أَخْبَرَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ الْبَلْخِيُّ، وَالْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، وَغَيْرُهُمَا، قَالُوا: كَانَ الْمَنْصُورُ يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ هَذَا الدُّعَاءَ وَيَقُولُ لَهُمْ: قُولُوا حِينَ تُصْبِحُونَ وَحِينَ تَخَافُونَ:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ خَيْرِ الْأَسْمَاءِ، بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ الْأَرْضِ وَالسَّمَاءِ، بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ سَمٌّ وَلَا دَاءٌ، بِسْمِ اللَّهِ أَصْبَحْتُ وَعَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْتُ، بِسْمِ اللَّهِ عَلَى نَفْسِي وَبَدَنِي، بِسْمِ اللَّهِ عَلَى عَقْلِي وَدِينِي، بِسْمِ اللَّهِ عَلَى أَهْلِي وَمَالِي، بِسْمِ اللَّهِ عَلَى مَا أَعْطَانِي رَبِّي، بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، اللَّهُ اللَّهُ رَبِّي، لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَأَعَزُّ وَأَجَلُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ سُلْطَانٍ شَدِيدٍ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ، وَمِنْ شَرِّ قَضَاءِ السُّوءِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا، إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ، وَإِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٍ، ﴿إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ﴾[1]، ﴿فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ﴾[2].
Terjemahan ucapan:
Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum al-Balkhi, Hasan bin Qasim at-Tehrani, dan yang lainnya mengabarkan kepada kami, mereka berkata: Mansur mengajarkan do’a ini kepada para pendampingnya dan berkata kepada mereka: Ucapkanlah di pagi hari dan ketika kalian merasa takut:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan nama Allah sebaik-baik nama. Dengan nama Allah, Tuhan bumi dan langit. Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak membahayakan racun maupun penyakit. Dengan nama Allah aku memasuki pagi dan kepada Allah aku bertawakal. (Aku berkata) dengan nama Allah atas diriku dan tubuhku. (Aku berkata) dengan nama Allah atas akalku dan agamaku. (Aku berkata) dengan nama Allah atas keluargaku dan hartaku. (Aku berkata) dengan nama Allah atas apa yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku. Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah, Allah adalah Tuhanku; aku tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Lebih Kuat dan Lebih Agung daripada apa yang aku takutkan dan aku waspadai. Mulia orang yang berlindung kepada-Mu, dan tinggi pujian-Mu, dan tidak ada tuhan selain Engkau. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan setiap setan yang durhaka, dari keburukan setiap penguasa yang kejam, dari keburukan setiap orang zalim yang membangkang, dari keburukan takdir yang buruk, dan dari keburukan setiap makhluk yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya, Engkau berada di atas jalan yang lurus, dan sesungguhnya Engkau Maha Menjaga atas segala sesuatu. “Sesungguhnya, pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab, dan Dia pelindung orang-orang saleh”, “Maka, jika mereka berpaling, katakanlah: Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan Arsy yang agung.”
Penjelasan ucapan:
Untuk mengetahui peran do’a dan ta‘widz (perlindungan) dalam menolak musibah dan melindungi dari ‘ain (mata jahat), rujuk Tanya Jawab 164 beserta lampirannya dalam situs bahasa Inggris.
