| Penulis: Anonim | Tanggal Penerbitan: 20/1/2015 |
Bagaimana Mansur Hasyimi Khorasani menyerahkan pemerintahan kepada Imam Mahdi jika salah seorang penguasa negara-negara Islam menerima apa yang beliau usulkan dan serukan? Apakah beliau memiliki hubungan dengan Imam Mahdi? Apa rencana praktis beliau?
Satu-satunya hal yang menghalangi Imam Mahdi untuk muncul adalah rasa takut atas hidup beliau. Apabila rasa takut ini dihilangkan dengan menyatukan hati dan tangan untuk melindungi beliau, niscaya beliau akan muncul tanpa keraguan sedikit pun. Hal ini tidak memerlukan hubungan dengan beliau. Bahkan siapa saja yang menyatukan hati dan tangan untuk melindungi beliau, akan membuat beliau muncul meskipun dia tidak berhubungan dengan beliau. Oleh karena itu, Mansur Hasyimi Khorasani berusaha menyatukan hati dan tangan untuk melindungi beliau, dan Mansur tidak mengeklaim bahwa dirinya memiliki hubungan dengan beliau. Jelas bahwa apabila salah seorang penguasa Muslim menjawab seruan Mansur dan menolong beliau, maka tujuan yang diharapkan akan tercapai dengan lebih mudah dan lebih cepat. Akan tetapi, bagaimana mungkin mereka melakukan hal itu?! Sementara mereka telah menjadikan kekuasaan duniawi mereka sebagai tuhan mereka, dan mereka lalai terhadap Akhirat; sebagaimana Mansur mengutarakan hal itu dalam salah satu surat beliau, yaitu:
Mengapa orang-orang yang diberi kekuasaan di bumi tidak menyeru kepada Khalifah Allah di dalamnya atau memberikan beliau harta dan senjata mereka sehingga beliau bisa memiliki kekuasaan seperti mereka?! Apakah mereka takut kekuasaan mereka akan berkurang?! Mereka pasti akan kehilangan seluruh kekuasaan mereka di bumi ketika Khalifah Allah memperoleh kekuasaan di bumi, hingga orang paling bahagia di antara mereka adalah orang yang menggembalakan kambing di kampung ayahnya! Adakah di dunia ini seorang penguasa yang bersedia menukar kerajaannya dengan kerajaan di surga? Sesungguhnya, Allah mampu mencabut kekuasaan dari mereka secara paksa, tetapi Dia menyukai agar mereka menyerahkannya kepada-Nya secara sukarela.[1]
Berdasarkan hal ini, apabila salah seorang penguasa Muslim menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari kekuasaan dan menyerahkannya kepada Imam Mahdi, disertai upayanya menyiapkan kondisi, hukum, dan jaminan yang diperlukan untuk itu di bawah pengawasan seorang ulama independen yang terpercaya seperti Mansur Hasyimi Khorasani, maka hal ini akan membuka jalan bagi kemunculan Imam Mahdi. Hal ini dapat terwujud di setiap negeri umat Muslim, dan tidak diragukan bahwa negeri Muslim mana pun yang berhasil mewujudkan hal ini dapat menjadi tempat hijrah dan perlindungan bagi Imam Mahdi serta menjadi titik awal dan pusat pemerintahan beliau. Negeri Muslim mana pun yang lebih dahulu melakukannya akan dianggap sebagai pelopor dalam kebaikan dan memperoleh keutamaan serta kemuliaan darinya, dan akan memperoleh banyak keistimewaan duniawi dan ukhrawi setelah tegaknya pemerintahan Imam Mahdi, ﴿وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾[2]; “dan itulah kemenangan yang agung.” Oleh karena itu, para penguasa Muslim harus bersegera menuju perkara ini dan berlomba-lomba di dalamnya jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta menginginkan kebaikan dan keselamatan. Janganlah mereka seperti para penguasa Iran yang pertama mengingkari dan menghalanginya karena kebodohan atau kemunafikan mereka, sehingga mereka menjadi manusia yang paling sengsara dan paling merugi di dunia dan Akhirat!
