Jum’at, 15 Mei 2026 / 27 Zulkaidah 1447 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Pertanyaan baru: Apa alasan Mansur Hasyimi Khorasani menggunakan panji-panji hitam? Klik di sini untuk membaca jawaban. Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Tanya Jawab
 

Apakah Mansur Hasyimi Khorasani mendahulukan akal atas Syariat, dan beranggapan bahwa kita harus mengikuti akal jika bertentangan dengan Syariat?

Ini adalah pertanyaan umum yang muncul dari anggapan bahwa akal dan Syariat bisa saling bertentangan, sehingga mengikuti salah satunya berarti meninggalkan yang lain. Namun, anggapan ini keliru; karena akal dan Syariat keduanya merupakan hujjah (bukti) dari Allah Ta’ala, dan hujjah-hujjah-Nya tidak saling bertentangan. Oleh karena itu, tidak ada makna dan tidak ada kebutuhan untuk mendahulukan salah satunya atas yang lain. Memang, akal didahulukan atas Syariat dalam arti bahwa Syariat diketahui melalui akal, dan ini adalah bentuk pendahuluan yang bersifat niscaya karena akal adalah hujjah internal, sedangkan syariat adalah hujjah eksternal, dan sesuatu yang di luar hanya dapat dipahami melalui yang di dalam. Jelas bahwa mendahulukan akal ini tidak berarti adanya pertentangan dengan Syariat, tetapi mengharuskan bahwa apa pun yang bertentangan dengan akal harus dihukumi sebagai bukan bagian dari Syariat, meskipun dinisbatkan kepadanya; karena jelas bahwa tidak semua yang dinisbatkan kepada Syariat benar-benar bagian darinya, dan untuk mengetahui hakikat Syariat, tidak ada jalan lain selain menggunakan akal; sebagaimana akal pun tidak dapat mengetahui hakikat Syariat kecuali jika ia bersih dari kebodohan, taklid, hawa nafsu, kecenderungan duniawi, fanatisme, kesombongan, dan takhayul. Inilah mengapa kita melihat orang-orang kafir dan fasik menganggap keyakinan dan hukum Syariat yang paling jelas sekalipun tidak masuk akal, padahal sebenarnya sangat masuk akal, hanya saja mereka tidak mengetahui dalil dan hikmahnya, mengikuti hawa nafsu, atau memandang dengan kacamata fanatisme dan kesombongan.

Namun, ini tidak berarti bahwa akal dapat mengetahui seluruh hukum Syariat secara langsung; karena banyak hukum Syariat, terutama dalam ibadah, merupakan pertimbangan Sang Pembuat Syariat, dan tidak mungkin mengetahui pertimbangan seseorang kecuali dengan mendengar darinya; karena ada banyak tindakan yang boleh dia jadikan pertimbangan, dan tidak ada halangan dari sisi akal terhadap satu pun darinya; sebagaimana Allah Ta’ala bisa saja menetapkan salat Subuh sebanyak dua, tiga, atau empat rakaat, dan tidak ada halangan dari akal terhadap hal tersebut. Oleh karena itu, untuk mengetahui jumlah rakaat salat Subuh, tidak ada cara lain kecuali merujuk kepada Rasul-Nya agar beliau menjelaskannya. Berdasarkan hal ini, akal dan Syariat sama-sama diperlukan, dan tidak bisa saling menggantikan, masing-masing memiliki peran dalam pengetahuan. Hal ini telah dijelaskan oleh Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (Hafizhahullah Ta‘ala) dalam buku beliau Kembali ke Islam dan dalam banyak ucapan beliau yang murni; sebagaimana seorang sahabat kami mengabarkan kepada kami, dia berkata:

«سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ يَقُولُ: الْعَقْلُ مَاٰلُ الْمَعْرِفَةِ، وَكُلُّ مَعْرِفَةٍ لَا تَؤُولُ إِلَى الْعَقْلِ فَجَهْلٌ عَلَى جَهْلٍ، قُلْتُ: عِنْدَنَا قَوْمٌ يَتَبَرَّؤُونَ مِنَ الْعَقْلِ! قَالَ: وَهَلْ يَتَبَرَّءُ مِنَ الْعَقْلِ إِلَّا مَجْنُونٌ؟! قُلْتُ: إِنَّهُمْ يَقُولُونَ مَاٰلُ الْمَعْرِفَةِ الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ! قَالَ: وَهَلْ يُعْرَفُ الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ إِلَّا بِالْعَقْلِ؟! الْعَقْلُ أَصْلُ الْمَعْرِفَةِ، وَالْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ سُوقُهَا، وَالْخُلَفَاءُ فِي الْأَرْضِ أَغْصَانُهَا، فَمَنْ تَرَكَ الْعَقْلَ فَقَدْ قَطَعَ أَصْلَ الْمَعْرِفَةِ، وَمَنْ تَرَكَ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ فَقَدْ قَطَعَ سُوقَهَا، وَمَنْ تَرَكَ الْخُلَفَاءَ فِي الْأَرْضِ فَقَدْ قَطَعَ أَغْصَانَهَا، وَكُلٌّ مَحْرُومُونَ مِنْ أُكُلِهَا وَثَمَرَتِهَا»[1]; “Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata: Akal adalah tujuan akhir dari pengetahuan, dan setiap pengetahuan yang tidak bermuara pada akal hanyalah kebodohan di atas kebodohan. Aku berkata: Di kalangan kami ada sekelompok orang yang berlepas diri dari akal! Beliau berkata: Adakah yang berlepas diri dari akal selain orang gila?! Aku berkata: Mereka mengatakan bahwa tujuan akhir pengetahuan adalah Kitab dan Sunah! Beliau berkata: Apakah Kitab dan Sunah dapat dikenal selain melalui akal?! Akal adalah akar pengetahuan, Kitab dan Sunah adalah batangnya, dan para Khalifah di bumi adalah cabang-cabangnya. Maka, barang siapa meninggalkan akal, dia telah memutus akar pengetahuan, barang siapa meninggalkan Kitab dan Sunah, dia telah memutus batangnya, dan barang siapa meninggalkan para Khalifah di bumi, dia telah memutus cabang-cabangnya, dan mereka semua terhalang dari hasil dan buahnya.”

Pusat Informasi Kantor Mansur Hasyimi Khorasani Bagian menjawab pertanyaan
Bagikan
Bagikan konten ini dengan teman-teman Anda untuk membantu menyebarkan pengetahuan; memberi tahu orang lain tentang pengetahuan ini merupakan bentuk ucapan terima kasih.
Email
Telegram
Facebook
Twitter
Anda juga bisa membaca konten ini dalam bahasa berikut ini:
Jika Anda fasih dalam bahasa lain, terjemahkan konten ini ke bahasa tersebut dan kirimkan terjemahan Anda kepada kami untuk diterbitkan di situs web. [Formulir Terjemahan]
Ajukan Pertanyaan
Pengguna yang terhormat! Anda dapat menuliskan pertanyaan terkait pendapat Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (semoga Allah melindunginya) pada formulir di bawah ini dan mengirimkannya kepada kami untuk dijawab di bagian ini.
Perhatian: Nama Anda mungkin akan ditampilkan sebagai penulis pertanyaan ini di situs web.
Perhatian: Dikarenakan tanggapan kami akan dikirimkan ke alamat email Anda dan tidak akan dipublikasikan di situs web, maka penting untuk menuliskan alamat email Anda dengan benar.