Selasa, 6 Oktober 2026 / 24 Rabiul Akhir 1448 H
Mansur Hasyimi Khorasani

● Pertanyaan baru: Para Imam Ahlul Bait tidak pernah mengambil emas untuk diri mereka sendiri walaupun hanya seberat satu mitsqal selama mereka masih hidup. Bagaimana mungkin makam-makam mereka dipenuhi dengan emas?! Klik di sini untuk membaca jawaban.● Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca.● Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca.● Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.● Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca.● Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca.● Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Pelajaran
 
Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sesuai dengan perintah-Nya.
Ayat-Ayat Al Qur’an Tentangnya

Ayat No. 16

“Tali dari Allah adalah kitab-Nya dan tali dari manusia adalah khalifah-Nya.”

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

﴿ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ﴾[1]

Terjemahan:

Allah Ta’ala telah berfirman:

Mereka ditimpa kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali dengan tali dari Allah dan tali dari manusia.

Pertimbangan

أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدِ الْبَارِئِ الْقَنْدَهَارِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ﴾، فَقَالَ: الْحَبْلُ مِنَ اللَّهِ كِتَابُهُ وَالْحَبْلُ مِنَ النَّاسِ خَلِيفَتُهُ، قُلْتُ: أَمَّا كِتَابُهُ فَقَدْ عَرَفْتُهُ، وَلَكِنْ مَنْ خَلِيفَتُهُ؟ قَالَ: هُوَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْبَيْتِ يُبَيِّنُ لِلنَّاسِ كِتَابَهُ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ، أَلَمْ تَسْمَعْ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي، أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الْآخَرِ: كِتَابُ اللَّهِ حَبْلٌ مَمْدُودٌ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي، وَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ»؟! قُلْتُ: هَذَا وَاللَّهِ لَقَوْلٌ قَوِيٌّ، وَلَكِنَّ الْمُفَسِّرِينَ لَا يَقُولُونَ بِهَذَا، قَالَ: أَفَتَعْبُدُ الْمُفَسِّرِينَ؟ قُلْتُ: لَا، قَالَ: فَإِلَيْهِمْ تُحْشَرُ فَيُعَذِّبُونَكَ؟ قُلْتُ: لَا، قَالَ: فَيُغْنُونَ عَنْكَ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ؟ قُلْتُ: لَا، قَالَ: فَقُلْ بِالْحَقِّ وَدَعْ أَقْوَالَ الْمُفَسِّرِينَ.

Terjemahan:

Abu Bakar bin Abdul Bari’ al-Qandahari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur tentang firman Allah Ta’ala: “Mereka ditimpa kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali dengan tali dari Allah dan tali dari manusia.” Maka beliau berkata: “Tali dari Allah adalah kitab-Nya dan tali dari manusia adalah khalifah-Nya.” Aku berkata: “Aku tahu Kitab-Nya. Tetapi, siapakah khalifah-Nya?” Beliau berkata: “Dia adalah seorang laki-laki dari Ahlul Bait yang menjelaskan kitab-Nya kepada manusia hingga datangnya Hari Kiamat. Apakah engkau belum pernah mendengar sabda Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam): ‘Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua pusaka yang agung. Jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan pernah tersesat sepeninggalanku. Satu dari keduanya lebih agung dari yang lain: Kitab Allah yang merupakan tali yang terbentang dari langit ke bumi dan Itrahku, (yaitu) Ahlul Baitku. Dan keduanya tidak akan pernah berpisah hingga datang kepadaku di Telaga’[2]?!” Aku berkata: “Demi Allah, ini adalah suatu perkataan yang kuat, tetapi para mufassir tidak berpendapat demikian.” Beliau berkata: “Apakah engkau menyembah para mufassir?” Aku berkata: “Tidak.” Beliau berkata: “Lalu, apakah engkau akan dikumpulkan menuju mereka dan apakah mereka akan menyiksamu?” Aku berkata: “Tidak.” Beliau berkata: “Lalu, apakah mereka akan menanggung azab Allah untuk menggantikanmu?” Aku berkata: “Tidak.” Beliau berkata: “Maka terimalah kebenaran dan tinggalkan pendapat para mufassir.”

↑[1] . Ali ‘Imran/ 112
↑[2] . Ini adalah hadis mutawatir yang diriwayatkan oleh lebih dari tiga puluh sahabat Nabi. Rujuk Kembali ke Islam, hal. 114.
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman dan kenalan Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
✔️ Untuk mendukung kami secara finansial, klik di sini.
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini: