Terjemahan ucapan:

Sejumlah sahabat kami mengabarkan kepada kami, mereka berkata: “Suatu hari kami duduk di masjid bersama Mansur Hasyimi Khorasani. Kemudian salah seorang sahabat kami menghadap kepada beliau dan berkata: ‘Demi Allah, hampir saja hatiku tercabut dari tempatnya, maka apakah engkau mengizinkanku untuk mengatakan sesuatu?!’ Kemudian Mansur memandangnya dan memberi isyarat agar dia berbicara, maka dia berkata: ‘Aku bersaksi bahwa engkau mengajak [manusia] menuju kebenaran, dan tidak ada seruan di dunia seperti seruanmu, tetapi siapakah yang akan mendengar seruanmu ketika berbagai seruan telah muncul dari berbagai arah, dan beberapa lebih keras daripada yang lain?! Di setiap jalan ada seorang khatib yang didengarkan, di setiap kota ada seorang ulama yang diikuti secara buta, dan di setiap negeri ada seorang penguasa yang disembah! Selain itu ada pula para filsuf yang membuat-buat filsafat, para ahli fikih yang mengeluarkan berbagai fatwa, para perawi yang menemukan berbagai hadis, dan setan-setan yang menebarkan berbagai syubhat, masing-masing membuat manusia semakin bingung! Ditambah dengan puluhan golongan, dan setiap golongan memiliki imam yang ditaati dan mengajak manusia kepadanya, bukan dengan menampakkan kekufuran dan kefasikan, melainkan dengan berdebat menggunakan ayat Al-Qur’an dan hadis serta mengklaim karamah dan mukjizat! Andai saja para pembuat keributan yang telah memenuhi dunia dengan seruan-seruan mereka itu memenggal kepalaku, tetapi sebagai gantinya mereka diam selama satu jam agar seruanmu dapat terdengar di dunia; karena engkau menyeru [manusia] menuju kebenaran dan tidak ada seruan di dunia seperti seruanmu!’ Kemudian dia mulai menangis dan diam, menunggu agar Mansur berkata sesuatu, tetapi beliau tidak berkata apa pun hingga beberapa waktu berlalu dan waktu salat tiba dan orang-orang pun datang ke masjid, maka Mansur bangkit dan mengimami mereka salat. Setelah itu, beliau naik ke mimbar dan memberi isyarat agar orang-orang mendekat, kemudian beliau memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi dan keluarganya, kemudian beliau berkata:

Wahai manusia! Dengarkanlah seruanku dan janganlah berbagai seruan menghalangi kalian dari mendengarnya; karena aku berbicara tentang kehidupan dan kematian, dan dalam apa yang aku katakan terdapat kehidupan sebagaimana kehidupan terdapat dalam air. Sesungguhnya, kehidupan kalian telah rusak dan sedang menuju kebinasaan, dan kini ia tidak akan menjadi baik kecuali dengan seorang Imam dari Allah; karena tidak ada perbaikan kecuali dari Allah, dan para imam yang bukan dari-Nya adalah para perusak dan penghancur, meskipun kalian telah menempatkan mereka di dalam hati kalian. Maka berpalinglah dari imam-imam kalian dan carilah seorang Imam dari Allah, semoga kalian memperoleh keselamatan atau setidaknya dapat menikmati kehidupan untuk sementara waktu.

Sekarang Allah telah mengingat perjanjian-Nya dengan Ibrahim dan menunaikan janji-Nya kepada Muhammad, dan Dia telah menetapkan seorang lelaki dari keturunan keduanya sebagai Imam bagi kalian, dan dia adalah al-Mahdi yang telah sampai kepada kalian pengetahuan tentangnya. Maka jadikanlah beliau sebagai Imam kalian dan janganlah mengambil imam selain beliau yang tidak kalian miliki pengetahuan tentangnya. Jangan sampai mereka menyibukkan kalian dari beliau dan menuntun kalian ke jalan-jalan gelap, dan menjatuhkan kalian ke lembah kebinasaan, sementara tidak ada penolong bagi kalian!

