1 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الشِّيرَازِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ يَقُولُ: إِنَّ أَحْسَنَ حَدِيثٍ رَوَاهُ الْمُحَدِّثُونَ: «إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي، مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا لَنْ تَضِلُّوا، وَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ، نَبَّأَنِي بِذَلِكَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ»! قُلْتُ: وَاللَّهِ لَوْ عَلِمَ أَهْلُ دِيَارِي بِهَذَا لَقَرَّتْ أَعْيُنُهُمْ! قَالَ: وَلِمَ ذَلِكَ يَا مُحَمَّدُ؟! وَهَلْ هُمْ إِلَّا قَوْمٌ يُعَادُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ؟! قُلْتُ: وَكَيْفَ يُعَادُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَهُمْ يَتَشَيَّعُونَ؟! قَالَ: يُعَادُونَنِي وَأَنَا أَدْعُو إِلَى أَهْلِ الْبَيْتِ، فَيُعَادُونَ أَهْلَ الْبَيْتِ!

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Ibrahim as-Shirazi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata: “Hadis terbaik yang diriwayatkan para perawi adalah: ‘Sesungguhnya, aku akan meninggalkan di tengah kalian dua pusaka yang berat: Kitab Allah dan itrahku, yaitu Ahlul Baitku; selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan sesat, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang kepadaku di Telaga. Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui telah memberitakan hal ini kepadaku!’” Aku berkata: “Demi Allah, kalau saja penduduk negeriku mengetahui hal ini, niscaya mata mereka akan bersinar!” Beliau berkata: “Mengapa begitu, wahai Muhammad?! Bukankah mereka hanyalah kaum yang memusuhi Ahlul Bait?!” Aku berkata: “Bagaimana mereka memusuhi Ahlul Bait padahal mereka mempraktikkan ajaran Syiah?!” Beliau berkata: “Mereka memusuhiku padahal aku mengajak kepada Ahlul Bait, maka mereka memusuhi Ahlul Bait!”

2 . أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْهَرَوِيُّ، قَالَ: كُنْتُ رَجُلًا مُولَعًا بِالْحَدِيثِ، فَدَخَلَ عَلَيَّ الْمَنْصُورُ يَوْمًا وَبَيْنَ يَدَيَّ كُتُبٌ بَعْضُهَا عَلَى بَعْضٍ، فَقَالَ: مَا هَذِهِ الْكُتُبُ بَيْنَ يَدَيْكَ يَا مُحَمَّدُ؟! قُلْتُ: كُتُبُ حَدِيثٍ جُعِلْتُ فِدَاكَ! فَقَالَ مُتَعَجِّبًا: كُلُّهَا؟! قُلْتُ: نَعَمْ وَاللَّهِ كُلُّهَا! فَأَخَذَ بِيَدِهِ كِتَابًا يَتَصَفَّحُ، فَوَجَدْتُ فِي وَجْهِهِ الْكَرَاهِيَةَ، فَقُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، كَأَنَّكَ لَا يُعْجِبُكَ الْحَدِيثُ! قَالَ: مَا قَلَّ مِنْهُ فَهُوَ خَيْرٌ! قُلْتُ: فَأَرْشِدْنِي إِلَى شَيْءٍ مِنْهُ آخُذُ بِهِ وَأَدَعُ مَا سِوَاهُ! فَقَالَ: حَسْبُكَ مِنَ الْحَدِيثِ «إِنِّي تَارِكٌ» وَلْيُكْتَبْ بِمَاءِ الذَّهَبِ! قُلْتُ: أَنْتَ تَقُولُ هَذَا وَقَدْ أَعْرَضَ عَنْهُ الْمُحَدِّثُونَ! قَالَ: أَفَلَمْ يُصَحِّحُوهُ؟! قُلْتُ: بَلَى، وَلَكِنَّهُمْ قَدْ أَعْرَضُوا عَنْهُ! قَالَ: مَا مِنْ خَيْرٍ إِلَّا وَقَدْ أَعْرَضَ عَنْهُ الْمُحَدِّثُونَ!

