1 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ الْمَنْصُورِ الْهَاشِمِيِّ الْخُرَاسَانِيِّ، فَأَقْبَلَ عَلَيْنَا وَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ يَأْتِيكُمْ مِنْ هَاهُنَا -وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَغْرِبِ- فَيَقُولُ: ﴿أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى[1]، وَيَكْذِبُ، لِأَنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ: كَافِرٌ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Kami sedang bersama Mansur Hasyimi Khorasani, kemudian beliau menghadap kepada kami dan berkata: “Dajjal akan datang kepada kalian dari arah sini (dan beliau menunjuk ke arah Barat) kemudian dia berkata: ‘Akulah tuhan kalian yang paling tinggi’, padahal dia berdusta; karena dia buta sebelah, dan Tuhan kalian tidak buta sebelah, di antara kedua matanya tertulis: Kafir!”

2 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْهَرَوِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: إِنَّ الدَّجَّالَ يُعَارِضُ الرَّبَّ فِي عِلْمِهِ وَقُدْرَتِهِ، وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ مِنَ الذُّبَابِ، فَيَقُولُ: ﴿أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ[2]، وَيَقُولُ: ﴿سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ[3]، وَيَقُولُ: ﴿إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي[4]! أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا؟! أَلَا إِنَّ الدَّجَّالَ كَافِرٌ بِرَبِّهِ، أَلَا إِنَّ الدَّجَّالَ شَيْطَانٌ مَرِيدٌ، ﴿كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُ مَنْ تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُ يُضِلُّهُ وَيَهْدِيهِ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ[5].

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Abdurahman al-Harawi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Dajjal menentang Tuhan dalam ilmu dan kekuasaan-Nya, padahal dia lebih hina di hadapan-Nya daripada seekor lalat. Maka dia berkata: ‘Aku juga menghidupkan dan mematikan’, dan berkata: ‘Aku akan menurunkan seperti apa yang Allah turunkan’, dan berkata: ‘Aku diberi ini karena ilmu yang ada padaku!’ Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah telah membinasakan sebelum dia generasi-generasi yang lebih kuat darinya dan lebih banyak harta mereka?! Ketahuilah bahwa dajjal adalah kafir kepada Tuhannya. Ketahuilah bahwa dajjal adalah setan yang sangat durhaka. ‘Telah ditetapkan atasnya bahwa siapa yang menjadikannya sebagai pemimpin, maka dia akan menyesatkannya dan menuntunnya kepada azab neraka yang menyala.’

3 . أَخْبَرَنَا وَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ السِّجِسْتَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: إِنَّ الدَّجَّالَ يَنْظُرُ بِعَيْنٍ وَاحِدَةٍ، فَيَرَى الدُّنْيَا وَلَا يَرَى الْآخِرَةَ، وَإِنَّهُ يَأْتِي النَّاسَ وَفِي كَفِّهِ الْيُمْنَى جَنَّةٌ وَفِي كَفِّهِ الْيُسْرَى نَارٌ، فَمَنْ آمَنَ بِهِ دَخَلَ جَنَّتَهَ، وَمَنْ كَفَرَ بِهِ دَخَلَ نَارَهُ، وَإِنَّ جَنَّتَهُ نَارٌ وَإِنَّ نَارَهُ جَنَّةٌ، فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تَدْخُلُوا جَنَّةَ الدَّجَّالِ!

Terjemahan ucapan:

Walid bin Mahmud as-Sajistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Dajjal melihat dengan satu mata, maka dia melihat dunia tetapi tidak melihat Akhirat, dan dia datang kepada manusia dengan surga di tangan kanannya dan neraka di tangan kirinya, dan barang siapa beriman kepadanya akan masuk ke surganya, dan barang siapa kafir kepadanya akan masuk ke nerakanya, padahal surganya adalah Neraka dan nerakanya adalah Surga, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian memasuki surga dajjal!”

4 . أَخْبَرَنَا جُبَيْرُ بْنُ عَطَاءٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: مَا مِنْ نَبِيٍّ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَّا أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ، وَإِنَّ نَبِيَّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَنْذَرَكُمْ بِهِ، وَقَالَ: إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّهُ يَجِيءُ بِمِثْلِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ، وَإِنِّي أُنَبِّئُكُمْ بِاسْمِهِ لِتَعْرِفُوهُ، اسْمُهُ: الْحَدَاثَةُ بْنُ إِبْلِيسَ!

