1 . أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ عُبَيْدٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى الْمَنْصُورِ الْهَاشِمِيِّ الْخُرَاسَانِيِّ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: إِنِّي وَاللَّهِ لَأَعْلَمُ أَنَّ حَدِيثَكُمْ هَذَا لَتَشْمَئِزُّ مِنْهُ قُلُوبُ الرِّجَالِ، فَانْبِذُوهُ إِلَيْهِمْ نَبْذًا، فَمَنْ أَقَرَّ بِهِ فَزِيدُوهُ وَمَنْ أَنْكَرَ فَذَرُوهُ، إِنَّهُ لَا بُدَّ مِنْ أَنْ تَكُونَ فِتْنَةٌ يَسْقُطُ فِيهَا كُلُّ ضَلِيعٍ وَدَاهِيَةٍ، حَتَّى يَسْقُطَ فِيهَا مَنْ يَشُقُّ الشَّعْرَ بِشَعْرَتَيْنِ، حَتَّى لَا يَبْقَى إِلَّا أَنَا وَأَصْحَابِي، فَنَرْتَحِلُ إِلَى الْمَهْدِيِّ.

Terjemahan ucapan:

Hasyim bin Ubaid al-Khojandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku pergi menemui Mansur Hasymi Khorasani. Kemudian aku mendengar beliau berkata kepada para pendamping beliau: “Sesungguhnya, demi Allah, aku mengetahui bahwa pembicaraan kalian ini membuat hati banyak orang merasa jijik. Maka sampaikanlah kepada mereka sekadarnya saja, kemudian siapa yang menerimanya, tambahkanlah untuknya, dan siapa yang mengingkarinya, tinggalkanlah dia! Tidak dapat dihindari, pasti akan terjadi suatu fitnah yang di dalamnya akan jatuh setiap orang yang cerdas dan berbakat, sampai jatuh pula orang yang mampu membelah rambut menjadi dua, hingga tidak tersisa kecuali aku dan para pendampingku, kemudian kami akan berangkat menuju al-Mahdi!”

Penjelasan ucapan:

Yang beliau maksud dengan pembicaraan yang “membuat hati banyak orang merasa jijik” adalah seruan “Kembali ke Islam” yang telah beliau jelaskan dalam buku dengan judul yang sama, dan ini adalah seruan yang dibenci oleh banyak orang karena kebodohan mereka terhadap Al-Qur’an dan Sunah serta fanatisme mereka kepada ulama dan mazhab.

2 . أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الطَّالَقَانِيُّ، قَالَ: مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَفْصَحَ مِنَ الْمَنْصُورِ، فَسَمِعْتُهُ يَوْمًا يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: أَرَأَيْتُمْ هَذِهِ الْفِتَنَ الَّتِي قَدْ أَحَاطَتْ بِالْقَوْمِ؟! فَإِنَّهَا لَا تَعْنِيكُمْ، وَسَوْفَ تَظِلُّ مُدْبِرَةً، ثُمَّ تَأْتِيكُمْ مِنْ بَعْدِهَا فِتَنٌ صَمَّاءُ عَمْيَاءُ مُظْلِمَةٌ، تَشْهَرُ لَكُمْ سُيُوفَهَا، وَتَبْعَثُ إِلَيْكُمْ جُيُوشَهَا، وَأَنْتُمْ جُذَيْلُهَا الْمُحَكَّكُ، وَعُذَيْقُهَا الْمُرَجَّبُ! فَلَا تَعْجَلُوا لِعَجَلَةِ النَّاسِ، وَلَا تَغْتَرُّوا بِشِدَّةِ الْبَأْسِ، فَإِنَّ الْيَوْمَ يَوْمُ الْأَحْزَابِ، وَلَيْسَ بِيَوْمِكُمْ، وَسَيَذْهَبُ قَرِيبًا، فَيَذْهَبُونَ مَعَهُ، ثُمَّ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ يَوْمٌ يَصْعَدُونَ فِيهِ فَلَا يَجِدُونَ دُونَكُمْ، وَيَنْزِلُونَ فِيهِ فَلَا يَجِدُونَ دُونَكُمْ، فَيَهْرَعُونَ إِلَيْكُمْ كَمَا يَهْرَعُ الْإِبِلُ إِلَى بَقِيَّةِ الْمَنْهَلِ! قُلْنَا: أَفَنَدْعُوهُمْ إِلَى هَذَا الْأَمْرِ؟ قَالَ: أُدْعُوا بِشَرَائِطِ اللَّهِ مَنْ رَجَوْتُمْ إِجَابَتَهُ، وَلَا تَأْخُذُوا جُيُوبَ الْكَارِهِينَ، وَلَا تَجُرُّوا أَكْمَامَ الْمُعْرِضِينَ، فَإِنَّمَا عَلَيْكُمُ الدَّعْوَةُ، وَلَيْسَ عَلَيْكُمُ الْهِدَايَةُ، ﴿وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ[1].

