Kamis, 19 Februari 2026 / 1 Ramadan 1447 H
Selamat datang bulan suci Ramadan.
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Sebuah ucapan dari Yang Mulia dalam menjelaskan nilai hikmah (kebijaksanaan) dan celaan terhadap orang-orang yang tidak mengambil manfaat darinya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

1 . أَخْبَرَنَا حَيْدَرُ بْنُ سَعِيدٍ الْمُوسَوِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: هَلْ يَحِلُّ لِلْعَذْرَاءِ أَنْ تَتَزَوَّجَ بِغَيْرِ إِذْنِ أَبِيهَا؟ قَالَ: لَا وَلَا كَرَامَةَ، قُلْتُ: وَإِنْ كَانَتْ رَشِيدَةً؟ قَالَ: وَإِنْ كَانَتْ رَشِيدَةً، قُلْتُ: فَإِنْ تَزَوَّجَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ أَبِيهَا فَتَرَى أَنَّ زَوَاجَهَا بَاطِلٌ؟ قَالَ: لَا، إِلَّا أَنْ تَزَوَّجَتْ بِغَيْرِ كُفْوٍ وَجَاءَ أَبُوهَا يُخَاصِمُهَا، فَلَهُ أَنْ يَنْقُضَ النِّكَاحَ.

Terjemahan ucapan:

Haidar bin Sa’id al-Musawi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Apakah halal bagi seorang gadis perawan menikah tanpa izin ayahnya?” Beliau berkata: “Tidak, dan itu tidak terhormat.” Aku berkata: “Meskipun dia sudah dewasa?” Beliau berkata: “Meskipun dia sudah dewasa.” Aku berkata: “Maka, jika dia menikah tanpa izin ayahnya, apakah menurutmu pernikahannya tidak sah?” Beliau berkata: “Tidak, kecuali jika dia menikah dengan laki-laki yang tidak sepadan (tidak sekufu) lalu ayahnya datang menggugatnya, maka ayahnya berhak membatalkan pernikahan itu.”

2 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْهَرَوِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنِ الْمُؤْمِنَةِ لَهَا أَبٌ فَاجِرٌ أَوْ نَاصِبِيٌّ يَمْنَعُهَا مِنْ نِكَاحِ مُؤْمِنٍ تُحِبُّهُ، وَلَا يَفْعَلُ ذَلِكَ إِلَّا لِأَنَّهُ مُؤْمِنٌ، فَقَالَ: تَنْكَحُهُ وَإِنْ رَغَمَ أَنْفُ أَبِيهَا! قُلْتُ: إِنَّهَا بِكْرٌ فَتَخْشَى أَنْ تَكُونَ عَلَيْهَا مَعَرَّةٌ، قَالَ: أَبُوهَا ظَالِمٌ، وَلَا وِلَايَةَ لِظَالِمٍ، أَلَمْ تَسْمَعْ قَوْلَ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا[1]؟! فَهَلْ يَخِيبُ إِلَّا إِذَا لَمْ يَنَلْ مَا طَلَبَ؟! ثُمَّ قَالَ: إِنِ امْتَنَعَتْ مِنْ نِكَاحِ الْمُؤْمِنِ طَاعَةً لِأَبِيهَا فَقَدْ عَصَتْ رَبَّهَا، لِأَنَّهُ قَدْ نَهَى عَنْ طَاعَةِ كُلِّ ﴿مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ[2] كَائِنًا مَنْ كَانَ.

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Abdurahman al-Harawi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang seorang perempuan yang beriman yang memiliki ayah fasik atau nashibi yang melarangnya menikah dengan seorang lelaki yang beriman yang dia cintai, dan dia (ayah) melarangnya hanya karena lelaki itu adalah seorang yang beriman. Maka beliau berkata: “Dia boleh menikah dengannya walaupun ayahnya tidak merelakannya!” Aku berkata: “Dia masih perawan dan khawatir akan berdosa.” Beliau berkata: “Ayahnya itu zalim, dan tidak ada perwalian bagi orang zalim. Tidakkah engkau mendengar firman Allah Ta’ala: ‘Dan sungguh rugi orang yang memikul kezaliman’?! Maka, apakah dia disebut rugi kecuali ketika dia tidak memperoleh apa yang dia inginkan?!” Kemudian beliau berkata: “Jika dia menolak menikah dengan seorang yang beriman demi menaati ayahnya, maka dia telah bermaksiat kepada Tuhannya; karena Allah Ta’ala telah melarang menaati setiap ‘orang yang menghalangi kebaikan, melampaui batas, dan berdosa’, siapa pun dia.”

Penjelasan ucapan:

Untuk membaca penjelasan atas ucapan-ucapan yang penting ini, silakan merujuk pada Tanya Jawab 411 dalam situs bahasa Arab.

↑[1] . Taha/ 111
↑[2] . Al-Qalam/ 12
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]