Terjemahan ucapan:

Jubair bin Ata’ al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Tidak ada seorang Nabi pun setelah Nuh (Alaihis Salam) kecuali beliau telah memperingatkan umatnya tentang dajjal, dan Nabi kalian (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) juga telah memperingatkan kalian tentangnya dan berkata bahwa dia buta sebelah dan dia datang dengan sesuatu seperti Surga dan Neraka, dan sesungguhnya aku memberitahukan kepada kalian namanya agar kalian mengenalnya: namanya adalah modernitas, anak Iblis!”

5 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ الْخُرَاسَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: إِنَّ الدَّجَّالَ ذُو عَيْنٍ وَاحِدَةٍ، يَنْظُرُ بِهَا إِلَى مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا، لَا يَكَادُ يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ، يَزْعُمُ النَّاسُ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، فَيُحْيِي الْمَوْتَى، وَيُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ، وَيُنَبِّئُ بِمَا فِي الْأَرْحَامِ، وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ، وَيَلِجُ فِي الْأَرْضِ، وَيَعْرُجُ فِي السَّمَاءِ، وَيَسْتَخْرِجُ الْكُنُوزَ، وَيَخْلُقُ الْإِنْسَانَ فِي قَارُورَةٍ كَمَا يَخْلُقُهُ اللَّهُ فِي الْأَرْحَامِ، وَيَسِيرُ كَمَا يَسِيرُ الرِّيحُ الصَّرْصَرُ، يَمْلِكُ الْمَالَ وَالْمَكِنَةَ، فَلَا يُعْطِيهِمَا إِلَّا مَنْ عَبَدَهُ، وَهُمُ الْيَهُودُ، ثُمَّ النَّصَارَى، ثُمَّ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، يَنْزِلُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ. فَسَكَتَ، فَرَءَانَا نَنْظُرُ إِلَيْهِ وَكَأَنَّ عَلَى رُؤُوسِنَا الطَّيْرَ، فَقَالَ: أَنَا أُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيلِهِ، إِنَّهُ الْحَدَاثَةُ!

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf al-Khorasani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Sesungguhnya, dajjal mempunyai satu mata yang dengannya dia memandang ke timur dan barat bumi, hampir tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi darinya. Manusia mengira bahwa dia mampu melakukan segala hal, dia menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta dan penderita kusta, memberitahukan apa yang ada dalam rahim, menurunkan hujan, menembus bumi, naik ke langit, mengeluarkan harta terpendam, menciptakan manusia dalam botol sebagaimana Allah menciptakannya dalam rahim, dan berjalan seperti angin yang sangat kencang, memiliki harta dan kekuatan dan tidak memberikannya kecuali kepada orang yang menyembahnya, dan mereka adalah orang-orang Yahudi, kemudian orang-orang Nasrani, kemudian orang-orang Muslim yang mengikuti mereka, mereka menetap di Baitul Maqdis!” Kemudian beliau diam dan melihat kami memandangnya (dengan heran) seakan-akan ada burung di atas kepala kami, maka beliau berkata: “Aku akan memberitahukan kepada kalian tafsirnya. Itu adalah modernitas!”

6 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: سَأَلَ الْمَنْصُورَ رَجُلٌ عَنِ الدَّجَّالِ، فَقَالَ: إِنَّهُ سَاحِرٌ يَهُودِيٌّ، يَأْتِي مِنَ الْمَغْرِبِ، فَيَقُولُ: إِنِّي مَسِيحٌ لَكُمْ، أُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ، وَأُحْيِي الْمَوْتَى، وَأَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، فَيَسْحَرُ النَّاسَ، فَيُؤْمِنُونَ بِهِ عَلَى خَوْفٍ وَطَمَعٍ، إِلَّا عِصَابَةٌ مِنْهُمْ، فَيَأْتِي هَؤُلَاءِ الْعِصَابَةُ إِلَى رَجُلٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ، فَيُبَايِعُونَهُ، فَيَخْرُجُونَ عَلَى الدَّجَّالِ، ثُمَّ لَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَهُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيهِمْ عِيسَى بْنُ مَرْيَمَ.