Terjemahan ucapan:

Ahmad bin Abdurahman at-Talaqani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih fasih daripada Mansur (baik dalam bahasa persia atau bahasa arab). Kemudian, suatu hari aku mendengar beliau berkata kepada para pendamping beliau: “Apakah kalian melihat fitnah-fitnah yang telah mengepung manusia?! Sesungguhnya, itu bukan urusan kalian, dan ia akan segera berlalu, dan setelah itu akan datang kepada kalian fitnah-fitnah yang tuli, buta, dan gelap, yang menghunus pedangnya kepada kalian dan mengirimkan pasukannya kepada kalian, sedangkan kalian adalah penyembuh bagi unta mereka yang gatal dan pohon kurma yang berharga di dalam pagar mereka! Maka, jangan tergesa-gesa karena ketergesa-gesaan manusia, dan jangan tertipu oleh kerasnya pertikaian; karena hari ini adalah hari golongan-golongan, bukan hari kalian, dan ia akan segera berlalu, dan mereka juga akan berlalu bersamanya. Kemudian akan datang suatu hari ketika manusia naik dan tidak menemukan tempat selain kalian, dan turun dan tidak menemukan tempat selain kalian, maka mereka akan bergegas kepada kalian sebagaimana unta bergegas menuju sisa air!” Kami berkata: “Apakah kami harus mengajak mereka kepada perkara ini?” Beliau berkata: “Ajaklah dengan syarat-syarat Allah siapa saja yang kalian harapkan dapat menerima, dan jangan meraih kerah orang yang membenci (perkara ini), dan jangan menarik lengan baju orang yang berpaling darinya (yaitu jangan terlalu memaksa); karena kewajiban kalian hanyalah mengajak, dan memberi petunjuk bukan kewajiban kalian, ‘dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus.’

Penjelasan ucapan:

Istilah «الجِذْل» merujuk pada sebatang kayu yang ditegakkan agar unta yang gatal dapat menggosokkan tubuhnya padanya, dan istilah «الجُذيل المحكّك» secara kiasan berarti seseorang yang pendapatnya dijadikan tempat rujukan dan dipercaya, dan istilah «العُذيق» adalah bentuk pengecilan dari «عَذْق النخلة», yaitu bagian terbaik dari pohon kurma, dan merupakan bentuk pengecilan yang bermakna pujian dan pengagungan, sebagaimana pada kata «الجُذيل». Konsep «ترجيب» dalam istilah «الْمُرَجَّبُ» adalah menopang sebuah pohon ketika buahnya banyak agar cabang-cabangnya tidak patah, atau memberi duri di sekelilingnya agar tidak dapat dijangkau oleh tangan siapa pun. Maksud dari ungkapan tersebut adalah bahwa dalam fitnah-fitnah yang akan datang, kalian akan menjadi tempat berlindung bagi manusia, terjaga dari segala keburukan, karena Allah telah menganugerahkan kepada kalian kejernihan pandangan dalam agama kalian, dan hal ini merujuk kepada firman Allah Ta’ala: ﴿لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ[2]; “Orang yang sesat tidak dapat membahayakan kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk”, dan firman-Nya: ﴿وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا[3]; “Dan jika kalian bersabar dan bertakwa (kepada Allah), tipu daya mereka tidak akan membahayakan kalian sedikit pun.”