Terjemahan ucapan:

Muhammad bin Abdurahman al-Harawi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Dulu, aku adalah seorang lelaki yang sangat mencintai hadis. Suatu hari Mansur datang menemuiku, sementara di hadapanku terdapat tumpukan kitab, sebagian di atas sebagian yang lain. Kemudian beliau berkata: “Kitab-kitab apa ini di hadapanmu, wahai Muhammad?!” Aku berkata: “Kitab-kitab hadis, aku rela berkorban untukmu!” Beliau berkata dengan keheranan: “Semuanya?!” Aku berkata: “Ya, demi Allah, semuanya!” Kemudian beliau mengambil sebuah dan mulai membukanya hingga aku melihat raut ketidaksenangan pada wajah beliau. Maka aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, sepertinya engkau tidak menyukai hadis!” Beliau berkata: “Semakin sedikit darinya, itu lebih baik!” Aku berkata: “Kalau begitu, tunjukkan kepadaku sesuatu darinya sehingga aku mengamalkannya dan meninggalkan yang lainnya!” Beliau berkata: “Hadis ‘Sesungguhnya, aku tinggalkan’ cukup bagimu, dan hendaknya hadis itu ditulis dengan tinta emas!” Aku berkata: “Engkau mengatakan demikian, sementara para perawi justru berpaling darinya!” Beliau berkata: “Bukankah mereka telah menganggapnya sahih?!” Aku berkata: “Ya, tetapi mereka telah berpaling darinya!” Beliau berkata: “Tidak ada kebaikan apa pun melainkan para perawi pasti telah berpaling darinya!”

Penjelasan ucapan:

Sudah jelas bahwa sebab ketidaksukaan Yang Mulia terhadap banyaknya hadis adalah, pertama, karena begitu banyak kebohongan dan penyimpangan yang masuk ke dalamnya sehingga membuatnya bertentangan dengan Kitab Allah, sunah Rasul yang mutawatir, dan akal sehat. Kedua, karena hadis-hadis itu telah menjadi sarana hiburan dan kesibukan berlebihan yang menyibukkan umat Muslim sehingga mereka terhalang dari menuju kepada Khalifah Allah dan Khalifah Rasul-Nya; sebagaimana dijelaskan secara rinci dalam buku berharga “Kembali ke Islam”, pada pembahasan “Meluasnya Kecenderungan Hadis” serta dalam sejumlah ucapan yang penuh cahaya dari ulama agung tersebut.

3 . أَخْبَرَنَا عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ عَبْدِ الْقَيُّومِ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ يَقُولُ: لَوِ اسْتَطَعْتُ لَمَحَوْتُ الْحَدِيثَ كُلَّهُ إِلَّا «إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدِي: كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي»، فَإِنَّ فِيهِ كِفَايَةً، وَلَوْ كُنْتُ مُبْقِيًا سِوَاهُ لَأَبْقَيْتُ: «عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، فَتَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»!

Terjemahan ucapan:

Abd as-Salam bin Abd al-Qayyum mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur berkata: “Seandainya aku mampu, aku akan menghapus seluruh hadis kecuali hadis ‘Sesungguhnya, aku akan meninggalkan di tengah kalian yang jika kalian berpegang teguh kepadanya, kalian tidak akan sesat sepeninggalanku: Kitab Allah dan itrahku, yaitu Ahlul Baitku’ karena di dalamnya terdapat kecukupan, dan jika aku hendak menyisakan sesuatu selain itu, pasti aku akan menyisakan yang ini: ‘Kalian harus taat pada sunahku dan sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk setelahku. Maka berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi kalian!’