Bagaimanapun juga, pengunduran diri para penguasa Muslim dari kekuasaan dan penyerahannya kepada Imam Mahdi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari; karena tidak mungkin ada dua penguasa dalam satu negeri, dan pemerintahan Imam Mahdi harus meliputi seluruh negeri di bumi agar terwujud apa yang dijanjikan Rasulullah
berupa terpenuhinya bumi dengan keadilan dan pemerataan. Ini berarti bahwa para penguasa Muslim akan meninggalkan kekuasaan, baik dengan sukarela maupun terpaksa, cepat atau lambat, agar pemerintahan Imam Mahdi terwujud. Oleh karena itu, Mansur Hasyimi Khorasani menasihati mereka agar melakukan hal itu secara sukarela dan secepatnya, karena itu lebih bermanfaat bagi mereka di dunia dan Akhirat. Mereka hendaknya menerima nasihat beliau dan bekerja sama dengan beliau dalam mempersiapkan pemerintahan Imam Mahdi sebelum Allah menghinakan dan merendahkan mereka; sebagaimana Mansur berbicara kepada mereka dalam salah satu surat beliau, yaitu:
Wahai para penguasa bumi, kalian yang menyombongkan kekuasaan kalian, membanggakan tentara dan senjata kalian, dan mengira bahwa kalian akan memerintah selamanya! Takutlah kepada Allah, Dia yang paling layak untuk memerintah, yang kekuasaan-Nya menegakkan alam semesta dan bala tentara serta senjata-Nya memenuhi langit dan bumi; karena jika Dia menghendaki, Dia dapat membenamkan kalian ke dalam tanah sehingga setelah ribuan tahun fosil-fosil kalian tersingkap, namun tidak dapat dibedakan dari fosil-fosil reptil!
Dia telah menimbun banyak umat sebelum kalian ke dalam tanah atau menenggelamkannya di dalam air, bahkan Dia telah melenyapkan peradaban-peradaban dan menghilangkan benua-benua! Di mana peradaban Mesopotamia yang dahulu menjadi sumber legenda dan di mana Kerajaan Persia dan Romawi yang agung?! Di mana para pembangun piramida Mesir dan mereka yang menyusun batu-batu raksasa seakan-akan batu bata kecil?! Di mana Atlantis, benua yang hilang yang mereka kira pernah ada?! Di mana kaum-kaum yang hilang yang tidak seorang pun mengetahui nasibnya kecuali Dia?! Bukankah Dia yang membinasakan Namrud, menenggelamkan pengikut Fir‘aun di laut, atau melenyapkan kaum ‘Ad dan Tsamud dari muka bumi dan mereka yang dahulu disembah oleh tujuh raja dan singgasananya dipikul oleh lima ratus budak?! Padahal mereka memiliki leher yang tinggi, dada yang bidang, serta akan memberikan emas dan permata, mempersiapkan pasukan besar, berjalan dengan angkuh di bumi sambil bernyanyi: “Kami lebih kuat dan lebih tinggi kedudukannya! Siapa yang mampu mengalahkan kami?!” Maka Dia mengalahkan mereka dan merendahkan mereka serendah-rendahnya, hingga kumbang mengerumuni daging mereka dan anjing mengencingi tulang mereka!
Maka sekarang, apa yang membuat kalian berani melawan-Nya dan tidak tunduk kepada-Nya ketika aku menyeru kalian kepada-Nya dan tunduk pada hukum-Nya? Kemudian kalian tidak memperhatikanku dan malah menertawaiku?! Bukankah pesawat-pesawat kalian hanyalah lalat yang beterbangan, rudal-rudal kalian hanyalah nyamuk yang menggigit, dan tentara-tentara kalian hanyalah semut yang bergerak?! Dengan satu gempa saja istana kalian akan runtuh, dengan satu badai saja kota kalian akan rata, dan dengan satu banjir saja seluruh jejak kalian akan lenyap! Kekuasaan apa yang bisa menyelamatkan kalian? Tentara dan senjata apa yang bermanfaat untuk kalian ketika penyakit-penyakit mematikan menyebar di tengah kalian, air kalian terserap ke dalam bumi, atau sumur minyak dan gas kalian mengering?! Apa yang akan kalian minum jika hujan tidak lagi turun?! Dan apa yang akan kalian makan jika tanaman tidak lagi tumbuh?! Ke mana kalian akan pergi jika rumah-rumah kalian dikuasai wabah?! Dan bagaimana kalian dapat tidur jika rasa takut menguasai kalian?! Bagaimana kalian menenangkan anak-anak kalian, dan bagaimana kalian menghibur istri-istri kalian?!