3 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: كُنْتُ أَنَا وَالْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمُ وَمُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عِنْدَ الْمَنْصُورِ فِي بَيْتِهِ، فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا وَقَالَ: إِنَّ هَذَا الْأَمْرَ الَّذِي أَنْتُمْ عَلَيْهِ سَيُنْكَرُ وَيُبَطَّلُ وَتُؤْخَذُ رُوَاتُهُ وَيُسَاءُ إِلَى مَنْ يُظْهِرُهُ جَهْلًا وَعُدْوَانًا! فَكُفُّوا عَنِ النَّاسِ، وَلَا تَدْعُوا إِلَى أَمْرِكُمْ مَنْ لَيْسَ لَهُ بِأَهْلٍ! أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ لَهُ أَهْلًا ذَخَرَهُمُ اللَّهُ تَعَالَى فِي عِلْمِهِ، فَإِذَا شَاءَ أَدْخَلَهُمْ فِي ذَلِكَ، لَا يَزِيدُ وَاحِدًا وَلَا يَنْقُصُ؟! ﴿إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا[4].

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku, Hasan bin al-Qasim, dan Muhammad bin Ibrahim berada di rumah Mansur. Kemudian beliau memperhatikan kami dan berkata: “Sesungguhnya, perkara yang kalian pegang ini akan diingkari dan dianggap sebagai kebatilan, para perawinya akan ditangkap, dan orang yang menampakkannya akan disakiti karena kebodohan dan permusuhan! Maka, tinggalkanlah manusia dan jangan mengajak kepada perkara kalian orang yang tidak pantas untuknya! Tidakkah kalian tahu bahwa perkara ini memiliki orang-orang yang telah Allah simpan dalam ilmu-Nya, dan kapan pun Dia menghendaki, Dia akan memasukkan mereka ke dalamnya, dan Dia tidak menambah atau mengurangi seorang pun?! ‘Sesungguhnya, Allah pasti melaksanakan urusan-Nya; Dia telah menetapkan ukuran bagi segala sesuatu.’

4 . أَخْبَرَنَا صَالِحُ بْنُ مُحَمَّدٍ السَّبْزَوَارِيُّ، قَالَ: قَالَ لَنَا الْمَنْصُورُ: لَا تُحَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا لَا يَعْرِفُونَ! أَتُحِبُّونَ أَنْ يُكَذِّبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ؟! إِنَّ مِنَ الْقُرْآنِ آيَاتٍ لَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهَا إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ، مِنْهَا قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ[5]، فَكُفُّوا عَنْ هَؤُلَاءِ السَّفْلَةِ، وَلَا تَدْعُوهُمْ إِلَى أَمْرِكُمْ! فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَمْ يَزَالُوا فِي ضَلَالٍ وَاخْتِلَافٍ فِي الدِّينِ وَتَبْدِيلٍ لِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِي كِتَابِهِ وَإِظْهَارِ الْبِدَعِ وَإِبْطَالِ السُّنَنِ وَاتِّبَاعِ الْجَبَابِرَةِ مُنْذُ قَبَضَ اللَّهُ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِلَى يَوْمِهِمْ هَذَا! فَذَرُوهُمْ يَخُوضُوا وَيَلْعَبُوا حَتَّى يُلَاقُوا يَوْمَهُمُ الَّذِي يُوعَدُونَ!