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Seorang lelaki bertanya kepada Mansur tentang dajjal, maka beliau berkata: “Dia adalah seorang penyihir Yahudi yang datang dari Barat, kemudian dia berkata: ‘Aku adalah Masih (penyembuh) kalian, aku menyembuhkan orang buta dan penderita kusta, menghidupkan orang mati, dan memberi kalian rezeki dari langit dan bumi’, maka dia menyihir manusia sehingga mereka beriman kepadanya karena ketakutan dan ketamakan, kecuali sekelompok kecil dari mereka. Maka kelompok ini mendatangi seorang lelaki dari umat Muslim dan membaiatnya, lalu mereka keluar melawan dajjal dan terus memeranginya hingga Isa bin Maryam turun di tengah-tengah mereka.”

7 . أَخْبَرَنَا أَبُو إِبْرَاهِيمَ السَّمَرْقَنْدِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: إِنَّا كُنَّا نَزْعُمُ أَنَّ الدَّجَّالَ رَجُلٌ حَتَّى أَخْبَرْتَنَا بِأَنَّهُ الْحَدَاثَةُ، قَالَ: إِنَّهُ رَجُلٌ، قُلْتُ: أَفَلَا أَخْبَرْتَنَا بِأَنَّهُ الْحَدَاثَةُ؟! قَالَ: إِنَّهُ رَئِيسُهَا وَقَائِدُهَا، وَإِنَّ الدَّجَّالَ لَقَبٌ كَفِرْعَوْنَ، يَتَوَارَثُهُ رِجَالٌ مِنْ آلِ إِبْلِيسَ! قُلْتُ: نَعُوذُ بِاللَّهِ! فَمَنْ هَذَا الدَّجَّالُ الَّذِي يَقْتُلُهُ عِيسَى بْنُ مَرْيَمَ؟ قَالَ: هُوَ الدَّجَّالُ الْأَكْبَرُ، وَهُوَ آخِرُ الدَّجَّالِينَ.

Terjemahan ucapan:

Abu Ibrahim as-Samarqandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku berkata kepada Mansur: “Dulu kami mengira bahwa dajjal adalah seorang manusia hingga engkau memberitahu kami bahwa dia adalah modernitas.” Beliau berkata: “Dia memang seorang manusia.” Aku berkata: “Bukankah engkau memberitahu kami bahwa dia adalah modernitas?!” Beliau berkata: “Dia adalah pemimpin dan penggeraknya, dan ‘dajjal’ adalah sebuah gelar seperti ‘Fir’aun’ yang diwarisi oleh beberapa lelaki dari keturunan Iblis!” Aku berkata: “Kami berlindung kepada Allah! Lalu siapa dajjal yang akan dibunuh oleh Isa bin Maryam?” Beliau berkata: “Dia adalah dajjal yang terbesar dan terakhir.”

8 . أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ دَاوُودَ الْفَيْض‌آبَادِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْعَالِمَ يَقُولُ: إِنَّ الدَّجَّالَ رَجُلٌ وَلَدَهُ إِبْلِيسُ وَرَبَّاهُ، وَجَعَلَهُ فِي رَأْسِ الْهِرَمِ، قُلْتُ: وَمَا الْهِرَمُ؟! قَالَ: نِظَامُ السُّلْطَةِ.

Terjemahan ucapan:

Ali bin Dawud al-Fayzabadi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ulama (Mansur) berkata: “Dajjal adalah seorang lelaki yang dilahirkan oleh Iblis dan dibesarkannya, lalu ditempatkan di puncak piramida.” Aku berkata: “Apakah yang dimaksud dengan piramida?!” Beliau berkata: “Imperialisme.”

9 . أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْجُوزَجَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: الدَّجَّالُونَ ثَلَاثَةٌ: مِنْهُمْ مَنْ يَتَشَبَّهُ بِالرَّبِّ حَتَّى يَقُولَ النَّاسُ: إِنَّهُ رَبٌّ، وَمَا هُوَ بِرَبٍّ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتَشَبَّهُ بِالنَّبِيِّ حَتَّى يَقُولَ النَّاسُ: إِنَّهُ نَبِيٌّ، وَمَا هُوَ بِنَبِيٍّ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَتَشَبَّهُ بِالْإِمَامِ حَتَّى يَقُولَ النَّاسُ: إِنَّهُ إِمَامٌ، وَمَا هُوَ بِإِمَامٍ، وَهَذَا أَكْبَرُهُمْ! قُلْتُ: كَيْفَ صَارَ هَذَا أَكْبَرَهُمْ، وَهُوَ يَتَكَلَّفُ دُونَ الْإِثْنَيْنِ؟! قَالَ: لِأَنَّ فِتْنَتَهُ أَشَدُّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ!

