Senin, 2 Februari 2026 / 14 Sya’ban 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani
 Ucapan baru: Sebuah ucapan dari Yang Mulia dalam menjelaskan nilai hikmah (kebijaksanaan) dan celaan terhadap orang-orang yang tidak mengambil manfaat darinya. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pertanyaan baru: Bagaimana pandangan Islam terhadap taqlid (mengikuti secara buta)? Klik di sini untuk membaca jawaban. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Ucapan
 

أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: كُنْتُ عِنْدَ الْمَنْصُورِ الْهَاشِمِيِّ الْخُرَاسَانِيِّ، فَأَشَارَ إِلَيَّ وَقَالَ: تَعَالَ يَا يُونُسُ حَتَّى أُعَلِّمَكَ دِينَكَ! فَاقْتَرَبْتُ إِلَيْهِ حَتَّى جَلَسْتُ فِي جَنْبِهِ، فَأَخَذَ بِيَدِي كَوَالِدٍ رَحِيمٍ، ثُمَّ قَالَ: اعْلَمْ يَا بُنَيَّ أَنَّ هَذَا الدِّينَ نِظَامٌ كَنِظَامِ الْخَرَزِ، يَتْبَعُ بَعْضُهُ بَعْضًا، وَلَا يَكْمُلُ بَعْضُهُ إِلَّا بِبَعْضٍ، أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَمَّا أَقَامَ وَلِيَّهُ قَالَ: ﴿الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا[1]؟! فَوَاللَّهِ مَا كَانَ الدِّينُ كَامِلًا وَلَا الْإِسْلَامُ مَرْضِيًّا حَتَّى أَقَامَ اللَّهُ وَلِيَّهُ، فَلَمَّا خَرَجَ النَّاسُ مِنْ وِلَايَتِهِ انْتَقَصَ دِينُهُمْ وَعَادَ الْإِسْلَامُ كَمَا كَانَ غَيْرَ مَرْضِيٍّ، وَهُوَ الْيَوْمَ كَذَلِكَ، أَلَا وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَنْ يَكْمُلَ الدِّينُ أَبَدًا وَلَنْ يُغْنِيَ الْإِسْلَامُ شَيْئًا إِلَّا بِوِلَايَةِ وَلِيٍّ أَقَامَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، فَمَنْ زَعَمَ أَنَّ اللَّهَ يُدَانُ بِدُونِ وِلَايَةِ وَلِيِّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا، ثُمَّ قَالَ: اعْلَمْ يَا بُنَيَّ أَنَّ هَذَا الدِّينَ سِلْسِلَةٌ يَتَعَلَّقُ بَعْضُهَا بِبَعْضٍ، فَإِذَا انْتَقَصَ مِنْهَا جُزْءٌ وَاحِدٌ انْتَقَصَ سَائِرُ الْأَجْزَاءِ، وَلَا تَزِيدُكَ حِينَئِذٍ إِلَّا خَسَارًا، قُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، إِنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ، قَالَ: كَذَبُوا الْجُهَّالُ الْحَمْقَى كَأَشْبَاهِ الْحُمُرِ! مَا جَعَلَ اللَّهُ دِينًا إِلَّا وَجَعَلَ لَهُ مَنْ أَدْرَكَ كُلَّهُ، فَإِنْ عَجَزُوا عَنْ إِدْرَاكِ كُلِّهِ فَلْيَذْهَبُوا وَلْيَأْتِ مَنْ يَقْدِرُ عَلَى ذَلِكَ، لِأَنَّهُ لَا يُغْنِي إِلَّا كُلُّهُ وَلَا يَزِيدُهُمْ جُزْئُهُ غَيْرَ تَخْسِيرٍ، قُلْتُ: أَلَيْسَ فِي ذَلِكَ تَعْلِيقُ حُدُودِ اللَّهِ؟ قَالَ: لَا يَذْهَبَنَّ بِكَ الْمَذَاهِبُ يَا بُنَيَّ! إِنَّ حُدُودَ اللَّهِ لَا يُجْرِيهَا غَيْرُ وَلِيِّهِ، فَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ يُحَكِّمُوهُ، وَذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَا جَعَلَ حَدًّا إِلَّا بِاعْتِبَارِ دَوْلَةِ الْعَدْلِ، وَأَمَّا دَوْلَةُ الْجَوْرِ فَلَيْسَ لَهَا أَنْ تُجْرِيَ حَدًّا، بَلْ لِلَّهِ عَلَيْهَا حُدُودٌ سَوْفَ تُجْرَى عَلَيْهَا.