Terjemahan ucapan:

Salih bin Muhammad as-Sabzawari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata kepada kami: “Jangan berbicara kepada manusia tentang sesuatu yang tidak mereka pahami! Apakah kalian ingin mereka mendustakan Allah dan Rasul-Nya?! Sesungguhnya, dalam Al-Qur’an ada ayat-ayat yang tidak diketahui tafsir sebenarnya kecuali oleh Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Salah satunya adalah firman Allah Ta’ala: ‘Dan (Dia mengutus) orang-orang lain dari kalangan mereka yang belum bergabung dengan mereka, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana’, maka tinggalkanlah orang-orang rendah itu dan jangan ajak mereka kepada perkara kalian; karena demi Dia yang hidupku berada di tangan-Nya, sejak Allah mengambil Nabi-Nya (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) hingga saat ini, mereka terus berada dalam kesesatan, menyebabkan perselisihan dalam agama, mengganti apa yang Allah turunkan dalam kitab-Nya, menciptakan bid’ah, mematikan sunah, dan mengikuti penguasa zalim! Maka biarkan mereka tenggelam dan bermain sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka!”

5 . أَخْبَرَنَا ذَاكِرُ بْنُ مَعْرُوفٍ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ الْمَنْصُورِ فِي مَجْلِسٍ، وَكَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ فَيُجِيبُهُمْ، فَلَمَّا فَرِغُوا مِنْ أَسْئِلَتِهِمْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ: إِنَّ اللَّهَ قَدْ آتَاكَ عِلْمًا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ، وَقَدْ وَعَدَنَا عَلَى لِسَانِ رَسُولِهِ رَجُلًا يَخْرُجُ مِنْ هَذِهِ الْبَلْدَةِ يُقَالُ لَهُ الْمَنْصُورُ، يُوَطِّئُ لِلْمَهْدِيِّ سُلْطَانَهُ، وَأَنْتَ مَعَ عِلْمِكَ هَذَا وَدَعْوَتِكَ إِلَى الْمَهْدِيِّ يُقَالُ لَكَ الْمَنْصُورُ، فَهَلْ أَنْتَ هُوَ؟ قَالَ: مَا أَنَا إِلَّا رَجُلٌ مِنَ النَّاسِ، فَلَمَّا أَلَحَّ عَلَيْهِ الرَّجُلُ قَالَ: لَوْ أَنَّكُمْ قُلْتُمْ مَا قُلْنَا وَسَكَتُّمْ عَمَّا سَكَتْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَكُمْ، فَقَالَ الرَّجُلُ: إِنَّهُمْ يُعَيِّرُونَكَ وَيَقُولُونَ: لَوْ جَاءَ ذَلِكَ الَّذِي وُعِدْنَا لَتَظَاهَرَ لِلنَّاسِ وَلَمْ يَسْتَتِرْ عَنْهُمْ! قَالَ: كَذَبُوا! أَمَا بَلَغَهُمْ قَوْلُ عَلِيٍّ فِيهِ: «أَلَا وَإِنَّ مَنْ أَدْرَكَهَا مِنَّا يَسْرِي فِيهَا بِسِرَاجٍ مُنِيرٍ، وَيَحْذُو فِيهَا عَلَى مِثَالِ الصَّالِحِينَ، لِيَحُلَّ فِيهَا رِبْقًا، وَيُعْتِقَ فِيهَا رِقًّا، وَيَصْدَعَ شَعْبًا، وَيَشْعَبَ صَدْعًا، فِي سُتْرَةٍ عَنِ النَّاسِ، لَا يُبْصِرُ الْقَائِفُ أَثَرَهُ وَلَوْ تَابَعَ نَظَرَهُ»؟! قَالَ الرَّجُلُ: إِنَّا نَدْعُو النَّاسَ إِلَى هَذَا الْأَمْرِ وَرُبَّمَا نُخَاصِمُهُمْ، قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالْخُصُومَةَ، فَإِنَّهَا تَشْغَلُ الْقَلْبَ، وَتُورِثُ النِّفَاقَ، وَتَكْسِبُ الضَّغَائِنَ، إِنَّمَا عَلَيْكُمُ الدَّعْوَةُ، وَلَيْسَ عَلَيْكُمُ الْخُصُومَةُ، قَالَ الرَّجُلُ: كَيْفَ لَا نُخَاصِمُهُمْ وَهُمْ يَسْأَلُونَنَا؟! قَالَ: إِذَا سَأَلُوكُمْ لِيُخَاصِمُوكُمْ فَلَا تُجِيبُوهُمْ، وَقُولُوا لَهُمْ: ﴿اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ[6].