Apakah kalian mengira bahwa kalian tidak akan terkena bahaya jika kalian tidak berserah kepada-Nya, dan tidak akan tertimpa keburukan jika kalian tidak tunduk pada hukum-Nya?! Kematian pasti akan menaungi kalian, tetapi kalian akan lebih menyukai kematian daripada hal itu! Kalian akan saling mencabik dan akan menjadikan kulit sebagian lain sebagai pakaian! Ayah akan memenggal kepala anaknya, dan anak akan memakan daging ayahnya! Di seluruh kota tidak akan ditemukan seorang perempuan yang suci atau seorang laki-laki yang jujur, karena semuanya akan menjadi pezina dan pencuri! Kalian akan merayap dalam kotoran seperti ulat dan menyeberangi lumpur seperti babi! Kalian akan melaknat ayah dan ibu kalian dan meludahi wajah saudara laki-laki dan perempuan kalian! Kalian akan kufur kepada Allah dan mengejek Hari Kiamat! Kalian akan sujud kepada setan dan menyerahkan diri kalian demi perut dan syahwat! Kebencian akan membakar tubuh kalian dan murka akan mengikis jiwa kalian! Satu dari setiap dua orang akan menjadi gila, tetapi tidak akan diketahui siapa di antara keduanya! Tanah kalian akan berbau tinja dan air kalian akan berwarna seperti urin! Langit akan berteriak, namun tidak ada yang mendengarnya, dan bumi akan memuntahkan darah, namun tidak ada yang memperhatikannya! Hingga kalian tenggelam dalam kenistaan kalian dan berubah seperti bangkai di dalam garam! Ini adalah sebaik-baik nasib kalian jika kalian tidak berserah kepada Allah, dan ini adalah sebaik-baik akhir kalian jika kalian tidak tunduk kepada hukum-Nya!
Aku memperingatkan kalian tentang nasib ini agar kalian tidak mengalaminya, dan aku menakuti kalian tentang akhir ini agar kalian selamat. Tetapi, tampaknya kalian teguh dalam kebodohan dan tidak menganggap ancamanku serius; seperti anak kecil yang bermain api atau orang gila yang berlari menuju singa! Kalian berkata kepada diri kalian sendiri: “Siapa orang ini? Apa yang dia katakan? Apa itu hukum Allah?!” Lalu kalian berpaling sambil tertawa! Dalam waktu dekat, kalian akan mengetahui siapa aku, apa yang kukatakan, dan apa hukum Allah ketika gunung kemarahan-Nya meletus, lahar azab-Nya mengalir, asap pembalasan-Nya membumbung ke udara, menggelapkan dunia kalian, dan mengubah tawa kalian menjadi tangis, dan tangis kalian menjadi ratapan! Pada hari itu, kalian akan mengenalku, mengingat perkataanku, mengutuk diri kalian sendiri, dan berkata: “Betapa bodoh dan lalainya kami! Betapa rugi dan menderitanya kami!” …
Sekarang, wahai para pemberontak! Tunggulah kebinasaan; karena aku telah mengatakan kepada kalian, “Allah akan datang, maka menyingkirlah dari jalan-Nya”, tetapi kalian tidak melakukannya dan berkata, “Jalannya luas”, maka Dia akan melintasi kalian dan menginjak kalian, hingga kalian tidak akan ditemukan kecuali di bawah tanah, di antara batu-batu dan akar![3]