Terjemahan ucapan:

Isa bin Hamid al-Jowzajani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Para dajjal itu ada tiga: di antara mereka ada yang menyerupai Tuhan hingga manusia berkata bahwa dia adalah Tuhan, padahal dia bukan Tuhan, di antara mereka ada yang menyerupai nabi hingga manusia berkata bahwa dia adalah nabi, padahal dia bukan nabi, dan di antara mereka ada yang menyerupai imam hingga manusia berkata bahwa dia adalah imam, padahal dia bukan imam, dan inilah yang paling besar di antara mereka!” Aku berkata: “Bagaimana yang ini menjadi yang terbesar, padahal dia mengaku lebih rendah dari dua yang lain?!” Beliau berkata: “Karena fitnahnya lebih berat bagi orang-orang yang beriman!”

10 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: جَزَى اللَّهُ الْمَنْصُورَ خَيْرًا! مَا تَكَلَّمَ بِشَيْءٍ إِلَّا وَفَتَحَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ، أَوْ أَغْلَقَ بَابًا مِنَ الْجَهْلِ، وَإِنِّي سَمِعْتُهُ يَقُولُ: لَيْسَ الْإِمَامُ مَنْ يُسَمَّى إِمَامًا، وَلَكِنَّ الْإِمَامَ مَنْ يُقَلَّدُ، وَهُوَ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِمَامَانِ: إِمَامٌ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا، فَيَهْدِي بِأَمْرِ اللَّهِ، وَهُوَ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ، وَإِمَامٌ مِنْ دُونِهِ، وَهُوَ خَلِيفَةُ الشَّيْطَانِ الدَّجَّالُ! فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا بَنِي آدَمَ، وَلَا تَتَّخِذُوا الدَّجَّالَ إِمَامًا!

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Semoga Allah membalas Mansur dengan kebaikan! Beliau tidak pernah mengatakan sesuatu kecuali membuka pintu ilmu atau menutup pintu kebodohan, dan sesungguhnya, aku mendengarnya berkata: “Seorang Imam bukanlah orang yang disebut imam, tetapi imam adalah orang yang diikuti, dan dalam Kitab Allah ada dua imam: seorang Imam yang Allah tetapkan sebagai Imam bagi manusia sehingga beliau memberi petunjuk dengan perintah Allah, yaitu Khalifah Allah, al-Mahdi, dan seorang imam selainnya, yaitu khalifah Setan, dajjal! Maka bertakwalah kepada Allah wahai anak-anak Adam, dan jangan menjadikan dajjal sebagai imam!”

11 . أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّالَقَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: كُلُّ مَنْ تَسَلَّطَ عَلَى النَّاسِ بِغَيْرِ إِذْنِ اللَّهِ، ثُمَّ قَالَ لَهُمْ: مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ، فَهُوَ دَجَّالٌ، وَإِنْ كَانَ ذَا عِلْمٍ وَصَلَاحٍ! قُلْتُ: بِمَاذَا يُعْرَفُ إِذْنُ اللَّهِ؟ قَالَ: إِنَّمَا يُعْرَفُ إِذْنُ اللَّهِ بِآيَةٍ بَيِّنَةٍ، أَوْ وَصِيَّةٍ ظَاهِرَةٍ، قُلْتُ: وَمَا آيَةٌ بَيِّنَةٌ؟ قَالَ: آيَةٌ وَعَدَهَا نَبِيٌّ أَوْ وَصِيُّ نَبِيٍّ، كَمَا قَالَ نَبِيٌّ فِي طَالُوتَ: ﴿إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ ۚ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ[6]، قُلْتُ: وَمَا وَصِيَّةٌ ظَاهِرَةٌ؟ قَالَ: هِيَ أَنْ تَقْدِمَ مَدِينَةَ نَبِيٍّ أَوْ وَصِيِّ نَبِيٍّ، فَتَسْأَلَ عَنْهَا الْعَامَّةَ وَالصِّبْيَانَ وَالْعَجَائِزَ إِلَى مَنْ أَوْصَى فُلَانٌ؟ فَيَقُولُوا: إِلَى فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ، قُلْتُ: وَاللَّهِ مَا أَبْقَيْتَ لِلدَّجَاجِلَةِ مَسْلَكًا يَسْلُكُوهُ! قَالَ: أَنَا مَا أَبْقَيْتُ لَهُمْ؟! بَلِ اللَّهُ مَا أَبْقَى لَهُمْ! أَرَادَ أَنْ يَسُدَّ خَلَّةً فَفَعَلَ! ثُمَّ أَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى شَمْسٍ دَاخِلَةٍ فِي الْبَيْتِ، فَقَالَ: أَلَيْسَتْ هَذِهِ الشَّمْسُ بَيِّنَةً؟ قُلْتُ: بَلَى، جُعِلْتُ فِدَاكَ، قَالَ: فَإِنَّ دِينَ اللَّهِ أَبْيَنُ مِنْ هَذِهِ، ﴿لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَى مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ[7].

