Minggu, 25 Januari 2026 / 6 Sya’ban 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Empat belas ucapan dari Yang Mulia tentang berkabung atas Ahlul Bait Nabi (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) serta hukum-hukumnya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

Terjemahan ucapan:

Mansur Hasyimi Khorasani, dalam menggambarkan prinsip hidupnya, berkata kepada sekelompok pendampingnya:

Aku sejiwa dengan keadilan, dan aku selalu bersama Kitab dan Sunah sejak aku ada; aku tidak tertinggal, tidak pula melampaui batas, dan tidak pernah ragu. Ketahuilah! Demi Allah, seandainya seluruh manusia meninggalkanku hingga di bawah kelabu yang berputar ini tidak tersisa seorang pun bersamaku, aku tidak akan ragu bahwa aku seorang diri berada di atas petunjuk, sedangkan mereka semua berada dalam kesesatan. Ketahuilah! Aku termasuk golongan orang-orang yang tidak dihalangi dari jalan Allah oleh cercaan orang-orang yang jahat, dan tidak takut terhadap celaan para pencela; ucapan mereka adalah ucapan orang-orang yang benar, dan perbuatan mereka adalah perbuatan orang-orang saleh; mereka yang selalu menjadi penunjuk bagi orang-orang yang tersesat dan bersungguh-sungguh menghidupkan Kitab Allah dan Sunah Nabi-Nya; mereka tidak bersikap sombong dan tidak pula mencari keunggulan; mereka tidak menginginkan tambahan dan tidak berkhianat; mereka tidak meninggalkan kebenaran dan tidak condong kepada kebatilan; mereka tidak pernah mengotori pikiran dengan keburukan; mereka tidak terperdaya oleh manisnya kata-kata para penjilat dan tidak gentar oleh berpalingnya manusia; hati mereka senantiasa terbang di Tempat Tinggi, dan lidah mereka selalu mengucapkan perkataan terbaik. Ketahuilah! Janganlah kalian tergesa-gesa dalam perkara yang bergantung pada saat dan waktu; karena anak burung tidak akan terbang hingga bulunya tumbuh, dan petir tidak akan menggelegar sebelum kilat menyambar.

Penjelasan ucapan:

Yang Mulia maksud dengan ucapan yang fasih dan indah ini, yang merupakan warisan keluarga Ibrahim dan ciri khas kaum Hasyimi adalah bahwa beliau tidak menoleransi kebatilan dan tidak berhenti mengungkap serta mengecamnya, sekalipun sikap itu menyebabkan seluruh manusia menjauhi dan memusuhi beliau; karena, berbeda dengan kebanyakan orang, beliau tidak berambisi mengumpulkan manusia di sekeliling beliau dengan cara apa pun, melainkan berusaha mengumpulkan manusia di sekeliling al-Mahdi dengan cara yang layak dan pantas bagi beliau. Oleh karena itu, beliau tidak mencemari diri dengan kebohongan, sanjungan palsu, menipu, menyuap, atau menerima suap, dan yang beliau maksud dengan ungkapan “kelabu yang berputar” adalah langit yang mencakup siang dan malam; karena kelabu merujuk pada sesuatu yang mengandung warna hitam dan putih, perputaran langit adalah peredaran bintang, matahari, dan bulan di dalamnya, dan yang beliau maksud dari ungkapan indah “Ketahuilah! Janganlah kalian tergesa-gesa dalam perkara yang bergantung pada saat dan waktu; karena anak burung tidak akan terbang hingga bulunya tumbuh, dan petir tidak akan menggelegar sebelum kilat menyambar” adalah bahwa meskipun beliau tidak berkompromi dengan kebatilan, beliau tidak dapat bangkit melawan kebatilan sebelum sarana dan prasyarat yang diperlukan benar-benar tersedia. Oleh karena itu, tuntutan tergesa-gesa sebagian orang agar beliau segera bangkit adalah tidak tepat, yang seharusnya mereka lakukan adalah bersabar dan memberikan pertolongan hingga kondisinya siap. Yang Mulia mengucapkan ucapan ini ketika beliau mendengar sebagian orang yang bodoh menuduh bahwa beliau belum bangkit karena beliau ragu, ketakutan, berkompromi, dan tuduhan-tuduhan serupa yang sejatinya beliau sama sekali bersih darinya.

Untuk membaca ucapan dalam bahasa aslinya, klik di sini.
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]