Selasa, 25 Agustus 2026 / 12 Rabiul Awal 1448 H
Mansur Hasyimi Khorasani

 Pertanyaan baru: Para Imam Ahlul Bait tidak pernah mengambil emas untuk diri mereka sendiri walaupun hanya seberat satu mitsqal selama mereka masih hidup. Bagaimana mungkin makam-makam mereka dipenuhi dengan emas?! Klik di sini untuk membaca jawaban. Ucapan baru: Sebuah ucapan yang sangat penting dan mencerahkan dari Yang Mulia beliau tentang syarat bagi kemunculan al-Mahdi. Klik di sini untuk membaca. Surat baru: Sebuah kutipan dari surat Yang Terhormat untuk salah satu pendamping beliau, di mana beliau menasihatinya dan memperingatkannya agar takut kepada Allah. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web. Pelajaran baru: Pelajaran dari Yang Mulia tentang fakta bahwa bumi tidak pernah kosong dari seorang laki-laki yang memiliki pengetahuan menyeluruh tentang agama, yang telah Allah tunjuk sebagai khalifah, imam, dan pembimbing di atasnya sesuai dengan perintah-Nya; Ayat-ayat Al Qur’an tentangnya; Ayat no. 16. Klik di sini untuk membaca. Artikel baru: Artikel “Sebuah ulasan buku Kembali ke Islam karya Mansur Hasyimi Khorasani” ditulis oleh “Sayyed Mohammad Sadeq Javadian” telah terbit. Klik di sini untuk membaca. Kunjungi beranda untuk membaca konten paling penting di situs web.
loading
Tanya Jawab
Menuju
Nomor:
<</1/>>
Menuju
Halaman:

Pertanyaan tentang Mengajak kepada kebaikan, menyeru kebenaran, dan mencegah yang salah

Kode Nomor Kode Pokok Bahasan & Konten Tanggal Penerbitan Lampiran
1 79
Mengajak kepada kebaikan, menyeru kebenaran, dan mencegah yang salah
Saya adalah seorang penceramah yang mengagumi Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (Hafizhahullah Ta‘ala) di Iran. Terkadang saya menggunakan kalimat hikmah beliau yang mencerahkan dan nasihat beliau yang fasih dalam khutbah-khutbah saya untuk mengenalkan hakikat-hakikat Islam kepada masyarakat. Sayangnya, mengingat situasi keamanan di Iran dan suasana penuh racun yang diciptakan oleh para penguasa terhadap ulama yang terzalimi ini, saya tidak dapat menyebut nama beliau, dan saya juga tidak bisa secara terang-terangan meriwayatkan hikmah-hikmah serta nasihat-nasihat beliau; terutama karena adanya sebagian orang fanatik di antara jamaah masjid yang apabila mereka mendengar saya menyebut nama ulama ini, mereka tidak akan lagi salat di belakang saya dan akan menimbulkan banyak masalah bagi saya. Meskipun demikian, terkadang saya merujuk ulama ini secara umum, misalnya dengan berkata, “Menurut ungkapan seorang tokoh besar”, atau “Menurut ungkapan seorang ulama”, atau “Seorang bijak berkata”, dan ungkapan-ungkapan semisalnya. Akan tetapi, saya tidak tahu apakah isyarat-isyarat semacam ini sudah mencukupi atau tidak. Bagaimanapun, apakah tindakan saya ini diperbolehkan, mengingat tujuan saya adalah menyebarkan pengetahuan-pengetahuan Islam? Jika hal itu tidak diperbolehkan, apa yang harus saya lakukan? Terima kasih kepada kalian dan kepada ulama besar ini yang merepresentasikan firman Allah Ta’ala: «إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ»; “Sesungguhnya, engkau benar-benar berada di atas kebenaran yang nyata.” Melalui karya-karyanya, beliau telah mengangkat pemikiran dan wawasan kami tentang Islam ke tingkatan yang lebih tinggi, memperbaiki pandangan-pandangan kami yang keliru, khususnya dalam masalah al-Mahdi, dan telah memulai sebuah revolusi budaya besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia Islam, yang InSyaAllah menjadi kabar gembira bagi revolusi global al-Mahdi.
26/12/2015
Menuju
Nomor:
<</1/>>
Menuju
Halaman: