1 . أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مَحْمُودٍ السِّجِسْتَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ الْمَنْصُورَ الْهَاشِمِيَّ الْخُرَاسَانِيَّ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمُ الْفِتَنَ فِي أَدْيَانِكُمْ، فَتَمَسَّكُوا بِمَا عَلِمْتُمْ وَعَضُّوا عَلَيْهِ بِالنَّوَاجِذِ، وَلَا تَذَرُوهُ لِجَهْلِ جَاهِلٍ وَإِنْ رَفَعَ صَوْتَهُ وَضَرَبَ بِمِخْفَقَتِهِ، قُلْتُ: جُعِلْتُ فِدَاكَ، أَرَأَيْتَ الْفِتَنَ الَّتِي قَدْ نَزَلَتْ بِأَهْلِ الشَّامِ وَالْعِرَاقِ؟ قَالَ: مَا فِيهَا مِنْ قَاتِلٍ وَلَا مَقْتُولٍ إِلَّا وَهُوَ فِي النَّارِ، قُلْتُ: لِمَ؟! قَالَ: يَطْلُبَانِ الْمُلْكَ، ثُمَّ قَالَ: وَيْلٌ لِطُغَاةِ الْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، قُلْتُ: أَتَرَى بَعْدَ هَذِهِ الْفِتَنِ فِتْنَةً أَكْبَرَ مِنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ، وَلَا تَأْتِي فِتْنَةٌ إِلَّا وَهِيَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا، وَإِنَّ أَكْبَرَ فِتْنَةٍ قَدْ بَقِيَتْ فِتْنَةُ السُّفْيَانِيِّ، فَإِنَّهُ يَنْزِعُ جُلُودَ الرِّجَالِ وَيَبْقُرُ بُطُونَ النِّسَاءِ، قُلْتُ: إِذَا أَدْرَكْنَاهُ فَمَا نَفْعَلُ؟ قَالَ: إِذَا كَانَ ذَلِكَ فَإِلَيَّ!
Terjemahan ucapan:
Walid bin Mahmud as-Sajistani mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Mansur Hasyimi Khorasani berkata kepada para pendamping beliau: “Sesungguhnya, aku mengkhawatirkan kalian dari fitnah-fitnah dalam agama kalian, maka berpegang teguhlah pada apa yang telah kalian ketahui, dan gigitlah ia dengan gigi kalian, dan jangan biarkan ia lepas karena kebodohan orang bodoh sekalipun dia meninggikan suaranya dan memukul dengan cambuknya!” Aku berkata: “Aku rela berkorban untukmu, apakah engkau melihat fitnah-fitnah yang telah menimpa penduduk Syam dan Irak?!” Beliau berkata: “Tidak ada satu pun dari para pembunuh atau yang terbunuh di antara mereka kecuali mereka berada di dalam neraka!” Aku berkata: “Mengapa demikian?!” Beliau berkata: “Keduanya sama-sama mencari kekuasaan!” Kemudian beliau berkata: “Celakalah para tiran Arab dari kejahatan yang telah mendekat!” Aku berkata: “Apakah engkau melihat bahwa setelah fitnah-fitnah ini masih ada fitnah yang lebih besar lagi?!” Beliau berkata: “Ya, dan tidaklah datang suatu fitnah melainkan ia lebih besar daripada yang sebelumnya, dan sesungguhnya fitnah terbesar yang masih tersisa adalah fitnah Sufyani; karena dia akan menguliti para lelaki dan merobek perut para wanita!” Aku berkata: “Apa yang harus kami lakukan jika melihatnya?!” Beliau berkata: “Jika itu terjadi, maka datanglah kepadaku!”