Terjemahan ucapan:

Ahmad bin Abdurahman at-Taloqani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Setiap orang yang menguasai manusia tanpa izin Allah kemudian berkata: ‘Siapa yang taat kepadaku berarti taat kepada Allah, dan siapa yang durhaka kepadaku berarti durhaka kepada Allah’, maka dia adalah dajjal, walaupun dia memiliki ilmu dan kompetensi!” Aku berkata: “Dengan apa izin Allah itu dikenali?” Beliau berkata: “Izin Allah hanya dikenali dengan tanda yang jelas atau wasiat yang nyata.” Aku berkata: “Apakah yang dimaksud tanda yang jelas?” Beliau berkata: “Suatu tanda yang telah dijanjikan oleh seorang Nabi atau penerus seorang Nabi, sebagaimana seorang Nabi berkata tentang Talut: ‘Tanda kerajaannya adalah dia datang kepada kalian membawa Tabut yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhan kalian dan sisa peninggalan keluarga Musa dan Harun, yang dibawa oleh para malaikat. Sesungguhnya, pada yang demikian itu terdapat tanda bagi kalian jika kalian beriman.’” Aku berkata: “Apakah yang dimaksud wasiat yang nyata?” Beliau berkata: “Yaitu datang ke kota seorang Nabi atau penerus Nabi kemudian bertanya kepada orang-orang umum, anak-anak kecil, dan para lansia: ‘Kepada siapa fulan berwasiat?’ Kemudian mereka menjawab: ‘Kepada fulan bin fulan.’” Aku berkata: “Demi Allah, engkau tidak menyisakan jalan sedikit pun bagi para dajjal untuk menempuhnya!” Beliau berkata: “Apakah aku yang tidak menyisakan jalan bagi mereka?! Allah-lah yang tidak menyisakan jalan bagi mereka! Dia ingin menutup satu celah, lalu Dia melakukannya!” Kemudian beliau menunjuk kepada cahaya matahari yang masuk ke dalam rumah dan berkata: “Bukankah matahari itu jelas?” Aku berkata: “Benar, aku rela berkorban untukmu.” Beliau berkata: “Sesungguhnya, agama Allah lebih jelas daripada itu: ‘agar binasa orang yang binasa dengan bukti yang nyata, dan hidup orang yang hidup dengan bukti yang nyata, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’

12 . أَخْبَرَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّبْزَوَارِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، قُلْتُ: وَمَا الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ؟ قَالَ: مَنْ يَدَّعِي مَا يُخَالِفُ كِتَابَ اللَّهِ، ثُمَّ يُقِيمُ عَلَيْهِ مُعْجِزَةً، فَهُوَ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ، قُلْتُ: لِمَاذَا يُسَلِّطُهُ اللَّهُ عَلَى إِقَامَةِ الْمُعْجِزَاتِ؟! قَالَ: لِيَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ، وَقَالَ الرَّسُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَقَالَ: لَا نَبِيَّ بَعْدِي، وَقَالَ: الْأَئِمَّةُ بَعْدِي اثْنَا عَشَرَ إِمَامًا.