Terjemahan ucapan:

Zakir bin Ma’ruf mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku bersama Mansur dalam suatu perkumpulan, dan orang-orang bertanya kepada beliau tentang berbagai hal, dan beliau menjawab mereka. Kemudian, ketika mereka telah selesai dengan pertanyaan mereka, seorang lelaki berkata kepada beliau: “Allah telah memberimu pengetahuan yang tidak diberikan-Nya kepada orang lain di bumi dan Dia telah menjanjikan kami melalui sabda Rasul-Nya seorang lelaki yang berasal dari negeri ini, disebut Mansur, dan mempersiapkan jalan bagi pemerintahan al-Mahdi, dan engkau disebut Mansur dan engkau memiliki pengetahuan tersebut dan mengajak kepada al-Mahdi. Apakah engkau orang itu?” Beliau berkata: “Aku hanyalah seorang manusia!” Kemudian, ketika lelaki itu terus memaksa, beliau berkata: “Jika engkau mengatakan apa yang kami katakan dan diam terhadap perkara yang kami diamkan, maka itu lebih baik bagimu!” Kemudian lelaki itu berkata: “Mereka mencela engkau dan berkata: ‘Jika seseorang yang dijanjikan kepada kita telah datang, dia akan menunjukkan dirinya kepada manusia dan tidak bersembunyi dari mereka!’” Beliau berkata: “Mereka berdusta! Tidakkah mereka mendengar perkatakan Ali tentang beliau ketika beliau berkata: ‘Ketahuilah! Salah seorang dari kami yang mencapai masa itu akan bergerak cepat di dalamnya dengan cahaya yang terang dan mengikuti jejak orang-orang saleh untuk membuka simpul-simpul, membebaskan para tawanan, memisahkan apa yang telah bercampur, dan menyatukan apa yang telah tercerai-berai. Dia akan berada dalam keadaan tersembunyi dari manusia. Para pencari jejak tidak akan menemukan jejaknya meskipun mereka mengamatinya dengan mata mereka’?!” Lelaki itu berkata: “Kami mengajak manusia kepada perkara ini dan kadang kami berdebat dengan mereka!” Beliau berkata: “Jauhilah perdebatan; karena ia menyibukkan pikiran, menimbulkan kemunafikan, dan melahirkan kedengkian! Yang wajib atas kalian hanyalah mengajak, sedangkan berdebat bukan kewajiban kalian!” Lelaki itu berkata: “Bagaimana mungkin kami tidak berdebat dengan mereka, sementara mereka bertanya kepada kami?!” Beliau berkata: “Setiap kali mereka bertanya kepada kalian untuk berdebat, janganlah kalian menjawab mereka, dan katakanlah kepada mereka: ‘Allah adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian. Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kalian amal-amal kalian. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kalian. Allah akan mengumpulkan kita semua, dan kepada-Nya-lah tempat (kita) kembali.’

6 . أَخْبَرَنَا وَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ السِّجِسْتَانِيُّ، قَالَ: قَالَ لِيَ الْمَنْصُورُ: إِنِّي أُخْبِرْتُ أَنَّكَ تَدْعُو النَّاسَ إِلَى هَذَا الْأَمْرِ فَتُكْثِرُ عَلَيْهِمْ! قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: فَلَا تَفْعَلْ، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا كَتَبَ عَلَى عَبْدٍ أَنْ يَدْخُلَ فِي هَذَا الْأَمْرِ كَانَ أَسْرَعَ إِلَيْهِ مِنَ الطَّيْرِ إِلَى وَكْرِهِ! ثُمَّ قَالَ: حَرَامٌ عَلَى عَبْدٍ كَذَّبَ الْحَقَّ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَنْ يُؤْمِنَ بِهِ أَبَدًا، إِلَّا أَنْ يَكُونَ شَاكًّا أَوْ يَكُونَ مِنَ الْمُعَارِينَ! قُلْتُ: وَمَنِ الْمُعَارُونَ؟! قَالَ: الَّذِينَ أَعَارَهُمُ اللَّهُ الْإِيمَانَ ثُمَّ سَلَبَهُمْ! أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَهُ تَعَالَى: ﴿وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ[7]؟!