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bersama Mansur Hasyimi Khorasani. Kemudian beliau menunjuk kepadaku dan berkata: “Mendekatlah wahai Yunus, agar aku ajarkan kepadamu agamamu!” Maka aku mendekat hingga duduk di samping beliau. Kemudian beliau memegang tanganku seperti seorang ayah yang penuh kasih, lalu berkata: “Ketahuilah wahai anakku, bahwa agama ini adalah suatu sistem seperti untaian manik-manik, sebagiannya mengikuti bagian yang lain, dan setiap bagiannya tidak sempurna kecuali dengan bagian yang lain. Tidakkah engkau melihat bahwa ketika Allah menetapkan wali-Nya, Dia berfirman: ‘Hari ini Aku telah sempurnakan agama kalian untuk kalian, telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan Aku ridai Islam sebagai agama kalian’?! Demi Allah, agama itu tidaklah sempurna dan Islam tidaklah diridai hingga Allah menetapkan wali-Nya. Kemudian, ketika manusia menyimpang dari perwalian beliau, agama mereka berkurang dan Islam kembali menjadi tidak diridai, dan hari ini pun keadaannya masih demikian. Ketahuilah, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, agama tidak akan pernah sempurna dan Islam tidak akan memberi manfaat apa pun kecuali dengan perwalian seorang wali yang telah ditetapkan oleh Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Maka, siapa saja yang menyangka bahwa seseorang dapat beriman kepada agama Allah tanpa perwalian wali-Nya, sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.” Kemudian beliau berkata: “Ketahuilah wahai anakku, agama ini adalah sebuah rantai, sebagiannya bergantung pada sebagian yang lain. Maka, apabila satu bagian saja dikurangkan, bagian lainnya juga ikut berkurang, dan ketika itu ia tidak memberikan apa pun selain kerugian.” Aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, mereka berkata bahwa apa yang tidak dapat diraih seluruhnya, tidak boleh ditinggalkan seluruhnya.” Beliau menjawab: “Mereka berdusta, orang bodoh yang seperti keledai! Allah tidak menjadikan suatu agama kecuali Dia menetapkan seseorang yang mampu meraih seluruhnya. Maka, jika mereka tidak mampu meraih keseluruhannya, maka mereka harus pergi dan seseorang yang mampu melakukannya akan datang; karena agama itu hanya bermanfaat apabila dijalankan seluruhnya, dan bagian-bagiannya yang terpisah tidak menambah apa pun bagi mereka selain kerugian.” Aku berkata: “Apakah itu tidak berarti menangguhkan batas-batas hukum (hudud) yang ditetapkan Allah?” Beliau berkata: “Jangan biarkan berbagai aliran pemikiran menyeretmu, wahai anakku! Sesungguhnya, hudud Allah tidak boleh dijalankan kecuali oleh wali yang ditetapkan oleh-Nya, maka tidak ada pilihan selain membuat beliau berkuasa, dan ini karena Allah tidak menetapkan satu hudud pun kecuali dengan mempertimbangkan pemerintahan yang adil. Adapun pemerintahan yang zalim, ia tidak berhak menjalankan satu hudud pun, bahkan bagi Allah ada hudud atas pemerintah zalim itu, yang kelak akan dilaksanakan atasnya.”

Penjelasan ucapan:

Untuk memahami hikmah dan nasihat mulia ini dengan lebih baik, silakan merujuk pada pembahasan “Menegakkan Sebagian Ajaran Islam Bergantung pada Tegaknya Seluruh Ajaran Islam” dalam buku berharga “Kembali ke Islam”.

↑[1] . Al-Ma’idah/ 3
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]