Terjemahan ucapan:

Salih bin Muhammad as-Sabzawari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah dajjal!” Aku berkata: “Siapakah dajjal?” Beliau berkata: “Siapa pun yang mengaku sesuatu yang bertentangan dengan Kitab Allah, lalu menegakkannya dengan suatu mukjizat, maka dialah dajjal!” Aku berkata: “Mengapa Allah memberinya kekuasaan untuk menampakkan mukjizat?!” Beliau berkata: “Agar diketahui siapa yang mengikuti Nabi dan siapa yang berbalik ke belakang, dan Nabi bersabda: ‘Tiada tuhan selain Allah’, dan bersabda: ‘Tidak ada nabi setelahku’, dan bersabda: ‘Para Imam sepeninggalku ada dua belas Imam!’”

13 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى الْعَبْدِ الصَّالِحِ وَهُوَ فِي مَسْجِدٍ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ لِلنَّاسِ: أَيُّهَا النَّاسُ! إِذَا أَتَاكُمْ آتٍ بِمَا أَتَى بِهِ الْمَسِيحُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، ثُمَّ قَالَ: إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِ اللَّهِ، أَوْ نَبِيٌّ مِنْ بَعْدِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، أَوْ إِمَامٌ مِنْ بَعْدِ الْمَهْدِيِّ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَلَا تُصَدِّقُوهُ، فَإِنَّهُ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ! أَلَا هَلْ بَيَّنْتُ؟! أَلَا هَلْ عَلَّمْتُ؟! ﴿أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ![8]

Terjemahan ucapan:

Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku pergi menemui hamba yang saleh (Mansur) ketika beliau berada di dalam masjid, lalu aku mendengar beliau berkata kepada orang-orang: “Wahai manusia! Jika datang kepada kalian seseorang dengan membawa sesuatu seperti yang dibawa oleh Isa, kemudian dia berkata, ‘Aku adalah tuhan selain Allah’, atau ‘Aku adalah nabi setelah Muhammad (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam)’, atau ‘Aku adalah imam setelah al-Mahdi (Alaihis Salam)’, maka janganlah kalian mempercayainya; karena dia adalah dajjal! Berhati-hatilah, bukankah aku telah menjelaskannya?! Berhati-hatilah, bukankah aku telah mengajarkannya?! ‘Agar kalian tidak berkata pada hari Kiamat: ‘Kami dahulu lalai terhadap hal ini!’

14 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: قَامَ الْمَنْصُورُ فِينَا خَطِيبًا، فَوَعَظَنَا وَأَحْسَنَ وَعْظَنَا، حَتَّى اقْشَعَرَّتِ الْجُلُودُ وَرَجَفَتِ الْقُلُوبُ وَبَكَتِ الْعُيُونُ وَرُفِعَتِ الْأَصْوَاتُ! فَلَمَّا جَلَسَ قَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِنَا فَمَدَحَهُ، وَقَالَ لَهُ فِي مَدْحِهِ: إِنَّكَ لَأَنْتَ إِلَهُ الْوَاعِظِينَ! فَغَضِبَ الْمَنْصُورُ غَضَبًا شَدِيدًا، وَقَالَ لَهُ: أُسْكُتْ -أَسْكَتَكَ اللَّهُ- فَإِنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَمَّا أَنَا فَمُعَلِّمُ خَيْرٍ! فَقَالَ لَهُ الْمَادِحُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، إِنِّي مَا عَنَيْتُ بِالْإِلَهِ مَا يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَلَكِنَّهُ كَلِمَةٌ يَقُولُونَهَا بِأَلْسِنَتِهِمْ! فَقَالَ لَهُ: وَهَلْ أَهْلَكَ النَّصَارَى إِلَّا كَلِمَةٌ يَقُولُونَهَا بِأَلْسِنَتِهِمْ؟! ﴿كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا[9]! ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَصْحَابِهِ وَقَالَ: اعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ -يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ- فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيضُ وَيُفَرِّخُ! فَقُلْتُ لَهُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، هَلْ لَنَا أَنْ نُسَمِّيَكَ الْإِمَامَ كَمَا يُسَمِّي النَّاسُ قَادَتَهُمْ؟ قَالَ: لَا، ذَاكَ اسْمٌ لَا يَتَسَمَّى بِهِ غَيْرُ الْمَهْدِيِّ إِلَّا دَجَّالٌ.

