1 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: ذُكِرَ عِنْدَ الْمَنْصُورِ إِجَارَةُ الْأَرْحَامِ، فَقَالَ: لَا تَحْمِلُ الْمَرْأَةُ فِي بَطْنِهَا إِلَّا وَلَدَهَا، وَلَا تَضَعُ إِلَّا وَلَدَهَا، قُلْتُ: فَمَا لِصَاحِبَةِ الْمَاءِ؟! فَأَخَذَ بِيَدِهِ كَفًّا مِنَ التُّرَابِ وَقَالَ: هَذَا! قُلْتُ: فَهَلْ لَهَا أَنْ تَنْكِحَ ذَلِكَ الْوَلَدَ؟ قَالَ: لَيْسَ لَهَا إِلَّا هَذَا -وَأَشَارَ إِلَى التُّرَابِ!
Terjemahan ucapan:
Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Penyewaan rahim disebutkan di hadapan Mansur, maka beliau berkata: “Seorang perempuan tidak mengandung di dalam rahimnya kecuali anaknya sendiri, dan tidak melahirkan kecuali anaknya sendiri.” Aku berkata: “Lalu bagaimana dengan perempuan pemilik cairan (benih)?” Maka beliau mengambil segenggam tanah dengan tangannya dan berkata: “Ini!” Aku berkata: “Apakah perempuan itu boleh menikahi anak tersebut?” Beliau berkata: “Dia tidak memiliki apa-apa kecuali ini!” (sambil menunjuk ke tanah)
2 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُهُ عَنِ الرَّجُلِ يَسْتَأْجِرُ رَحِمًا لَا تَحِلُّ لَهُ، فَيُفْرِغُ فِيهَا مَاءَهُ وَمَاءَ امْرَأَتِهِ، فَيَخْرُجُ وَلَدٌ، لِمَنْ يَكُونُ الْوَلَدُ؟ قَالَ: قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِأَنَّ الْوَلَدَ لِلْفِرَاشِ، قُلْتُ: كَيْفَ وَيَكُونُ الْمَاءُ لِلْمُسْتَأْجِرِ؟! قَالَ: هَكَذَا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، قُلْتُ: فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لِلرَّحِمِ فِرَاشٌ فَلِمَنْ يَكُونُ الْوَلَدُ؟ قَالَ: لِلشَّيْطَانِ!
Terjemahan ucapan:
Muhammad bin Ibrahim as-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Yang Terhormat tentang seorang lelaki yang menyewa rahim perempuan selain istrinya yang tidak halal baginya, kemudian dia menumpahkan di dalamnya cairan miliknya dan milik istrinya, kemudian lahirlah seorang anak, kepada siapakah anak itu dinisbatkan? Beliau berkata: “Rasulullah
telah memutuskan bahwa anak itu adalah milik firasy (suami perempuan yang menyewakan rahim).” Aku berkata: “Bagaimana mungkin, padahal cairan itu milik orang yang menyewa (rahim)?!” Beliau berkata: “Demikianlah Rasulullah
telah memutuskan.” Aku berkata: “Jika rahim itu tidak memiliki firasy, maka kepada siapa anak itu dinisbatkan?” Beliau berkata: “Kepada setan!”
Penjelasan ucapan:
Untuk membaca penjelasan kedua ucapan ini, silakan rujuk Tanya Jawab 113 dalam situs bahasa Arab.