Terjemahan ucapan:

Walid bin Mahmud as-Sajistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata kepadaku: “Aku diberitahu bahwa engkau mengajak manusia kepada perkara ini, kemudian engkau terlalu banyak berdebat dengan mereka!” Aku berkata: “Ya.” Beliau berkata: “Jangan lakukan itu; karena ketika Allah menulis bagi seorang hamba untuk masuk ke dalam perkara ini, maka dia akan datang kepadanya lebih cepat daripada burung menuju sarangnya!” Kemudian beliau berkata: “Haram bagi seorang hamba yang telah mengingkari kebenaran pada kali pertama untuk beriman kepadanya selamanya, kecuali jika dia termasuk orang yang ragu-ragu atau termasuk golongan orang-orang yang dipinjamkan!” Aku berkata: “Siapakah orang-orang yang dipinjamkan itu?!” Beliau berkata: “Yaitu orang-orang yang Allah pinjamkan kepada mereka iman, kemudian Dia mencabutnya kembali dari mereka! Tidakkah engkau mendengar firman-Nya: ‘Dan Kami palingkan hati dan penglihatan mereka, sebagaimana mereka tidak beriman kepadanya pada kali pertama, dan Kami biarkan mereka terombang-ambing dalam kedurhakaan mereka dengan buta’?!”

Penjelasan ucapan:

Kata haram di sini bermakna mustahil, dan bisa merujuk kepada sesuatu yang berlaku secara umum (biasanya terjadi), atau bisa juga merujuk kepada kemustahilan secara mutlak.

7 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: لَا تُحَدِّثُوا النَّاسَ بِمَا لَا يَعْرِفُونَ فَيَطْغُوا وَيَكْفُرُوا، إِنَّ مِنَ الْعِلْمِ لَصَعْبًا ثَقِيلًا، لَوْ حَمَلَتْهُ الْجِبَالُ عَجَزَتْ عَنْ حَمْلِهِ! فَلَا تَحْمِلُوهُ عَلَى الْأَعْنَاقِ الضَّعِيفَةِ الْخَاضِعَةِ لِلْحَيَاةِ الدُّنْيَا، فَتَكْسِرُونَهَا كَمَا يَكْسِرُ الْقَصَّابُ عُنُقَ الْبَعِيرِ! فَقُلْتُ فِي نَفْسِي: أَفَلَمْ يُحَدِّثْهُمْ بِمَا لَا يَعْرِفُونَ؟! فَالْتَفَتَ إِلَيَّ وَقَالَ: لَا وَاللَّهِ، إِنَّمَا حَدَّثْتُهُمْ بِمَا يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ! حَدَّثْتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Jangan berbicara kepada manusia tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui karena mereka akan memberontak dan mengingkari! Sesungguhnya, sebagian ilmu itu sangat sulit dan berat, sampai-sampai seandainya gunung-gunung memikulnya, niscaya mereka tidak sanggup menanggungnya! Maka, janganlah kalian meletakkannya di atas leher-leher yang lemah dan tunduk kepada kehidupan dunia, karena kalian akan mematahkannya, sebagaimana seorang tukang sembelih mematahkan leher unta (sembelihan)!” Pada saat itu aku berkata kepada diriku: “Bukankah beliau memberitahukan kepada mereka sesuatu yang tidak mereka ketahui?!” Kemudian beliau menoleh kepadaku dan berkata: “Tidak, demi Allah! Aku tidak memberitahukan kepada mereka kecuali apa yang mereka ketahui, sebagaimana mereka mengetahui anak-anak mereka sendiri! Aku memberitahukan kepada mereka tentang Kitab Allah!”

