1 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: سَأَلْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ عَنِ الشَّهِيدِ، فَقَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي طَاعَةِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَخَيْرُ الشُّهَدَاءِ مَنْ قُتِلَ مَعَ خَلِيفَةِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ وَهُوَ يَضْرِبُ بِسَيْفِهِ أَوْ يَرْمِي بِسَهْمِهِ، ثُمَّ قَالَ: لَوْ سَأَلْتَ هَؤُلَاءِ الْجَبَابِرَةَ عَنْ قَتْلَاهُمْ لَقَالُوا إِنَّمَا قُتِلُوا فِي طَاعَةِ اللَّهِ! أَلَا فَمَنْ قُتِلَ فِي طَاعَةِ سُلْطَانٍ غَيْرِ خَلِيفَةِ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ فَإِنَّمَا قُتِلَ فِي طَاعَةِ الشَّيْطَانِ! فَلَا يَغُرَّنَّكُمْ هَؤُلَاءِ الْجَبَابِرَةُ لِيَأْكُلُوا أَنْفُسَكُمْ بِالْبَاطِلِ كَمَا يَأْكُلُونَ أَمْوَالَكُمْ! فَإِنَّ أَمْوَالَكُمْ قَدْ تُخْلَفُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا، وَلَا تُخْلَفُ أَنْفُسُكُمْ إِلَّا فِي النَّارِ!
Terjemahan ucapan:
Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bertanya kepada Mansur Hasyimi Khorasani tentang syahid, maka beliau berkata: “Barang siapa terbunuh dalam ketaatan kepada Allah, maka dia adalah syahid, dan sebaik-baik para syahid adalah orang yang terbunuh bersama Khalifah Allah di bumi, sementara dia menebaskan pedangnya atau melepaskan anak panahnya.” Kemudian beliau berkata: “Seandainya engkau bertanya kepada para tiran ini tentang orang-orang mereka yang terbunuh, niscaya mereka akan berkata bahwa mereka terbunuh dalam ketaatan kepada Allah! Ketahuilah, barang siapa terbunuh dalam ketaatan kepada seorang penguasa selain Khalifah Allah di bumi, maka sesungguhnya dia terbunuh dalam ketaatan kepada setan! Maka, jangan sampai para tiran ini menipu kalian sehingga mereka memakan hidup kalian dengan cara yang batil, sebagaimana mereka memakan harta-harta kalian! Karena harta-harta kalian masih mungkin diganti di kehidupan dunia, tetapi hidup kalian tidak akan diganti kecuali di dalam neraka!”
2 . أَخْبَرَنَا أَبُو إِبْرَاهِيمَ السَّمَرْقَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: أَلَا تَتَعَجَّبُونَ مِنْهُمْ؟! يُسَمُّونَ قَتِيلَ هَذَا شَهِيدًا وَقَتِيلَ هَذَا شَهِيدًا، وَمَا هُمَا إِلَّا جِيفَتَانِ تَهُبُّ عَلَيْهِمَا الرِّيَاحُ! أَلَا وَاللَّهِ مَا الشَّهِيدُ إِلَّا أَنَا وَأَصْحَابِي، وَإِنْ مِتْنَا عَلَى فُرُشِنَا.
Terjemahan ucapan:
Abu Ibrahim as-Samarqandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata kepada para pendamping beliau: “Tidakkah kalian merasa heran terhadap mereka?! Mereka menamakan orang yang terbunuh ini sebagai syahid dan orang yang terbunuh itu sebagai syahid, padahal keduanya hanyalah dua bangkai yang diterpa angin! Ketahuilah, demi Allah, tidak ada syahid kecuali aku dan para pendampingku, meskipun kami mati di atas tempat tidur kami.”
Penjelasan ucapan:
Dari dua hikmah yang mencerahkan ini dapat dipahami bahwa kesyahidan memiliki tingkatan-tingkatan, dan setiap orang yang terbunuh atau wafat dalam mengerjakan suatu amal yang diperintahkan Allah, dalam keadaan beriman, maka dia memperoleh satu derajat darinya sesuai dengan keutamaan amal tersebut dan hasilnya, dan tingkatan yang paling tinggi adalah bagi orang yang terbunuh dalam keadaan berjihad bersama Khalifah Allah di bumi, baik untuk menegakkan maupun mempertahankan pemerintahan beliau, dan dia sudah pasti syahid. Adapun orang-orang yang saat ini terbunuh demi menegakkan atau mempertahankan pemerintahan pemimpin ISIS atau pemimpin Taliban, pemimpin Suriah, atau pemimpin Iran, atau pemimpin lain dari para kepala negara atau partai, maka mereka adalah hanyalah orang-orang mati, dan penamaan mereka sebagai syahid tidak lain hanyalah kebohongan dan tipu daya; karena syahid pada zaman ini adalah orang yang terbunuh demi menegakkan atau mempertahankan pemerintahan al-Mahdi
; karena beliau adalah Khalifah Allah di bumi pada masa ini, dan pada masa ini tidak ada yang memiliki sifat ini kecuali Mansur Hasyimi Khorasani dan para pendamping beliau yang tulus, yang berjihad demi menegakkan dan mempertahankan pemerintahan al-Mahdi
.