4 . أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ عُبَيْدٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْعَالِمَ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: خَيْرُ حَدِيثٍ حَدَّثَ النَّاسُ بِهِ: «عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي، فَتَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»! قُلْتُ: أَصْلَحَكَ اللَّهُ! هَذَا حَدِيثٌ رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالدَّارَمِيُّ وَالتِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ وَغَيْرُهُمْ، وَلَكِنْ مَا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِهَؤُلَاءِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ؟! فَالْتَفَتَ إِلَيَّ وَقَالَ: يَا أَخَا أَهْلِ خُجَنْدَ! إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ مَا قَالَ قَوْلًا إِلَّا وَبَيَّنَهُ لِلنَّاسِ، قَبِلَهُ مَنْ قَبِلَهُ وَرَفَضَهُ مَنْ رَفَضَهُ! أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَهُ: «يَكُونُ بَعْدِي اثْنَا عَشَرَ خَلِيفَةً كُلُّهُمْ مِنْ قُرَيْشٍ»؟! قُلْتُ: بَلَى، هَذَا حَدِيثٌ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ وَأَبُو دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُمْ، وَلَكِنْ مَا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِهَؤُلَاءِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ الْإِثْنَيْ عَشَرَ مِنْ قُرَيْشٍ؟! فَإِنَّ النَّاسَ اخْتَلَفُوا فِيهِ! قَالَ: مَا اخْتَلَفُوا فِيهِ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ! أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ خَلِيفَتَيْنِ كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي، وَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ»؟! قُلْتُ: بَلَى، هَذَا حَدِيثٌ رَوَاهُ ابْنُ أَبِي شَيْبَةٍ وَأَحْمَدُ وَالتِّرْمِذِيُّ وَالنِّسَائِيُّ وَغَيْرُهُمْ، وَلَكِنْ مَا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِهَؤُلَاءِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ الْإِثْنَيْ عَشَرَ مِنْ عِتْرَتِهِ أَهْلِ بَيْتِهِ؟! فَإِنَّ النَّاسَ لَا يَعْرِفُونَهُمْ! قَالَ: دَعِ النَّاسَ، فَإِنَّهُمْ يُرِيدُونَ أَنْ لَا يَعْرِفُوهُمْ! أَمَا سَمِعْتَ قَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ خَلِيفَةٌ يَقْسِمُ الْمَالَ وَلَا يَعُدُّهُ»؟! وَقَوْلَهُ: «الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وُلْدِ فَاطِمَةَ»؟! فَالْمَهْدِيُّ مِنَ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ الْإِثْنَيْ عَشَرَ مِنْ عِتْرَتِهِ أَهْلِ بَيْتِهِ! فَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّتِهِ فَقَدْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَأَطَاعَ أَمْرَهُ، وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْهَا فَلَا أَرْغَمَ اللَّهُ إِلَّا بِأَنْفِهِ، أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ!

Terjemahan ucapan:

Hasyim bin Ubaid al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ulama (yaitu Mansur) berkata kepada para pendampingnya: “Hadis terbaik yang diriwayatkan manusia adalah: ‘Kalian harus taat pada sunahku dan sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk setelahku. Maka berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah ia dengan gigi kalian!’” Aku berkata: “Semoga Allah memperbaiki keadaanmu! Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad, ad-Darimi, at-Tirmidzi, ibnu Majah, dan yang lainnya, tetapi siapa yang dimaksud Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dengan para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk setelah beliau?!” Maka beliau menoleh kepadaku dan berkata: “Wahai saudara dari Khujand! Sesungguhnya, Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) tidak pernah mengucapkan suatu ucapan kecuali beliau telah menjelaskannya kepada manusia; siapa yang mau menerimanya akan menerimanya, dan siapa yang menolaknya akan menolaknya! Bukankah engkau telah mendengar sabda Yang Mulia ketika: ‘Ada dua belas khalifah setelahku, semuanya dari Quraisy’?!” Aku berkata: “Ya, hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan yang lainnya, tetapi siapa yang dimaksud Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dengan dua belas khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk dari Quraisy?! Karena manusia berselisih tentang hal itu!” Beliau berkata: “Mereka tidak berselisih tentang hal itu kecuali karena kedengkian di antara mereka setelah ilmu datang kepada mereka! Bukankah engkau telah mendengar sabda Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam): ‘Sesungguhnya, aku akan meninggalkan di antara kalian dua khalifah: Kitab Allah dan itraku, yaitu Ahlul Baitku, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang kepadaku di Telaga’?!” Aku berkata: “Ya, hadis ini diriwayatkan oleh ibnu Abi Shaybah, Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan yang lainnya, tetapi siapa yang dimaksud Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dengan dua belas khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk dari itrahnya, siapa Ahlul Bait beliau?! Karena manusia tidak mengenal mereka!” Beliau berkata: “Biarkan manusia! Karena mereka memang tidak ingin mengenalnya! Bukankah engkau telah mendengar sabda Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam): ‘Pada akhir zaman, akan ada seorang khalifah yang membagikan harta tanpa menghitungnya’ dan sabda beliau: ‘Al-Mahdi berasal dari itraku, dari keturunan Fatimah’?! Maka al-Mahdi termasuk di antara dua belas khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk dari itrah dan Ahlul Bait Nabi! Maka, barang siapa berpegang teguh kepada sunah beliau, maka dia telah berpegang teguh kepada sunah Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam) dan menaati perintah beliau, dan barang siapa berpaling darinya, semoga Allah hinakan dia, dan mereka berada dalam kesesatan yang jauh!”