8 . أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْخَتْلَانِيُّ، قَالَ: قَالَ لِيَ الْمَنْصُورُ: لَا تُخَاصِمُوا النَّاسَ فِينَا، فَإِنَّ النَّاسَ لَوِ اسْتَطَاعُوا أَنْ يُحِبُّونَا لَأَحَبُّونَا! قُلْتُ: وَمَا يَمْنَعُهُمْ مِنْ أَنْ يُحِبُّوكُمْ؟! قَالَ: مَا فِي بُطُونِهِمْ!

Terjemahan ucapan:

Yunus bin Abdullah al-Khatlani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata kepadaku: “Jangan berdebat tentang kami dengan manusia; karena jika manusia mampu mencintai kami, niscaya mereka akan mencintai kami!” Aku berkata: “Apa yang menghalangi mereka mencintai kalian?!” Beliau berkata: “Apa yang ada di perut mereka!”

9 . أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ الْقَاسِمِ الطِّهْرَانِيُّ، قَالَ: قُلْتُ لِلْمَنْصُورِ: أَدْعُو النَّاسَ إِلَى هَذَا الْأَمْرِ؟ قَالَ: اعْرِضْهُ عَلَيْهِمْ وَلَا تُخَاصِمْهُمْ!

Terjemahan ucapan:

Hasan bin Qasim at-Tehrani mengabarkan kepada kami, dia berkata: “Apakah aku harus mengajak manusia kepada perkara ini?” Beliau berkata: “Perlihatkanlah kepada mereka, tetapi jangan berdebat dengan mereka!”

10 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ، قَالَ: قَالَ الْمَنْصُورُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: أَرْبَعٌ يُمِتْنَ الْقَلْبَ: الذَّنْبُ عَلَى الذَّنْبِ، وَكَثْرَةُ مُنَاقَشَةِ النِّسَاءِ، وَمُمَارَاةُ الْأَحْمَقِ، تَقُولُ وَيَقُولُ وَلَا يَرْجِعُ إِلَى خَيْرٍ أَبَدًا، وَمُجَالَسَةُ الْمَوْتَى! قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ! وَمَنِ الْمَوْتَى؟ قَالَ: كُلُّ غَنِيٍّ مُتْرَفٍ!

Terjemahan ucapan:

Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum mengabarkan kepada kami, dia berkata: Mansur berkata: “Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) bersabda: ‘Empat perkara yang mematikan hati: dosa di atas dosa, banyak berbantah dengan wanita, berdebat dengan orang bodoh (seperti) engkau berkata dan dia berkata tetapi dia tidak akan pernah kembali kepada kebaikan, dan duduk bersama orang mati!’ Dikatakan: ‘Wahai Rasulullah! Siapakah orang mati itu?’ Beliau berkata: ‘Setiap orang kaya yang hidup mudah dan bermewah-mewahan!’”

11 . أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ عُبَيْدٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: طُوبَى لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَتَرَكَ الْكِذْبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَتَرَكَ الْقِصَاصَ وَإِنْ كَانَ مَنْصُورًا!

Terjemahan ucapan:

Hasyim bin Ubaid al-Khojandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Berbahagialah orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia benar, meninggalkan dusta meskipun bercanda, dan meninggalkan pembalasan meskipun pembalasan itu didukung (oleh hukum)!”

12 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ حَبِيبٍ الطَّبَرِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: مِنْ أَعْظَمِ النَّاسِ حَظًّا مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ صَادِقٌ!

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Habib at-Tabari mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Manusia yang paling beruntung adalah orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia berada di atas kebenaran!”

↑[1] . Al-Baqarah/ 213
↑[2] . Al-Ma’idah/ 105
↑[3] . Ali ‘Imran/ 120
↑[4] . At-Talaq/ 3
↑[5] . Al-Jumu‘ah/ 3
↑[6] . Asy-Syura/ 15
↑[7] . Al-An‘am/ 110