Penjelasan ucapan:
Yang beliau maksud dengan “fitnah-fitnah dalam agama” adalah murtad dari keyakinan yang benar akibat tipu daya atau penyiksaan para orang bodoh. Yang beliau maksud dengan apa yang telah para pendampingnya ketahui dan harus berpegang teguh padanya, dan menggigitnya dengan gigi mereka, dan tidak membiarkannya lepas karena kebodohan orang bodoh sekalipun dia meninggikan suaranya dan memukul dengan cambuknya adalah keyakinan-keyakinan murni yang telah dijelaskan dalam buku mulia “Kembali ke Islam” berdasarkan Kitab Allah, Sunah Nabi yang mutawatir, dan bukti-bukti akal. Yang dimaksud dengan “Sufyani” adalah seorang lelaki dari Bani Umayyah yang muncul sebelum kemunculan al-Mahdi
dan mengajak manusia kepada dirinya, lalu membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah. Yang dimaksud dengan ucapan beliau, “Jika itu terjadi, maka datanglah kepadaku”, adalah: “Jika kalian melihat lelaki itu muncul dan mengajak kalian kepada dirinya, maka datanglah kepadaku, agar aku melindungi kalian darinya dan memimpin kalian menuju al-Mahdi”; sebagaimana terdapat dalam ucapan beliau yang lain:
2 . أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ عُبَيْدٍ الْخُجَنْدِيُّ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى الْمَنْصُورِ، فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ لِأَصْحَابِهِ: إِنِّي وَاللَّهِ لَأَعْلَمُ أَنَّ حَدِيثَكُمْ هَذَا لَتَشْمَئِزُّ مِنْهُ قُلُوبُ الرِّجَالِ، فَانْبِذُوهُ إِلَيْهِمْ نَبْذًا، فَمَنْ أَقَرَّ بِهِ فَزِيدُوهُ وَمَنْ أَنْكَرَ فَذَرُوهُ، إِنَّهُ لَا بُدَّ مِنْ أَنْ تَكُونَ فِتْنَةٌ يَسْقُطُ فِيهَا كُلُّ ضَلِيعٍ وَدَاهِيَةٍ، حَتَّى يَسْقُطَ فِيهَا مَنْ يَشُقُّ الشَّعْرَ بِشَعْرَتَيْنِ، حَتَّى لَا يَبْقَى إِلَّا أَنَا وَأَصْحَابِي، فَنَرْتَحِلُ إِلَى الْمَهْدِيِّ.
Terjemahan ucapan:
Hasyim bin Ubaid al-Khujandi mengabarkan kepada kami, dia berkata: Aku pergi menemui Mansur. Kemudian aku mendengar beliau berkata kepada para pendampingnya: “Demi Allah, sungguh aku mengetahui bahwa hati manusia akan membenci pembicaraan kalian, maka sampaikanlah sedikit kepada mereka, lalu siapa yang menerimanya, tambahkanlah baginya, dan siapa yang mengingkarinya, biarkanlah dia! Sungguh, pasti akan terjadi suatu fitnah yang menjatuhkan setiap orang yang kompeten dan cerdas, hingga orang yang mampu membelah sehelai rambut menjadi dua pun akan terjatuh ke dalamnya, hingga tidak ada yang tersisa kecuali aku dan para pendampingku, lalu kami akan berangkat menuju al-Mahdi!”
Penjelasan ucapan:
Yang dimaksud dengan pembicaraan yang dibenci hati manusia adalah seruan “Kembali ke Islam” dan upaya mempersiapkan kemunculan al-Mahdi
yang dibenci oleh banyak orang. Yang dimaksud dengan fitnah yang menjatuhkan setiap orang yang kompeten dan cerdas adalah keraguan yang membingungkan dan menyeluruh yang mengelilingi seruan yang murni ini yang bahkan menghalangi para ulama besar dan para cendekiawan dari menerimanya meskipun mereka kompeten dan cerdas, menyebabkan mereka menentangnya, bahkan banyak orang teliti dan berwawasan gagal memahaminya, hingga akhirnya hanya tersisa kelompok yang disucikan dan terpilih, dan mereka menemani Mansur menuju al-Mahdi sampai mereka bergabung dengan beliau.
