أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْبَلْخِيُّ -وَهُوَ رَافِعٌ كَفَّيْهِ إِلَى السَّمَاءِ- قَالَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنِّي لَمْ أَرَ أَعْلَمَ مِنَ الْمَنْصُورِ بِمَا أَنْزَلْتَهُ، وَلَا أَرْحَمَ مِنْهُ بِمَنْ خَلَقْتَهُ! كُنْتُ مَعَهُ وَنَحْنُ عَلَى شَاطِئِ جَيْحُونَ، فَأَخَذَ بِيَدِي وَقَالَ: يَا بُنَيَّ! اسْتَعْمِلِ الْعَقْلَ فِي أُمُورِكَ كُلِّهَا، وَلَا يَغْلِبَنَّكَ عَلَيْهِ عَادَةٌ وَلَا شَهْوَةٌ وَلَا تَقْلِيدٌ، وَقَالَ: اعْمَلْ عَلَى عَقْلٍ تُعَدُّ عَامِلًا، وَلَا تَعْمَلْ عَلَى عَادَةٍ وَلَا شَهْوَةٍ وَلَا تَقْلِيدٍ، فَإِنَّ مَنْ عَمِلَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ كَانَ عَمَلُهُ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ، لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَى شَيْءٍ، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: ﴿وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنْثُورًا[1].

Terjemahan ucapan:

Abdullah bin Muhammad al-Balkhi mengabarkan kepada kami sambil mengangkat kedua tangannya ke langit, dia berkata: Ya Allah! Engkau mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih berilmu daripada Mansur tentang apa yang Engkau turunkan, dan tidak pula seseorang yang lebih penyayang daripada beliau terhadap makhluk yang Engkau ciptakan! Aku bersama beliau di tepi Sungai Jaihan. Kemudian beliau memegang tanganku dan berkata: “Wahai anakku! Gunakanlah akal dalam seluruh urusanmu, dan jangan biarkan kebiasaan, hawa nafsu, maupun taklid mengalahkanmu dalam hal itu”, dan berkata: “Beramallah berdasarkan akal, niscaya engkau termasuk orang yang benar-benar beramal. Jangan beramal berdasarkan kebiasaan, hawa nafsu, atau taklid; karena siapa pun yang beramal berdasarkan salah satu dari itu, maka amalnya seperti abu yang diterbangkan angin kencang pada hari yang berangin topan; mereka tidak memperoleh sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan! Sesungguhnya, Allah Ta‘ala berfirman: ‘Dan Kami hadapkan segala amal yang telah mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan.’

↑[1] . Al-Furqan/ 23