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Ibrahim as-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkhutbah di antara kami, maka beliau menasihati kami dengan nasihat yang sangat baik hingga kulit merinding, hati bergetar, mata menangis, dan suara-suara meninggi! Kemudian, ketika beliau duduk, seorang lelaki dari sahabat kami berdiri dan menghadapnya, memujinya dan berkata dalam pujiannya: “Sesungguhnya, engkau adalah tuhan para pemberi nasihat!” Maka Mansur sangat marah dan berkata kepadanya: “Diamlah, semoga Allah membungkammu! Karena tidak ada tuhan selain Allah, dan aku hanyalah seorang pengajar kebaikan!” Kemudian orang yang memujinya berkata: “Aku rela berkorban untukmu, yang aku maksud dengan tuhan bukanlah sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ala, tetapi itu hanyalah kata yang biasa mereka ucapkan dengan lisan mereka!” Maka beliau berkata: “Bukankah orang-orang Nasrani binasa hanya karena sebuah kata yang mereka ucapkan dengan lisan mereka?! ‘Sungguh besar kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta!’” Kemudian beliau berpaling kepada para pendampingnya dan berkata: “Ketahuilah apa yang kalian katakan, semoga Allah mengampuni kalian; karena Setan bertelur dan berkembang biak!” Saat itu, aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, bolehkah kami memanggilmu imam sebagaimana manusia menyebut para pemimpin mereka imam?” Beliau berkata: “Tidak, itu adalah sebuah nama yang tidak dipakai oleh siapa pun selain al-Mahdi, kecuali seorang dajjal!”

Penjelasan ucapan:

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada hamba yang saleh dan ulama yang jujur ini, yang menjelaskan Al-Qur’an dan Sunah, membedakan antara kebenaran dan kebatilan, serta mempersiapkan jalan bagi kemunculan Khalifah Allah di bumi. Adapun yang beliau maksud dengan “modernitas” adalah sistem baru yang menguasai dunia, yang berdiri di atas dasar pengingkaran terhadap Allah, tidak beriman kepada Akhirat, memisahkan agama dari politik, dan memberikan keutamaan kepada manusia dengan pendekatan individualistik dan utilitarian. Sistem ini telah merampas kekayaan budaya, seni, dan moral, sebagai gantinya memberikan permen penghibur sehingga tampak di mata orang-orang yang terpesona dengannya seperti tuhan yang menggantikan Allah. Sistem dunia baru ini, dengan dasar-dasar kekafiran dan perbuatan-perbuatan setaninya, adalah yang datang dari “Barat”, “menyihir” manusia, menyediakan bagi mereka “surga dan neraka palsu”, dan menganggap dirinya sebagai “tuhan mereka yang paling tinggi”, serta menentang Allah dalam ilmu dan kekuasaan-Nya, padahal ia adalah “anak Iblis” dan makhluk yang “buta sebelah”, yakni makhluk yang cacat dengan satu dimensi: melihat dunia tetapi tidak melihat Akhirat. Karena itu, ia menuntun para pengikutnya kepada azab neraka yang menyala, dan mereka adalah orang-orang Yahudi, Nasrani, dan umat Muslim yang terpesona, yang tunduk pada aturan dan tuntutannya serta berusaha menyebarkannya dan mewujudkan tujuannya, dengan demikian mereka menyembahnya selain Allah. Tidak diragukan bahwa “Imperialisme” merupakan contoh paling sempurna dari “dajjal”, tetapi orang yang memimpinnya dan mengelolanya secara terang-terangan atau tersembunyi juga dianggap sebagai “dajjal”; sebagaimana setiap orang yang memaksa manusia untuk taat kepada dirinya tanpa izin Allah yang diketahui melalui “tanda yang jelas” atau “wasiat yang nyata”, atau yang mengaku sebagai nabi setelah Muhammad (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) atau sebagai imam setelah al-Mahdi (Alaihis Salam), maka dia termasuk salah satu dari “para dajjal”.

↑[1] . An-Nazi‘at/ 24
↑[2] . Al-Baqarah/ 258
↑[3] . Al-An‘am/ 93
↑[4] . Al-Qasas/ 78
↑[5] . Al-Hajj/ 4
↑[6] . Al-Baqarah/ 248
↑[7] . Al-Anfal/ 42
↑[8] . Al-A‘raf/ 172
↑[9] . Al-Kahf/ 5