Maka waspadalah; karena setan yang telah mengeluarkan ayah kalian dari Surga tidak akan membiarkan kalian bersatu di bawah satu Imam, tetapi dia akan mengirimkan dajjal-dajjal dari keturunannya di tengah kalian untuk berkata bahwa mereka adalah imam bagi kalian selain al-Mahdi. Maka ketika mereka memanggil kalian dan berkata: “Kami telah melihat banyak mimpi, mendengar riwayat-riwayat sahih, serta mengucapkan kata-kata bijak agar kalian menjadikan kami imam selain al-Mahdi”, janganlah kalian menjawab mereka; karena tidak ada Imam bagi kalian selain al-Mahdi, dan mereka hanyalah boneka-boneka setan yang mempermainkan kalian agar kalian sibuk dengan mereka dan terhalang dari Imam kalian. Bahkan jika kalian mendengar atau melihat dengan mata kalian sendiri berbagai mukjizat mereka, kemudian mereka berkata: “Kami adalah imam selain al-Mahdi dan kalian harus menaati kami sebagaimana kalian menaati beliau”, maka jangan kalian dengarkan perkataan mereka dan lemparkanlah debu ke wajah mereka; karena Allah, Tuhan kalian, menjadikan mereka sebagai ujian bagi kalian, untuk melihat apakah kalian menepati perjanjian-Nya atau melanggarnya. Barang siapa menepati perjanjian-Nya, maka dia menepatinya untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barang siapa melanggarnya maka dia melanggarnya untuk kerugian dirinya sendiri dan baginya azab yang besar. Maka tetaplah setia pada perjanjian-Nya dan jangan mengambil imam selain al-Mahdi, walaupun mereka mengucapkan kata-kata yang indah, melakukan hal-hal menakjubkan, dan menakut-nakuti kalian bahwa jika kalian tidak menaati mereka maka kalian akan tertimpa azab Allah; karena perkataan mereka berasal dari tipu daya, dan perbuatan mereka berasal dari sihir, dan azab Allah justru lebih dekat kepada mereka ketika mereka membuat klaim yang berlebihan, meriwayatkan riwayat-riwayat palsu, melihat mimpi-mimpi yang kacau, meminta bantuan roh-roh jahat, dan mengucapkan kata-kata yang menggoda untuk mengguncang hati yang lemah dan menyesatkan akal yang sedikit, hingga mereka menyeret manusia kepada kekufuran ini bahwa mereka adalah imam dari sisi Allah, padahal mereka bukan imam dari sisi Allah dan tidak ada perjanjian Allah dengan mereka. Maka berhati-hatilah, janganlah kalian menyebut mereka imam; karena Allah tidak menyebut mereka imam dan tidak menurunkan hujah bagi mereka! Apakah kalian hendak memberitahu Allah tentang sesuatu yang Dia tidak ketahui di langit dan di bumi, ataukah kalian hendak mengada-adakan sesuatu terhadap-Nya yang kalian tidak memiliki ilmu tentangnya?! Sesungguhnya, ini adalah kesyirikan yang setan hiasi bagi kalian agar dia menyesatkan kalian dengannya sementara kalian mengira bahwa kalian mendapat petunjuk. Ketahuilah bahwa aku mengajak kalian kepada Imam kalian, al-Mahdi dan memperingatkan kalian dari imam-imam sesat, agar kalian menjadi yang bertakwa.

Kemudian beliau memandang orang-orang dan melihat mereka menatapnya dengan keheranan seolah-olah mereka tidak memahami apa yang beliau katakan. Maka beliau hendak turun dari mimbar, tetapi salah seorang dari mereka memalingkan kepalanya dengan marah dan berkata: ‘Engkau terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan berbicara tentang seorang Imam dari sisi Allah! Apakah engkau tidak memiliki keinginan lain selain agar kami meninggalkan imam-imam yang ada dan mengikuti seorang Imam yang tidak ada?! Di manakah al-Mahdi?! Mengapa kami tidak mengenalnya di tengah kami jika engkau mengatakan kebenaran?!’ Kemudian Mansur memandangnya dan berkata:

