Oleh karena itu, saya ingin mencegah fitnah semacam itu dan menjaga ruang tetap bersih dari orang-orang seperti dia. Selain itu, saya mendengar bahwa seruan menuju kebatilan telah berkumandang di Barat[1]; maka, saya ingin seruan menuju kebenaran dikumandangkan di Timur, agar seruan menuju kebatilan tidak menjadi satu-satunya yang terdengar di dunia, agar umat Muslim tidak bersatu di atas kebatilan dan azab Allah menimpa mereka; karena kedaulatan hanya milik Allah, dan Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia tidak menghendaki siapa pun kecuali al-Mahdi keturunan Fatimah, yang diridai oleh Ahlul Bait Muhammad dan juga oleh seluruh umat Muslim. Oleh karena itu, saya bangkit untuk mempersiapkan jalan bagi kekuasaan beliau, untuk menyediakan beliau kekuatan dan perlengkapan yang memadai, setelah saya menyaksikan umat Muslim menyimpang dari Islam, menyadari betapa besar kebutuhan mereka untuk kembali kepadanya, dan beranggapan bahwa mereka dan saya adalah penumpang di kapal yang sama, sehingga keselamatan saya bergantung pada keselamatan mereka, dan kebinasaan saya juga terkait dengan kebinasaan mereka. Oleh karena itu, saya khawatir jika saya tidak bertindak untuk menolong mereka, maka saya akan tenggelam bersama mereka, seperti suatu golongan dari Bani Israil di tepi laut, ketika mereka melihat sebagian yang lain dari mereka melanggar larangan pada hari Sabat dan tidak mencegahnya, akhirnya mereka berubah menjadi kera seperti yang lain; sebagaimana Allah telah menyebut mereka untuk mengajarkan umat Muslim dengan berfirman: ﴿وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ﴾[2]; “Dan ketika suatu golongan di antara mereka berkata: ‘Mengapa kalian menasihati kaum yang akan dibinasakan Allah atau diazab dengan azab yang berat?’ mereka menjawab: ‘Sebagai alasan di hadapan Tuhan kalian, dan mudah-mudahan mereka bertakwa.’ Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan menimpakan mereka yang melakukan kesalahan dengan azab yang keras karena dosa yang mereka kerjakan.” Selain itu, saya tidak suka menjadi bagian dari orang-orang yang menyembunyikan kebenaran padahal mengetahuinya, karena mereka mendatangkan laknat Allah dan laknat seluruh makhluk yang melaknat; sebagaimana Allah Ta‘ala telah berfirman: ﴿وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ﴾[3]; “Dan jangan menutupi kebenaran dengan kebatilan, dan jangan menyembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya”, dan: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ﴾[4]; “Sesungguhnya, orang-orang yang menyembunyikan bukti yang jelas dan petunjuk yang Kami turunkan setelah Kami menjelaskannya kepada manusia dalam Kitab, Allah melaknat mereka, dan semua pelaknat melaknat mereka.”
