1 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ، قَالَ: أَهْدَيْتُ إِلَى الْمَنْصُورِ آلَةً مُحْدَثَةً لِرَاحَتِهِ، فَلَمْ يَقْبَلْهَا وَقَالَ: إِنِّي لَغَنِيٌّ عَنْهَا، ثُمَّ قَالَ: إِنِّي لَأَكْرَهُ كَثِيرًا مِنْ هَذِهِ الْآلَاتِ الَّتِي أَحْدَثْتُمُوهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا، قُلْتُ: لِمَ ذَلِكَ جُعِلْتُ فِدَاكَ؟ فَقَالَ: لِأَنَّهَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ، وَأَنَّهَا تُؤْتِيكُمُ الرَّاحَةَ وَتَسْلُبُكُمْ شَيْئًا كَثِيرًا.
Terjemahan ucapan:
Zakir bin Ma’ruf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku menghadiahkan Mansur sebuah alat modern untuk kenyamanan beliau, namun beliau tidak menerimanya dan berkata: “Sesungguhnya, aku tidak membutuhkannya.” Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya, aku tidak suka banyak dari alat-alat yang kalian ciptakan dalam kehidupan dunia ini.” Aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, mengapa?” Beliau berkata: “Karena alat-alat itu hanyalah permainan, hiburan, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian serta saling berlomba-lomba dalam harta. Mereka memang memberi kalian kenyamanan, tetapi juga merampas hal besar dari kalian.”
2 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ وَعَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ جَمِيعًا، قَالَا: كَانَ الْمَنْصُورُ يَكْرَهُ أَنْ يَمُسَّ نَقْدًا بِيَدِهِ كَأَنَّمَا يَسْتَقْذِرُهُ، فَيَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: خُذُوهُ، وَكَانَ لَا يَنْظُرُ إِلَى التِّلْفَازِ إِلَّا مِنْ ضَرُورَةٍ، وَكَانَ لَا يَحْمِلُ مَعَهُ جَوَّالًا، وَكَانَ أَشَدَّ شَيْءٍ كَرَاهَةً عِنْدَهُ الْإِنْتِرْنِتُ، فَقُلْنَا لَهُ: أَحَرَامٌ هِيَ؟ فَقَالَ: لَا، وَلَكِنِّي أَجِدُ مِنْهَا قَسَاوَةً فَأَعَافُهَا.
Terjemahan ucapan:
Abdullah bin Habib dan Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum keduanya mengabarkan kepada kami, mereka berkata: “Mansur tidak suka menyentuh uang dengan tangan beliau seakan-akan beliau menganggapnya kotor, maka beliau akan berkata kepada para pendamping beliau: “Ambillah itu”, dan beliau tidak menonton televisi kecuali dalam keadaan darurat, tidak pula membawa telepon genggam, dan yang paling beliau benci adalah internet, maka kami berkata kepada beliau: “Apakah semua itu haram?” Maka beliau berkata: “Tidak, tetapi aku merasakan darinya kekerasan, maka aku menjauhinya.”
Penjelasan ucapan:
Dapat dipahami bahwa penggunaan telepon genggam, internet, radio, televisi, peralatan penerima siaran satelit, dan alat-alat modern lainnya pada dasarnya tidak memiliki hukum syar’i tersendiri, dan hukumnya mengikuti apa yang dilihat, didengar, atau dilakukan dengannya. Meskipun demikian, yang lebih baik adalah membatasi penggunaan alat-alat tersebut hanya pada keadaan darurat; karena produksi dan penyebaran alat-alat tersebut pada masa kini umumnya berlangsung dalam kerangka sistem kapitalis dan tujuan-tujuan kolonial dan juga merupakan salah satu sumber pendapatan terpenting bagi para pemilik kekuasaan dan modal, serta menjadi sarana untuk menyebarkan budaya mereka dan mendorong cara berpikir dan bertindak sesuai dengan hawa nafsu dan kebijakan jahat mereka. Oleh karena itu, Yang Mulia Allamah Mansur Hasyimi Khorasani (semoga Allah Ta’ala menjaga beliau) membenci penggunaan alat-alat semacam ini bagi orang yang tidak benar-benar membutuhkannya, dan beliau sendiri menjauhinya sebisa mungkin sebagai bentuk kehati-hatian, tanpa mengharamkannya sebagaimana sikap orang-orang yang kaku dan berlebihan dalam mengharamkan.
