hanyalah kebohongan dan tipu daya; karena syahid pada zaman ini adalah orang yang terbunuh demi menegakkan atau mempertahankan pemerintahan al-Mahdi (Alaihis Salam); karena beliau adalah Khalifah Allah di bumi pada masa ini, dan pada masa ini tidak ada yang memiliki sifat ini kecuali Mansur Hasyimi Khorasani dan para pendamping beliau yang tulus, yang berjihad demi menegakkan dan mempertahankan pemerintahan al-Mahdi (Alaihis Salam).

Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]