Celakalah kalian! Apakah kalian mengira Allah menciptakan bumi dengan sia-sia dan membiarkan penghuninya tanpa seorang pun untuk memperbaikinya?! Betapa buruk sangkaan kalian kepada Tuhan kalian! Tidaklah demikian. Janji-Nya benar, dan bumi-Nya tidak pernah kosong dari seorang Imam yang Dia tetapkan; maka janganlah orang-orang yang tidak memiliki keyakinan membuat kalian menjadi lemah sehingga kalian memalingkan kepala dan berkata: “Di manakah al-Mahdi?! Mengapa kami tidak mengenalnya di tengah-tengah kami?!” Sesungguhnya, beliau berada di tengah kalian, tetapi beliau takut kepada kalian; karena kalian telah menjadi orang-orang yang menakutkan dan jahat, membuat kerusakan di bumi, menaati orang-orang zalim, bertaklid kepada para syekh kalian, memakan harta satu sama lain secara batil, dan menghabiskan umur dalam kesia-siaan! Kalian tidak menegakkan salat sebagaimana mestinya, tidak menunaikan zakat sebagaimana seharusnya, tidak melakukan amar makruf dan nahi mungkar! Kalian tidak menggunakan akal kalian dan tidak berusaha memahami agama, menganggap diri kalian lebih baik daripada orang lain, padahal kalian bukan apa-apa! Apakah kalian ini selain sekelompok orang rendah yang hanya mengejar kesenangan dunia dan menjual agama kalian kepada siapa saja yang memberi lebih banyak uang?! Kalian egois, mengikuti hawa nafsu, pembohong, pengkhianat, keras kepala, buruk lisan, penakut, dan tidak becus! Kalian selalu mengeluh tentang kerusakan bumi, tetapi ketika kalian diajak untuk memperbaikinya maka kalian berpaling; karena kalian sendiri adalah penyebab kerusakan itu! Celakalah kalian! Lidah kalian panjang tetapi tangan kalian pendek, dan kalian selalu berubah-ubah! Apakah tidak ada orang-orang merdeka di antara kalian yang akan berkumpul untuk menolong lelaki ini[1] agar beliau memperkenalkan dirinya kepada mereka?! Demi Allah, jika sejumlah yang cukup dari kalian berkumpul untuk menolong beliau dengan harta dan jiwa serta mencintai beliau lebih daripada ayah, ibu, istri, dan anak-anak kalian, niscaya beliau akan memperkenalkan dirinya kepada mereka dan memimpin mereka di jalan Allah. Tetapi kenyataannya tidak ada kebaikan dalam diri kalian! Kecintaan kepada anak sapi telah masuk ke hati kalian dan ibadah kepada berhala telah menempati kepala kalian seakan-akan kalian adalah orang-orang yang tersihir! Demi Allah, aku merasa kecewa berbicara kepada kalian dan ingin segera menjauh dari tengah-tengah kalian; karena kalian tidak memiliki pijakan yang kokoh dalam keyakinan dan tidak pula tangan yang saleh dalam perbuatan! Kalian bagaikan gulma yang tidak berbuah dan juga tidak membiarkan yang lain tumbuh!

Ya Allah! Lunakkan dan didihkan hati mereka; karena aku menyeru mereka: “Bersiaplah untuk kerajaan Tuhan kalian”, tetapi mereka tidak menoleh kepadaku dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada janji-Mu! Ya Allah! Uruslah para ulama mereka; karena mereka memberi fatwa tanpa ilmu dan menghalangi manusia dari jalan-Mu, maka mereka tidak menolong khalifah-Mu dan tidak membiarkanku bekerja! Maka hitunglah mereka satu per satu dan jangan biarkan seorang pun lolos dari hadapan-Mu ketika Engkau menurunkan kerajaan-Mu ke bumi dan menjadikan khalifah-Mu berkuasa atasnya untuk memutuskan perkara di antara bangsa-bangsa dengan tongkat besi.

Kemudian beliau turun dari mimbar dan keluar dari masjid dengan penuh kesedihan.

Penjelasan ucapan:

Untuk informasi lebih lanjut tentang keberadaan Khalifah Allah di bumi, rujuk “Pelajaran 19” dari pelajaran-pelajaran Yang Terhormat. Untuk informasi lebih lanjut tentang keberadaan al-Mahdi pada masa sekarang, rujuk “Tanya Jawab 6” dalam situs bahasa Arab. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mempersiapkan kondisi bagi kemunculan beliau, rujuk buku “Geometri Keadilan; sebuah narasi dari dialog bersama Allamah Mansur Hasyimi Khorasani”.

↑[1] . Maksudnya adalah Imam Mahdi (Alaihis Salam)